CERITA CINTA

CERITA CINTA
77


__ADS_3

🔸 rumah reza


" sayang.. sudah.. jangan menangis lagi eum.. masih ada aku, " ucap reza menenangkan bianca yang sedari tadi menangis, dan duduk di sofa ,direngkuh nya tubuh bianca ke pelukan nya


"reza.. " ucap bianca lirih, dan mempererat pelukan nya, " papa jahat, jahat reza.. " ucap nya lagi


" ssssttt.. " ucap reza menempel kan telunjuk jarinya ke bibir bianca " tidak boleh berbicara seperti itu, papa terlalu amat sayang pada mu, " ucap reza menatap dalam sorot mata bianca, nampak kesedihan dan kekecewaan di dalam nya,


"sudah..eum.. " ucap reza lalu menghapus air mata bianca, dan mengecup keningnya " sekarang kamu fokus kuliah, untuk biaya biar suami mu yang tampan ini menanggung nya, uang mu simpan " ucap reza sambil tersenyum untuk menghibur bianca, bianca pun tersenyum ia sangat bersyukur mempunyai suami yang sangat pengertian dan memanjakan nya.


" Terima kasih reza, " ucap nya lalu memeluk reza, " reza aku ada sesuatu untuk mu " ucap bianca sabari mengusap sisa air matanya dan mengeluarkan sebuah kertas di dalam tas


" ini.. waku jam istirahat aku mencoba mendisain gambar baju dan jaket, " ucap nya bianca sembari memberikan kertas gambar disain karakter kartun


" wow.. ternyata kamu jago Menggambar, eum.. ok, sepertinya aku menemukan partner yang tepat, partner hidup dan bisnis, bagaimana jika kita kerja sama membesarkan clothing line kita, nanti kamu bisa membuat brend sendiri, kita tunjukkan pada mama dan papa, kita bisa sukses " ucap reza memandang bianca dengan senyum yang terus melengkung


" ide bagus, dari pada uang ku hanya mengendap, lebih baik aku kembangkan, reza.. Terima kasih, kamu memang suami hebat. " ucap bianca penuh semangat, dan menggenggam jemari reza


" dan aku masih bisa menjadi model brend ku sendiri, aku akan memberi nama brand clothing line ku " BIA " " ucap bianca menerawang , reza hanya tersenyum melihat istri sangat antusias.


" dan kita juga bisa menggabungkan dua brand kita sayang.. " BIZA " " ucap reza

__ADS_1


" BIZA ? " tanya bianca, penasaran " ya.. BIZA , bianca reza " ucap reza lalu tersenyum


" eum.. ide bagus reza... leptop.. mana leptop ku, " ucap bianca lalu bergegas menuju ruang santai di ikuti reza, lalu ia duduk di bawah dan membuka leptop nya yang berada di atas meja, dan mulai membuat konsep apa yang ada di dalam otaknya mengenai clothing line nya. reza tersenyum melihat bianca begitu antusias mengerjakan apa yang ada di pikirannya, ia membiarkan bianca terlebih dahulu dan tidak mau menganggu, reza memilih untuk mengangkat jemuran yang tadi pagi ia jemur dan melipat nya dan sementara ia letakan di tempat menggosok baju.


tak terasa jam menunjukkan pukul 4 sore, reza bergegas memasak untuk makan malam nya nanti bersama bianca, dan sesekali melihat bianca yang masih sibuk di depan leptop nya.


" aku tau sayang, kamu gadis ambisius, pantang menyerah, aku yakin kamu akan sukses walau tidak menjadi model lagi, karena sebenarnya jiwa mu adalah pembisnis seperti semua keluarga mu " ucap reza dalam hati dan Melihat bianca sembari memasak di dapur.


selang satu jam lebih, reza sudah selesai memasak lalu menghampiri bianca yang masih sibuk di depan leptop,


" sayang.. sudah.. kamu sudah berjam jam di depan leptop, saatnya mandi, sudah sangat sore eum.. " ucap reza dan mencium pipi bianca, " iya sebentar, sedikit lagi.. " ucap bianca yang matanya tetap fokus di depan leptop, " sayang.... " ucap reza lagi " eum.." ucap bianca singkat, namun masih sibuk di depan leptop, seolah mengabaikan perintah reza, reza pun diam diam menyelipkan jemari nya di balik baju bianca dan meraba perut bianca, lalu semakin ke atas dan masuk ke penutup dada bianca.


" reza hentikan , geli reza..jangan menggoda ku " ucap bianca memandang reza kesal, reza pun hanya tertawa kecil dan balik memandang wajah kesal bianca


" ok.. kenapa tidak sekarang, " goda bianca, meraba paha reza, " jangan, aku letih eum.. " jawab reza lembut dan mengecup kening bianca, " Baik lah, kalau begitu aku mandi, " ucap bianca dan bergegas ke kamar, sedangkan reza pun mandi di kamar yang satunya,


" reza kamu sudah mandi " tanya bianca saat keluar dari kamar mandi dan melihat reza menggunakan handuk di pinggang nya dan sedang berdiri di depan lemari mencari kaosnya


" sudah.. aku sudah mandi, di kamar mandi di kamar satunya. " ucap reza sambari mengenakan kaosnya dan menghadap bianca yang masih melilitkan handuk di dadanya


" reza.. " ucap bianca menggoda reza dengan membuka handuknya di depan reza, dan tersenyum nakal

__ADS_1


" astaga.. sayang..! " Pekik reza dan langsung menghampiri bianca dan menutup tubuh bianca dengan handuk nya, bianca tak henti nya tertawa melihat ekpresi wajah gugup reza.


" maaf reza.. aku sengaja menggoda mu, ternyata iman mu kuat juga " ucap bianca di iringi gelak tawa , reza hanya menggelengkan kepala nya, dan menghela nafas panjang nya dan sebenarnya detak jantung reza sudah tidak beraturan.


" ya Tuhan kenapa istri ku seperti ini " ucap reza dan mendongak ke atas lalu meletakkan kedua tangan nya di pinggang nya " sudah kenakan baju mu, ayo kita makan, aku sudah lapar, " ucap reza


" makan aku saja " jawab bianca menggoda dan tertawa sembari merentangkan tangan nya , mau tidak mau reza menghampiri nya dan mencium bibir bianca.


" sudah.. kenakan baju mu, aku tunggu di ruang makan eum.. " ucap reza dan sekilas mencium pipi bianca, lalu ia pun keluar kamar dengan detak jantung yang tak beraturan.


" hem... di kasih sekarang di tolak, reza payah, seharusnya dia yang harus lebih bersemangat, seperti pengantin baru pada umumnya, " ucap lirih bianca di iringi senyum sembari mengenakan kaos santai dan celana pendek di atas paha. lalu bianca sedikit berdandan lalu ia keluar kamar dan menghampiri reza yang sudah menunggu nya untuk makan malam


" astaga.. celana kamu sayang, itu terlalu pendek " ucap reza saat melihat bianca menghampiri nya dengan menggunakan celana pendek


" reza sudahlah, lagian ini di rumah dan hanya kamu yang melihat nya, "


" baiklah tapi jika keluar rumah jangan kamu mengenakan itu lagi seperti saat yang sudah sudah, sekarang kamu istri ku aku tidak mau paha mulus mu itu di lihat banyak orang, itu terlalu pendek sayang, bahkan itu mu.. ah sudah lah.. ayo makan " ucap reza yang tak sanggup melanjutkan kalimat nya karena celana bianca memang amat pendek, bianca hanya tersenyum melihat suami banyak bicara, bahkan ia sangat senang reza melarang nya, berarti reza benar benar sangat mencintai nya.


🔹🔹🔹🔹


vote, like, komen

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2