
Utari tak menyadari perubahan tubuh nya yang semakin berisi, yang ia rasakan hanya rasa lapar setiap saat, walaupun tengah malam ia diam diam mencari makanan di lemari pendingin, dan memakan nya di depan lemari pendingin dan duduk di lantai. dan siang ini setelah dari pasar ia membuat cemilan sendiri dan enggan memakan nasi,
" sekarang Akhir bulan... tanggal 30, tidak terasa aku berjualan sudah hampir satu bulan" ucap Utari sembari menghitung uang hasil penjualan kue di ruang keluarga, dan duduk di bawah di depan meja dengan mulut nya yang tak berhenti untuk mengunyah cemilan yang ia buat sendiri.
" dan tamu tak di undang ku sebentar lagi datang, uh.. menyebalkan ,harus keluar masuk kamar mandi " gumam Utari, lalu menyelipkan uang nya di buku catatan nya
"rumah juga sepi papa mama ke sekolah juna, abi belum pulang,eum... " gumamnya lagi sembari meletakkan kepalanya di meja dan bertumpu dengan satu lengan nya
" abi.. merindukan mu.. " ucap lirih tak terasa matanya terpejam dan terlelap tidur dengan posisi kepala di atas meja bertumpukan satu lengan nya.
🔸
" putra.. kamu ada masalah dengan abi dan istri nya, setiap kita ke rumah mama, abi dan Utari terkesan ketus dan cuek pada mu? " tanya Damian saat berada di ruangan putra
" eum.. ya semua salah ku, aku tidak sengaja menyakiti hati Utari, dan tentunya abi tidak Terima " ucap putra santai namun dengan rasa bersalah.
" dan kamu orang paling gengsi meminta maaf terlebih dahulu " ucap Damian memastikan
" masalah nya apa sampai ucapan mu itu menyakiti hati Utari " tanya Damian, lalu putra pun menceritakan semua pangkal masalah nya.
" pantas saja abi terlihat seperti itu, seharusnya kamu meminta maaf, Utari itu punya potensi putra, banyak hal yang masih terpendam dalam diri nya, yah.. walaupun terkadang tingkah konyol nya membuat kita selalu Menganggap dia bodoh . " jelas Damian
" sudahlah.. jangan membahasnya lagi, dan beritahu aku kapan jadwal ku senggang " tanya putra
" jadwal mu masih padat sampai akhir bulan depan " jelas Damian
" Ya Terima kasih.. " ucap putra lalu melanjutkan pekerjaan nya
" maafkan aku lisa, aku belum mempunyai waktu untuk mu " ucap putra dalam hati
🔸
__ADS_1
" Rita aku pulang cepat hari ini, jika ada masalah tolong kamu yang menangani nya " ucap abi tegas, lalu keluar dari ruangan nya. dan langsung menuju parkiran. sebelum ia menaiki motor ia mengecek ponsel nya
" Utari, kamu memang menggemaskan akhir akhir ini , aku selalu merindukanmu " ucap nya saat melihat ponsel nya dan membaca pesan dari Utari
lalu abi segera bergegas pulang, namun sebelum itu ia membelikan pesanan Utari. setelah membeli pesanan Utari abi langsung menuju rumah. setelah menempuh jarak setengah jam abi pun sampai ke rumah
" sayang.. aku pulang.. " teriak abi sembari berjalan menuju ke dalam rumah
" astaga.. pantas saja tidak ada suara " ucap abi setelah mendapati Utari tertidur di ruang keluarga dengan posisi kepala di meja dengan bertumpu satu lengan nya
" sayang... " ucap abi lembut dan mengusap rambutnya Utari dan duduk di bawah di sebelah Utari
" eum.. abi.. " ucap Utari saat matanya terbuka dan mengangkat kepala nya lalu memeluk abi
" abi merindukan mu " ucap Utari saat memeluk abi
" hai.. setiap hari kita bertemu " jawab abi keheranan karena Utari tidak semanja seperti biasanya
" iya tapi akhir akhir ini aku lebih sering merindukan " ucap Utari lalu melepaskan pelukan nya dan memandang lekat wajah abi tanpa aba aba Utari mencium bibir abi, abi sedikit terkejut dengan perubahan Utari akhir akhir ini, ia hanya bisa menuruti saja.
" ini, dan cuci tangan dan wajah mu terlebih dahulu " ucap abi yang langsung bergegas mencuci tangan nya di ikuti abi, lalu kembali lagi ke ruang tamu dan membuka boks pizza nya
" eum.. aromanya semakin membuat ku lapar " ucap Utari yang langsung memakan nya setelah berdoa
" apa kamu belum makan apa pun " tanya abi
" belum aku hanya makan kue dan cemilan serta bakso tadi pagi di pasar " Jawa Utari santai sembari mengunyah pizza nya
" jadi kamu belum makan nasi? " tanya abi sekali lagi
" tidak... akhir akhir ini aku suka mual melihat nasi " jawab Utari santai
__ADS_1
" jangan jangan... eum.. nanti saja jika sudah pasti " ucap abi dalam hati
" nanti malam aku mengundang farhan datang kemari ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan nya " ucap abi memberikan tahu
" membicarakan apa? " tanya Utari sambil mengambil potongan ke dua pizza nya
" nanti saja, ini juga berkaitan dengan mu " jelas abi, Utari hanya mengangguk
" kakak.. juna mau pizza nya " ucap juna tiba tiba saat menghampiri Utari dan abi dan langsung ikut duduk di bawah karena ia baru saja pulang dari sekolah bersama Bram dan Wina
" cuci tangan dulu arjuna nya Srikandi " ucap Utari yang yang langsung menarik kotak pizza nya karena juna ingin mengambil sebelum mencuci tangan nya, abi, Bram dan Wina hanya tertawa mendengar ucapan Utari
" iya kak lupa.. " ucap juna dan menyunggingkan senyumannya
" mari ma.. pa.. makan pizza bersama-sama " ucap Utari menawari
" sudah.. makan lah, papa dan mama sudah makan di luar " jawab Wina lalu berjalan menuju kamar bersama Bram.
" kak.. nilai ku semester ini meningkat , ini berkat kakak yang selalu membantu ku belajar. " ucap juna saat sudah ikut bergabung memakan pizza
" bagus.. belajar terus yang rajin ok.. " jawab Utari
" kak.. kakak sekarang agak gemuk, over dosis makan kue atau over dosis cinta nya kak abi " ucap juna mengoda Utari lalu berlari ke kamarnya dan membawa pizza di tangan nya
" juna.. !! kamu selalu mengoda kakak , awas saja nanti " ucap Utari kesal, abi yang mendengar ucapan dan ekpresi Utari hanya tertawa
" kamu juga menertawai ku, kalau aku gemuk " ucap Utari sembari mengerucut kan bibir nya
" tapi aku suka, dan kamu terlihat seksi " bisik Utari, Utari yang mendapat pujian dari abi pipinya langsung merah seperti tomat.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen.
Terima kasih😘💕