
bab 13
jeje yang berhenti di tengah jalan menghadang mobil sedan hitam itu merasa jengkel karena mobil itu melaju menjauh dan di ambilnya batu lumayan besar lalu...
ddduuaaarr... kaca mobil pecah sekali lemparan. mobil pun seketika hilang kendali dan berhenti tepat di depannya
siap kalian? keluar!! woe" ucap jeje kesal
bukan keluar mobil itu melaju meninggalkan nya. jeje sedikit mengejar mobil itu dan berhenti karena mobil itu melaju kencang
"non ga apa-apa kan" tanya sopir
dan belum sempat jeje menjawab rombongan mobil datang ke arahnya.
"adek kamu ga apa-apa kan" ucap loe berlari panik
"loh kok mas disini" ucap nya
flashback
ketika leo ,angga dan melvin baru tiba di bengkel tiba-tiba ponsel angga dan leo bedering dan mereka berdua terkejut karena panggilan itu panggilan darurat dari supir yang membawa jeje.
kkrrriiiinggg,.. leo dan angga saling menatap dan
"adek/jeje" ucap mereka bersamaan lalu berlari ke mobil
"kalian kenapa bang? apa yang terjadi? ucap melvin bingung ikut berlari
" udah lu ikut aja, jeje dalam bahaya sekarang " ucap angga sedangkan loe sudah kalangkabut menghubungi anak buahnya melacak GPS adiknya
leo memasang gps dan kalung jeje tanpa sepengetahuan nya. karena ia merasa adiknya tidak aman.
setibanya di tempat leo membuka pintu dan berlari ke adiknya
"adek kamu ga apa-apa kan? ucap nya panik
flashback off
" kok kalian ada di sini? dan ini apa-apaan kenapa kalian juga di sini? ucapnya melihat semua orang lalu beralih ke supir
leo yang panik memeluk adiknya. ia takut akan kehilangan adiknya.
''Udah kita pulang aja sekarang " ucap angga
"maaf Pak tadi saya panik jadi saya pencet no darurat karena dari tadi kita di ikuti oleh seseorang dan non jeje keluar menghadang mobil itu" jelasnya sopir
leo yang mendengar itu menepuk jidatnya, ia pusing karena sikap sembrono adiknya
"tidak apa-apa. terimakasih sudah menghubungi kami sekarang kita pulang" ucapnya
__ADS_1
tidak ada yang membuka pembicaraan di mobil, tidak terasa mobil sudah memasuki parkiran apartemen.
hhuuahhh ngantuk banget "ucapnya
sesampainya di apartemen jeje mandi dan langsung tidur karena kecapean jalan-jalan.
sedangkan mereka bertiga di ruang kerja leo geleng-geleng kepala melihat jeje tanpa takut melemparkan batu ke kaca mobil.
" ck anak itu selalu saja sembrono, bagaimana jika dia di tabrak atau mereka meluakinya" ucap leo kesal
"sudah lah yang pasti kita cari tau siapa yang ngikutin jeje tadi dan gue udah kasih plat nomor nya ke anak-anak" ucap melvin
" hemz thanks bro, gue beneran titip adek gue di sekolah ya, gue takut dia kenapa-kenapa hanya dia yang gue punya sekarang " ucap leo
"gue janji bakal jagain jeje bang" ucapnya.
setelah berdiskusi angga dan melvin pulang ke apartemen mereka Masing-masing. sedangkan leo masih belum bisa memejamkan matanya. loe memang sensitif jika berhubungan dengan keluarga nya.
" cckk apa yang harus gue lakuin supaya jeje tetap aman? gue ga habis fikir bisa kecolongan "gumam leo
setelah lelah berfikir leo tertidur pukul 3 pagi. ia sangat khawatir dengan keselamatan adik semata wayangnya itu.
pagi hari seperti biasa setelah sholat subuh jeje lari pagi di sekitar apartemen dan leo sudah siap dengan menu sarapan paginya.
leo memang tipe orang penyayang dan romantis. apalagi jeje adik satu-satunya ia sangat memanjakan adiknya.
"hemz pagi juga.. cepetan mandi siap-siap kita sarapan bareng" jawab leo
tidak ada jawaban dari jeje dan hanya mengangkat jempol nya saja.
tap tap tap.. suara jeje berlari ke meja makan.
" dek nanti di sekolah kamu yang nurut ya sama melvin, mas udah titipin kamu ke melvin "ucap leo
" wwhhatt di titipin melvin? emang aku anak kecil apa? ayolah mas jeje nih udah gede udah bisa jaga diri kenapa di titip-titipin segala? " kesal jeje meletakkan sendoknya
" dan lagi mas ga tau aja gimana menyebalkan nya dia dan fens fanatik nya di sekolah, pokoknya aku ga mau untuk yang satu ini" sambungnya
"ini semua demi kebaikan kamu dek, mas ga mau ambil resiko kalau kamu kenapa-kenapa, ga ada bantahan pokoknya kamu nurut sama melvin." ucap leo
jeje semakin kesal dengan sikap kakaknya yang menurutnya berlebihan. loe bahkan selalu menaruh bodyguard di sekeliling jeje tanpa sepengetahuan nya.
tapi bukan jeje namanya kalau dia tidak tau sedang di awasi, jeje memiliki insting yang kuat dan cerdik ia selalu bisa kabur dari bodyguard kakaknya.
setelah perdebatan pagi hari dan jeje hanya sarapan sedikit modnya sudah tidak baik-baik saja, tidak terasa motor mereka sudah berhenti di depan halte sekolah jeje turun dengan kesal karena kakaknya.
"udah jangan cemberut itu bibir, mas melakukan ini juga untuk kebaikan kamu. " ucap nya
" iya terimakasih untuk kebaikannya " jawab jeje kesal berlalu meninggalkan kakaknya
__ADS_1
"ck anak itu susah sekali di atur " gumam leo
baru sampai di depan gerbang sekolah jeje berbalik melihat mobil yang sangat mencurigakan. ia berjalan menghampiri mobil itu dan benar saja mobil itu tancap gas setelah jeje hampir memergokinya.
"woe tunggu siapa lo" teriak jeje mengejar
saat dirinya berlari tanganya di tarik seseorang. reflek jeje memutar tangan orang itu dan hampir memukul wajahnya.
"lo ngapain di sini" ucap jeje
"udah ga usah di kejar bahaya, dan loe jangan asal mukul aja ya" ucap melvin menepis tangan jeje yang berada di depan wajahnya
jeje mengibaskan tangannya yang masih di pegang melvin.
"apa sih lo, lagian ngapain lo di sini" cibir nya berlalu pergi
"woe tunggu" ucap melvin mengejar langkah jeje
poor melvin
motor sport merah tiba-tiba berhenti di depan gerbang sekolah. ia membuka helem fullface nya dan melihat ke seberang jalan. seorang gadis yang ia kenal menghampiri mobil hitam yang parkir di sebrang jalan.
melvin yang melihat itu buru-buru turun dari motor dan berlari mengejar gadis itu, sebelum sampai mobil itu melaju kencang dan gadis itu mengejarnya.
untung saja dengan cepat melvin menarik tangan jeje sebelum ia lebih jauh dan alangkah terkejutnya tangan terpelintir dan hampir saja mendapat bogem mentah dari jeje untung saja melvin sedikit menghindar.
*
*
" heh tunggu lo punya kuping ga sih di panggil dari tadi juga" ucap melvin kesal
"apa sih kenapa lo ngikutin gue dari tadi, mood gue lagi ancur pagi ini jadi gue harap lo Jangan cari masalah oke.. " jawab jeje semakin kesal.
"ck badmood lo bilang.. tadi itu siapa kok lo main kejar-kejar aja itu mobil. kalau lo kenapa-kenapa gimana jangan gegabah jadi orang, mau lo gue aduin ke bang leo" ucap melvin mengancam
" wwwaahh si****n ni anak malah ngomel. udah deh terserah lo mau lo aduin kek atau apa terserah gue pusing laper gara-gara lo" ujar jeje kesal memasuki kelas.
sesampainya di kelas ia merebahkan kepalanya di meja memenangkan matanya sejenak, sungguh pagi ini menguras emosi nya
"siapa ya yang ngikutin gue, apa itu musuh kak leo, akhir-akhir ini gue ngrasa selalu di awasi mobil itu.. aahh sial ga bisa di biarin ini kalau emang musuh kak leo" batinnya jeje
bbrrakk,,seketika jeje membuka mata meja di gebrak seseorang.
*
*
next
__ADS_1