
" selamat abi.. istri mu mengandung, dan kandungan nya berjalan 6 minggu " ucap dokter sekaligus teman abi
" serius Rama.. istri ku mengandung.. " ucap abi kegirangan
" iya abi sejak kapan aku berbohong, aku ini dokter " jawab Rama
" dokter.. aku yang hamil kenapa abi yang mendapatkan selamat " ucap utari tiba tiba, abi dan Rama pun saling memandang, rama tau jika utari adalah gadis polos
" ah.. iya nona selamat atas kehamilan anda " ucap Rama dan tersenyum
" Terima kasih dok.. " ucap utari dan tersenyum lalu ia mengusap perutnya
" abi.. ini resep vitamin tambahan untuk istrimu, dan jika tidak bisa memakan nasi tidak apa apa, bisa di ganti dengan yang lain misal kentang, jagung,dan yang lainnya dan jangan lupa tetep makanan yang bergizi, dan hindari terlalu banyak makan dan minuman yang mengandung gula "
" baik Rama ..Terima kasih.. " ucap abi dan bersalaman degan Rama lalu meraih jemari utari dan mengajak nya keluar
" abi aku belum bersalaman dengan dokter Rama " ucap utari yang berjalan mengikuti langkah abi menuju pintu
" tidak perlu.. ayo, sudah banyak mengantri " ucap abi yang langsung merangkul utari, Rama yang melihat tingkah polos utari hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum
" abi.. abi.. tingkah istri mu begitu polos " ucap Rama saat abi dan utari keluar dari ruangan nya
🔸
" sayang duduk lah.. " pintar Bram pada Wina, agar duduk, karena sedari tadi ia berjalan kemari menunggu kedatangan abi dan utari
" aku penasaran mas.. " ucap Wina yang langsung duduk di sebelah Bram
" penasaran apa ma.. " tanya putra tiba tiba datang bersama juna, lalu juna pun menuju kamarnya
" em.. uta.. ? " ucap Wina mengantung karena tiba tiba Utari datang bersama abi
" mama.. !! " panggil Utari sembari berjalan menuju ruang keluarga dan utari dan abi sudah duduk di sebelah nya Wina
__ADS_1
" ma.. eum... positif.. " ucap utari sedikit malu sembari mengusap perutnya,
"utari positif hamil ma.. " ucap abi meyakinkan dan tersenyum
" alhamdulillah sayang.. benar dugaan mama akhir akhir ini "ucap Wina penuh bahagia dan memeluk utari
" selamat ya.. mama ikut bahagia mendengar nya " ucap Wina saat melepas pelukan nya
" Terima kasih ma.. cucu mama akan bertambah " ucap utari di iringi tawa kecil
" selamat ya nak.. dan abi jaga istri mu baik baik dan sabar dengan keinginan utari selama kehamilan nya " ucap Bram pada utari dan abi,
" katakan kamu menginginkan apa dari papa " ucap Bram menawarkan sesuatu pada utari
" eum.. tidak pa.. utari tidak menginginkan apa apa, cukup abi mempunyai banyak waktu untuk utari, karena utari tidak mau jauh dari abi " ucap utari yang memandang abi
" itu sudah pasti sayang kalau tidak mempunyai banyak waktu dengan mu, mana mungkin kamu sekarang hamil " ucap abi santai, Utari yang mendengar ucapan abi hanya tersenyum ke arah nya
putra yang mendengar Ucap utari dan abi pun mulai berfikir dan mengingat lisa karena selama ini ia mementingkan pekerjaan,
" mama.. ! panggil putri tiba tiba
" astaga.. kamu selalu membuat mama terkejut putri " ucap Wina sedikit kesal
" ma ini ini hadiah untuk mama " ucap putri dan memberi kotak kecil pada Wina, Wina pun mulai membuka kotak kecil dari putri
" astaga... jadi kamu hamil.. " ucap Wina terkejut
" eum.. " jawab putri singkat dan mengangguk Wina pun langsung memeluk putri
" kakak.. hamil.. ? " tanya utari
" iya utari.. ini keponakan kamu, " jawab putri Langsung duduk sebelah putra
__ADS_1
" aku juga kak.. " ucap Ustari memberitahu
" serius.. ? serius ma utari hamil.. ? " tanya putri penasaran
" iya.. kenapa kamu tidak percaya dengan ku, " ucap abi menimpali
" jago juga kamu " ucap putri pada abi
" jago..? memang nya abi ayam kak? " tanya utari, seketika putri pun tertawa, putra, abi dan Wina serta Bram hanya tertawa sembari menutupi wajah nya
" eum.. maksudnya abi jago membuat adonan kue, hem.. iya " jelas putri sedikit menahan tawa.
" ya jago, aku yang mengajari abi membuat kue " ucap utari polos dan tersenyum ke arah abi, abi yang mendengar pun hanya mengusap kasar wajah nya
" sudah jangan di lanjutkan, " ucap abi lalu menarik utari dan mengajak kekamar
" abi.. mau kemana? " tanya utari saat menaiki tangga dan abi masih memegang tangan nya
" membuat adonan kue ?
" adonan kue di dapur bukan ke kamar " jawab utari bingung, putri yang mendengar tertawa terpingkal pingkal, sedang Wina tertawa tanpa suara, Bram hanya geleng-geleng kepala dan menahan tawa, putra, hanya menggaruk tengkuknya
" ma.. kenapa utari seperti itu lagi " tanya putri
" entahlah, mungkin bawaan kehamilan nya " jawab Wina
" tapi abi sabar menghadapi kepolosan nya dan manjanya, " ucap putri
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
Terima kasih😘💕
vote ya, like komen
__ADS_1