CERITA CINTA

CERITA CINTA
44


__ADS_3

" maaf nona.. kita sudah sampai di kampus " ucap reza saat sudah sampai di pelataran kampus


" baik lah .. eum.. reza kamu tunggu di mobil saja biar aku menyelesaikan administrasi sendiri, " ucap Bianca santai


" apa tidak apa apa nona " tanya reza


" tidak apa apa, aku mengunakan masker jadi tidak ada yang tahu aku siapa " ucap Bianca sembari mengunakan masker lalu keluar mobil dan masuk kedalam kampus.


setelah satu jam menyelesaikan adminstrasi kampus Bianca pun kembali keparkiran dan dan masuk kedalam mobil.


" nona apa sudah selesai urusan nya " tanya reza saat Bianca masuk kedalam mobil


" sudah reza, eum.. antar kan aku ke rumah joshua ,jalan cemara no 5 , " pinta Bianca yang sedari tadi menahan air matanya dan menggunakan kaca mata hitam nya,


" baik nona, eum.. apa nona tidak jadi ke kantor tuan doni " ucap reza sembari melajukan mobil nya keluar dari pelataran kampus


" jangan banyak bertanya reza, fokuslah menyetir " jawab Bianca yang sudah pecah tangisan nya,, dan membuka kaca mata dan maskernya, reza pun tidak berani lagi untuk menanyakan apa yang sedang terjadi, dan membiarkan Bianca menangis.


" apa yang sebenarnya terjadi, kenapa tangisan nona Bianca begitu pilu " ucap reza dalam hati.


" jo.. kenapa semua ini terjadi, kenapa? " ucap nya lirih dalam isak tangis nya.


sepanjang perjalanan menuju rumah joshua bianca tak henti henti nya menangis. hingga reza pun iba melihat nya.


" nona apa benar ini rumah yang anda maksud " ucap reza pada Bianca saat sudah sampai di rumah joshua


" iya.. ayo temani aku sebentar " ucap Bianca sembari menghapus air matanya.lalu mengunakan kaca mata hitam nya agar tidak terlihat mata sembab nya


" baik nona.. " ucap reza lalu turun bersamaan dengan Bianca.


" permisi.. " ucap Bianca saat berdiri di pintu gerbang dan melihat ada asisten rumah tangga sedang menyapu halaman.


" ya.. nona, nona mencari siapa.. " ucap sang asisten rumah tangga sopan


" mbok ratmi .. ini saya Bianca.." ucap Bianca lembut dan sopan dan membuka kacamata nya


" astaga.. nona caca.. " ucap Ratmi terkejut lalu membuka pintu gerbang nya.


" mbok.. aku ingin bertemu tante jeni dan om dio " ucap Bianca setelah Ratmi membuka pintu Gerbang nya

__ADS_1


" masuk non.. nyonya ada di dalam,tapi tuan rio sedang bekerja " ucap mbok Ratmi mempersilahkan bianca masuk, namun ratmi memandang reza yang berdiri di belakang bianca,dengan mengunakan setelan jas rapi, khusus untuk para bodyguard keluarga sanjaya, Bianca tau jika mbok ratmi melihat reza dengan tatapan tanda tanya.


" mbok biarkan dia ikut masuk, dia pengawal pribadi ku " ucap Bianca melihat mbok ratmi,


" baiklah non, silahkan den.. " ucap ratmi mempersilahkan reza untuk ikut masuk kedalam.


ratmi membawa Bianca dan reza untuk menemui jeni dan dio, Ratmi membawa langsung ke ruang keluarga.


" nyonya , ada Nona Bianca " ucap ratmi saat sudah sampai ke ruang keluarga.


" caca..! ucap jeni yang langsung menghampiri Bianca dan memeluk nya


" tante katakan apa yang sebenarnya terjadi , aku bertemu reya di kampus dan reya mengatakan jika joshua..." ucap Bianca mengantung karena Bianca sudah tidak tahan dengan dada nya yang sesak akhir nya ia pun menangis sejadi jadinya


" duduk lah akan tante ceritkan semua nya " ucap jeni yang mengajak Bianca duduk di sofa


" Caca.. joshua .. joshua meninggal 2 bulan yang lalu, karena kecelakaan motor, dia berpesan pada tante di saat terakhir nya agar memberimu semangat untuk terus belajar, dan melarang tante untuk memberitahu jika.. " ucap jenis yang tak sanggup melanjutkan kalimatnya dan ikut menangis


"tante yang selama ini membalas pesan mu agar kamu belajar dengan baik di London .. " ucap jeni di sela tangis nya, begitu juga dengan Bianca yang sedari tadi menangis sejadi jadinya, reza dan ratmi yang melihat tangisan Bianca pun ikut meneteskan air matanya


" jo.... !! kenapa kamu pergi meninggalkan ku tanpa pesan apa pun, " ucap Bianca disela isak tangis nya


" ca.. tunggu sebentar " ucap jeni lalu menuju kekamar joshua, tak lama jeni pun keluar dan membawa sesuatu.


" jo.. " ucap lirih Bianca dan membuka kotak kecil peninggalan joshua


" gelang.. ! tante.. " ucap bianca yang langsung berhambur di pelukan jeni


" maafkan tante ca.. tante tidak bermaksud berbohong atas kepergian joshua, karena tante juga tidak mau menganggu study mu" ucap jeni berusaha tegar


" tante caca izin ingin mengunjungi makam joshua " ucap Bianca yang masih menangis


" tidak perlu meminta izin ca.. jika kamu ingin ke makam joshua, silakan kapan saja kamu mau " ucap jeni dan menghapus air mata Bianca.


" apa tante tidak memberi tahu orang tua ku, jika joshua tiada? " tanya Bianca sembari memegang erat gelang dari joshua


" tidak ca.. maaf om dio melarang tante untung memberitahu keluarga mu, karena nanti papa atau mama mu pasti menghubungi mu dan malah mengganggu belajar mu " jelas jeni dan mengusap kepala Bianca


" tante..kalau begitu caca pamit, salam untuk om dio " ucap Bianca dan menghapus air matanya, Bianca pun melangkah keluar rumah joshua dengan hati yang begitu hancur, namun ia berusaha tegar menerima kenyataan bahwa cinta pertama nya telah tiada.

__ADS_1


" nyonya, kami permisi, " pamit reza lalu menyusul Bianca.


" mbok itu siapa caca " tanya jeni pada ratmi


" itu pengawal pribadi nona Bianca nyonya " jelas ratmi lalu ratmi pergi ke belakang.


" mari nona.. " ucap reza membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Bianca


" Terima kasih " jawab datar lalu masuk kedalam mobil,


"reza. " panggil Bianca saat reza hendak menutup pintu mobil


" ya nona.. "


" duduk dulu sebentar di sebelah ku " ucap Bianca sembari menggeser duduk nya,


" tapi nona.. " jawab reza ragu


" jangan membantah reza " ucap Bianca sendu, dengan terpaksa reza menuruti perintah Bianca dan duduk di sebelah Bianca


setelah duduk reza hanya diam tak tau harus berbuat apa dan hanya melihat Bianca menangis.


"maaf reza aku pinjam pundak mu sebentar " ucap Bianca yang sudah menenggelamkan wajahnya di pundak reza dan tangan Bianca memegang erat lengan kekar reza, reza hanya diam dan tak tau harus berbuat apa.


" jo.. kenapa kamu pergi begitu cepat tanpa pesan apa pun, seharusnya aku yang memberi mu kejutan tapi justru dirimu yang mengejutkan ku " ucap lirih Bianca di sela tangis nya dan masih meremas lengan reza. tiba tiba ponsel Bianca berdering namun tidak di hiraukan,


" nona, ponsel Anda berdering lagi " ucap reza memberitahu Bianca , lalu Bianca mencari ponsel nya di tas nya dan mengangkat telepon tanpa melihat siapa yang menelpon


" hallo.. " jawab Bianca dengan suara yang di buat senormal mungkin


" ca.. apa urusan mu sudah selesai di kampus, kamu sudah di tunggu Mario " ucap doni dari sebrang telepon


" ah.. iya om setengah jam lagi caca sampai kantor om, ini baru keluar dari kampus om.. " bohong caca


" baiklah om tunggu.. " ucap doni dari Seberang telepon lalu mematikan sambungan telepon nya


" reza.. Terima kasih, dan ayo kita ke kantor om doni " ucap Bianca sendu.dan langsung memakai kaca mata nya, reza pun kembali ke tempat kemudian lalu melajukan mobil nya menuju kantor doni.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2