
"selamat sore nona Bianca " sapa boy, saat Bianca tiba di sekolah bela diri milik pak Bima yang sekarang di bawah pimpinan abi dan dikelola boy pengawal Wina dahulu
" sore om.. eum.. om sudah tau maksud kedatangan ku " tanya Bianca sopan
"sudah nona.. nyonya Wina sudah memberitahu maksud kedatangan nona, dan saya sudah menyiapkan beberapa orang kepercayaan saya untuk nona pilih menjadi Pengawal pribadi anda nona " jawab boy.
" ok.. ayo.. aku mau melihat mereka om.. , " ajak Bianca masuk kedalam ruangan latihan bela diri
" mari.. " ajak boy masuk kedalam
" nona.. kalau boleh tau, bukankah anda juga bisa Bella diri, kenapa membutuhkan pengawalan " tanya boy sembari berjalan di Lorong sekolah
" eum.. aku hanya butuh pengawalan dari kerumunan penggemar saja om.. om tau sendiri, penggemar sekarang terkadang suka menjambak, mencakar dan mencubit, mungkin karena gemas atau apa, dan saya tidak mau itu terjadi " ucap Bianca menjelaskan.
sepanjang boy dan Bianca masuk ke dalam banyak mata yang melihat Bianca, dan berhenti berlatih, mereka semua tahu jika Bianca adalah primadona kota surabaya, dan sekaligus putri Bram sanjaya,
" om.. itu yang sedang berlatih siapa om, " tanya Bianca yang melihat seseorang yang sedangkan berlatih di sudut ruangan.
" apa nona melupakan laki laki itu, dia reza nona ,pengawal anda sewaktu anda sekolah dasar kelas 6 , waktu itu nona 12 tahun dan reza 24 tahun dan sekarang dia 30 tahun " jelas boy
" reza..? eum.. oh iya saya ingat om.. mungkin ingatan ku tak begitu tajam untuk mengingat seseorang, justru ingatan om lebih tajam dari pada saya, padahal om usianya jauh lebih tua daripada papa " ucapan Bianca sembari tertawa kecil
__ADS_1
" dan nona baru 18 tahun " ucap boy dan tertawa,
" om.. aku mau reza lagi yang menjadi pengawal pribadi ku, " pinta Bianca,
" sebenarnya saya sudah menyiapkan Pengawal yang usia nya jauh lebih muda untuk anda nona, tapi jika anda menginginkan reza , baiklah " ucap boy sembari tersenyum
" reza..!! panggil boy lalu reza berhenti dari latihan nya dan menghampiri boy dan Bianca
" ya sensei.. anda memanggil saya " jawab reza saat sudah di hadapan boy dan Bianca
" apa kamu masih ingat dengan nona ini " ucap boy, reza pun memperhatikan Bianca
" ya ini aku caca, ternyata ingatan mu tajam reza, bahkan aku melupakan dirimu, jika tidak om boy yang memberitahu ku, mungkin aku benar-benar lupa pada pengawal ku sewaktu kelas 6 SD" jawab Bianca sembari tersenyum dan terus memperhatikan reza
" aku memang tidak pantas ada di ingatkan anda nona " jawab reza dan terus tersenyum memandang Bianca.
" reza.. nona Bianca meminta mu untuk menjadi pengawalnya kembali, apa kamu bersedia? " tanya boy
" untuk keluarga sanjaya, saya selalu bersedia sensei " jawab reza pasti
" nona kapan anda memerlukan Pengawalan " tanya boy.
__ADS_1
" eum.. besok, tapi untuk kali ini, aku butuh pengawalan dan sopir pribadi, apa reza sanggup, karena aku tidak mungkin membawa mobil sendiri, bisa bisa papa mengamuk dan sopir ku yang dulu sudah menjadi sopir kak Utari, jika kak abi berangkat bekerja lebih dulu " jelas Bianca dan memandang reza mencari jawaban bersedia atau tidak
" bagaimana reza, apa kamu sanggup " tanya boy
" tenang lah untuk gaji mu saya akan memberikan 2 kali lipat, " ucap Bianca meyakinkan
" eum.. baik lah.. saya sanggup ' ucap reza yakin dan tersenyum kearah Bianca.
" baiklah.. sampai bertemu besok di rumah, dan kamu harus siap mengawal ku kemana saja termasuk ke luar kota " ucap Bianca pada reza yang di iringi senyum Yang terus mengembang.
" baik nona, besok saya akan datang tepat waktu " jawab reza meyakinkan di iringi senyum sopan.
" ok.. saya tunggu dan sampai bertemu besok pagi di rumah " ucap Bianca, lalu pergi dari hadapan reza dan menuju keluar dari ruang Latihan. dan menuju parkiran mobil dan di antar boy
" mari om.. " ucap Bianca saat sudah di dalam mobil lalu, boy hanya melambaikan tangan saat mobil yang di kendarai sang sopir mulai melaju menuju rumah.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1