
" sayang kamu dari mana, " tanya Bram saat Wina baru saja sampai dan berjalan menuju sofa bersama abi sedangkan abi masih berada di luar
" membeli keperluan Arya bersama abi " jawab Wina, sedikit ketus , sembari meletakkan belanja keperluan baby Arya, dan duduk di sofa di sebelah bram tanpa melihat Bram yang ada di samping nya
" oh.. ada syasa dan dewa, mereka baru saja sampai mereka ada di taman sedang bermain bersama anak anak " ucap bram , melihat wajah Wina dari samping yang nampak masih kesal
" aku akan menemui nya " jawab Wina yang langsung berdiri namun pergelangan tangan nya di tarik Bram, hingga tubuh nya terhempas di dada Bram, tatapan mereka saling bertemu, Bram pun langsung mencium bibir Wina, dan tak menghiraukan jika Wina meronta, dan memukul lengan nya, dirasa tenaganya tak sanggup melawan Bram, Wina pun hanya pasrah saja, tanpa mereka sadari di anak tangga ada dua menantu mereka, Utari yang sedang menggendong baby Arya dan lisa . utari dan lisa saling memandang dan menjadi salah tingkah sendiri melihat mertua nya berciuman . dan abi pun melihat Bram dan Wina berciuman saat hendak masuk ke ruang keluarga dan membawa sisa belanjaan pun memberhentikan langkah nya
" astaga.. papa.. ck.. " ucap abi dalam hati dan melihat ke arah anak tangga karena ada Utari dan lisa
" aku tidak tahan kamu diam kan dua hari ini sayang.. " ucap Bram saat melepaskan ciuman nya dan masih mencengkram rambut Wina
" apa mas sudah sadar, jika jauh dari orang yang mas cintai itu menyakitkan, begitu juga caca dan reza, mas paham sekarang " ucap Wina ketus dan langsung berdiri menuju kamarnya dan berpas- pasan dengan abi, lalu abi pun masuk dan menuju ruang keluarga dan meletakkan belanjaan nya, lisa dan Utari pun turun ke bawah.
" papa pulang.. " ucap Utari sembari duduk di sofa dan memangku baby Arya
" Utari.. sini biar papa memangku cucu papa " ucap Bram yang mengulurkan ke dua tangan nya, Utari pun memberikan baby Arya pada Bram .
" eum.. Arya sanjaya.. cucu opa.. besar kelak nanti seperti papa mu ya.. pemberani, cerdas seperti mama mu, " ucap Bram pada cucunya, Utari yang mendengar pun hanya tersenyum,
__ADS_1
" abi.. kenapa banyak sekali kamu membeli barang barang Arya, dan mainan nya, Arya belum mengerti sayang " ucap Utari yang melihat belanjaan di atas meja dan melihat abi yang duduk di sofa.
" bukan aku yang membeli, tapi mama, kamu tau sendiri mama jika sudah melihat mainan anak anak, kalau bisa semua mama beli " ucap abi.
" sudah biar aku yang membawanya ke kamar dan sebagian di simpan di lemari nanti jika Arya sudah paham mainan, baru berikan padanya, " ucap abi yang langsung membereskan mainan Arya.
" abi.. " panggil syasa " kakak bisa bicara sebentar " sambung nya lagi
" kakak.. kapan datang,? " jawab abi yang menghampiri syasa dan langsung memeluk syasa
" baru saja.. , kakak dan dewa ingin berbicara dengan mu, bisa ikut kakak ke taman sebentar " tanya syasa serius, lalu abi melihat Bram yang sedang asyik menimang Arya
" kak dewa.. apa kabar.. ? " tanya abi pada dewa lalu memeluk dewa sekilas
" abi... mama sudah menceritakan semua lewat telfon masalah caca dan reza, maaf kami baru bisa datang saat ada masalah seperti ini, karena kami baru saja pulang dari London ,dan sekarang aku tidak repot repot lagi mencari saudara Ricard " ucap dewa yang langsung duduk di kursi taman, abi pun duduk di kursi di depan nya sedangkan syasa bermain bersama anak anaknya
" aku menyayangkan tindakan papa pada reza, tapi aku tau maksud papa ingin yang terbaik untuk anak nya, " ucap dewa yang mulai serius
" jadi kamu sudah menikah kan mereka? " tanya dewa memandang abi.
__ADS_1
" sudah kak.., aku tidak mau caca berbuat nekat hanya untuk mereka bersama "
" baiklah.. saat aku membunuh Ricard, satu minggu setelah nya pengacara nya menghubungi ku, dan menitipkan aset aset berupa rumah, apartemen, dan juga hotel nya yang ada di London, semua di titip kan pada ku,karena pengacara nya yakin aku pasti menemukan adik Ricard, tapi semua ini aku sembunyikan dari kakak mu syasa dan aku memilih untuk diam dari nya. diam diam aku mencari tahu soal adik Ricard tapi tidak ada titik temu, tapi sudahlah mungkin belum waktunya. hingga akhir nya mama menelfon syasa dan menceritakan semuanya. "
" lalu apa rencana kak dewa " tanya abi menatap wajah serius dewa
" aku akan menyerahkan aset Ricard pada adiknya , karena Ricard tidak mempunyai istri dan anak. " jelas reza
" kak.. apa nanti tidak bermasalah dengan harta atau aset Ricard jika kakak serahkan pada reza, aku takut berdampak pada caca " tanya abi
" tidak abi.. aset yang akan aku serahkan ini murni punya Richard, Ricard tidak ada hubungan nya dengan ayah nya, sama dengan reza, beda nya Ricard hanya dendam dengan mama dan ingin melampiaskan nya pada kakak mu syasa, yah.. aku akui Ricard dulu masih di jaga anak buah ayah nya. " jawab dewa di iringi senyum.
" syukur lah.. kalau begitu, aku jadi lega kak.. sekarang tinggal papa, papa sangat menentang reza dan bianca, tidak tau samapi kapan. " ucap abi dan melihat syasa sedang menggendong anaknya yang paling kecil
" waktu yang akan menjawabnya, " jelas dewa di iringi senyum.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
Terima kasih😘💕
__ADS_1