CERITA CINTA

CERITA CINTA
56


__ADS_3

" huh.. lelah nya.. ! " ucap bianca saat sudah sampai rumah dan duduk di sofa keluarga di susul Wina dan bran beserta kakak kakak nya


" ca.. " panggil Wina pada bianca, yang duduk bersandar di sandaran sofa sembari menonton acara TV


" ya ma.. " ucap bianca


" bukan kah kamu tadi pagi ingin ke distro, lalu ke gedung budaya, kenapa ada reza " tanya Wina menginterogasi


" mama.. iya tadi pagi aku memang ke distro, waktu aku ke distro aku bertemu dengan reza, reza juga ada di distro, " bohong bianca tentang pertemuan nya dengan reza


" mana belanjaan mu dari distro " ucap Wina,


" eum.. itu ma " jawab bianca menunjuk paper bag di atas meja, Wina pun melihat nya isi paper bag milik bianca


" jaket.. ? kamu bilang mau membeli kaos " ujar Wina


" iya, tapi tante intan keburu menelfon ku ma , aku lupa jika siang tadi ada peragaan busana pengantin milik tante intan, jadi, aku minta tolong reza untuk mengantarkan ku ke gedung budaya. " jelas bianca santai, tiba-tiba ponsel bianca berdering, lalu bianca pun mengambil ponsel nya di tasnya dan melihat nama di layar ponsel nya, setelah tau siapa nama di layar ponsel nya yang menghubungi nya ia pun tersenyum, lalu segara ia angkat.


" halo.. " ucap bianca lembut


" apa kamu sudah sampai rumah? " tanya seseorang di seberang telepon nya


" eum.. sudah.. , maaf aku lupa mengabari mu, aku sangat lelah " ucap bianca sembari melihat orang tuanya dan kakak kakak nya


" eum.. tidak apa apa, aku mengerti, dan istirahat lah " jawab seseorang tersebut


" iya.. Terima kasih, kamu juga " ucap bianca di iringi senyum, lalu memutuskan sambungan ponsel nya


" reza.. " ucap nya dalam hati dan tersenyum,


" siapa yang menelfon ca.. seperti kamu bahagia " tanya Bram penasaran, karena sedari tadi Bram memperhatikan bianca sedang berbicara di ponsel nya


" eum.. bukan siapa pa.. teman.. " kilah bianca


" dari beni atau Mario " ucap Bram asal.

__ADS_1


" iss.. papa.. kenapa papa selalu menggoda ku dengan beni dan Mario " jawab bianca kesal , abi yang sudah paham dengan bianca pun hanya tersenyum dan diam saja, abi ingin melihat seberapa lama bianca akan menyembunyikan hubungan nya dengan reza


"papa bukan menggoda mu, papa hanya bertanya? " ucap Bram santai dan tertawa kecil


" abi.. aku lapar " ucap Utari tiba tiba


" astaga.. sayang..tadi pulang kita sudah makan di restoran " ucap abi melihat Utari keheranan.


" laper lagi.. " ucap Utari manja dan menarik lengan abi.


" Hai apa kamu lapar, kenapa kamu selalu di fitnah mama mu " ucap abi pada perut Utari, Bram, Wina, putra, lisa serta bianca yang melihat tingkah abi dan Utari pun hanya tertawa


" mana mungkin aku memfitnah anak ku, aku yang lapar, bukan anak kita " ucap Utari lalu mencubit perut abi


" aw.. sakit sayang.. ya sudah.. mau makan apa eum.. ? " tanya abi lembut dan menarik hidung Utari


" sop daging buatan mu " ucap Utari menyunggingkan senyuman nya


" tunggu di sini aku buatkan " ucap abi lalu bergegas menuju dapur


" ma.. tiga hari lagi kehamilan Utari genap 4 bulan, " ucap Utari memberitahu


putra dan lisa yang mendengar hanya tersenyum, antara senang dan sedih, senang karena adik ipar meraka akan mempunyai anak, sedih karena sampai saat ini lisa belum ada tanda tanda akan mengandung.


" ma pa.. kami ke kamar, " ucap putra dan melihat lisa


" iya.. istirahat lah.. " ucap Wina dan tersenyum lalu putra dan lisa pun naik ke lantai atas


" sayang.. ini sop nya.. " ucap abi yang sudah membawa semangkuk sop


" abi nanti saja, aku mengantuk, aku mau tidur.. " ucap Utari yang sudah berdiri lalu berjalan menuju tangga.


" astaga.. sayang.. kamu tadi memaksa ku untuk membuat nya sekarang...aarrrqqq ? " ucap abi kesal dan gemas, lalu duduk di sofa melihat Utari berjalan menaiki tangga dengan santai nya, , Bram, Wina dan bianca hanya tertawa melihat abi kesal,


" sabar, wanita kalau hamil mood nya gampang berubah , sekarang susul dia sebelum dia berteriak memanggil mu .. " ucap Bram memberitahu

__ADS_1


" Abi... !! " teriak Utari dari lantai atas


" eum.. kamu dengar " ucap Bram lagi


" abi.. !! " teriak Utari lagi


" ck.. iya sayang.. aku datang.. " jawab abi yang masih sedikit kesal, Bram dan Wina,serta bianca tertawa melihat anak dan menantunya yang satu itu selalu bersikap konyol.


" ma.. rumah ini semakin ramai semenjak ada kak Utari, lebih hidup " ucap bianca


" ya sayang.. kakak ipar mu Utari itu , karakter nya sebelas dua belas seperti abi, konyol, suka membuat orang tertawa, periang, manja dan jika marah menakutkan dan yang terpenting sayang dengan keluarga " jawab Wina lalu tersenyum, bianca pun tersenyum


" ma aku mau ke kamar.. aku juga mengantuk, " ucap bianca yang langsung berdiri dan menuju kamar nya


" sayang.. aku juga mau tidur " ucap Bram sembari meraih jemari Wina,


" ya sudah.. mas ke kamar, aku mau.. "


"cup" tiba tiba Bram mencium pipi Wina


" mas.. ! " ucap Wina sedikit terkejut


" ayo.. " ucap Bram yang langsung menarik Wina


" mas ini jam 2 siang " ucap Wina yang terpaksa menuruti ajakan Bram


" jangan membantah, " ucap Bram yang terus berjalan menuju kamarnya sembari menggadang Wina


" malu lah dengan uban mu mas " ucap Wina saat sampai kamar dan menutup pintunya


" aku tidak pernah malu untuk meminta hak ku sayang.. apa kamu sudah lelah melayani ku eum.. " ucap Bram sembari menciumi leher Wina


" memang benar kata orang, makin tua makin ngeri " ucap Wina di iringi tawa kecil lalu menuruti keinginan Bram.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2