CERITA CINTA

CERITA CINTA
27


__ADS_3

dua hari kemudian


" apa maksud papa memberikan gambar anak SD pada ku ..? " ucap putra tiba tiba saat baru sampai di rumah dan menuju ruang keluarga, semua yang mendengar ucapan putra pun terkejut terlebih saat putra melempar gambar hasil karya utari


" putra ..papa hanya memberikan mu solusi, dan gambar ini belum sempurna, kamu bisa menyempurnakan dengan tim khusus mu ,tapi jika kamu tidak setuju tidak perlu melempar karya orang lain " ucap Bram sembari berdiri


" prodak ini nanti nya kita pasarkan ke benyak konsume pa, jika contoh nya kemasan gambar seperti gambar anak SD ,mana mungkin konsumen akan tertarik " ucap putra sedikit emosi


" aku bisa memperbaiki gambar nya " ucap Utari tanpa sadar dan meraih gambar yang putra lempar di meja


" apa..? apa yang kamu lakukan, kamu tidak tau apa apa ! jawab putra emosi,


" maaf kak tapi aku bisa memperbaiki nya " ucap Utari sekali lagi


" kamu ingin menjadi pahlawan kesiangan, kamu tau apa tentang disain prodak hah..! apa kamu pernah sekolah disain , tak perlu ikut campur, sekolah mu hanya perhotelan ! " bentak putra pada Utari, tak terasa air mata Utari mengalir


" cukup putra..! bentak Bram setelah melihat Utari menangis

__ADS_1


" apa yang aku katakan benar pa.., hanya orang bodoh menggambar seperti itu " ucap putra sekali lagi. Utari yang mendengar penuturan putra pun terkejut dan air matanya semakin deras


" cukup kak.. aku memang bodoh, aku memang tidak pernah sekolah disain, dan ini gambar ku, papa yang membawa nya ke kantor, bahkan aku tidak tau jika gambar ku ini akan papa ajukan menjadi sebuah kemasan prodak kakak dan Terima kasih sudah mengingatkan tingkat pendidikan ku, tapi setidaknya aku bisa menghargai karya seseorang " ucap Utari tegas


" apa kakak sendiri bisa menggambar seperti ini,? apa kakak juga tau mendisain gambar seperti ini ? jika kakak bisa mana mungkin kakak mencari seseorang yang bisa mendisain gambar seperti ini " ucap Utari yang langsung berlari menuju ke atas. putra hanya terdiam mendengar Ucap Utari


" bagaimana rasanya perkataan mu di kembalikan lagi pada mu, kamu memang tidak pernah berubah putra, " ucap abi tiba tiba yang sedari tadi menyaksikan perdebatan Utari dan putra, karena ia baru saja pulang bekerja.


" kenapa sekarang kamu tidak menghargai orang lain putra mama kecewa pada mu, mama tidak pernah mengajarkan mu seperti itu " ucap Wina penuh kekecewaan dan langsung masuk ke kamar, sedangkan Bram dan putra duduk di sofa dan saling diam


" aku bodoh abi... aku tidak mau lagi menggambar, jangan menghalangi ku, orang yang pantas mendisain gambar seperti ini hanyalah orang yang sekolah nya tinggi " jawab Utari dalam isak tangis dan emosi nya dan srrreeeeekkkk gambar yang Utari pegang berhamburan di lantai bawah dan mengenai Bram dan putra,


" cukup jangan menangis seperti ini, ku mohon " ucap abi lembut dan langsung memeluk Utari, lalu abi membawanya ke kamar.


bram mengambil gambar hasil Utari yang berserakan di bawah satu persatu, dan melihat nya satu persatu.


" kamu sudah mematahkan mimpi adik ipar mu, " ucap Bram lalu meletakkan gambar gambar Utari di meja kemudian Bram meninggalkan putra di ruang keluarga sendiri.

__ADS_1


🔸


" tolong diam lah.. jangan menangis lagi " ucap abi lembut dan memandang wajah Utari yang masih menangis, sembari mengenggam tangan Utari


" aku tidak mau lagi mengambar abi.. aku tidak mau.. " ucap Utari dalam Isak tangis nya,


" iya... tidak perlu menggambar untuk putra, tapi kamu mau kan menggambar untuk ku " ucap abi menghibur Utari, dan tersenyum


" eum.. hanya untuk mu " ucap Utari yang masih menangis sembari menganggukan kepala nya dan langsung memeluk abi


" nanti saja aku sampai kan niat ku, biarkan kamu tenang dulu " ucap abi dalam hatinya


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote, like, komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2