CERITA CINTA

CERITA CINTA
bab6


__ADS_3

bab6


Waktu menunjukan pukul 9 malam di dalam mobil sedan berwana hitam sepasang kakak beradik duduk menikmati perjalanan dan indahnya malam di kota Jakarta.


Mas laper’’ ujarnya jeje memengangi perutnya.


Leo menoleh ke adiknya. ‘’baiklah kita cari makan dulu pak’’ ujarnya ke sopir.


‘’kamu mau makan apa?tanya leo


Dan jawaban TERSERAH menjadi andalan para wanita.


Bukan restoran mewah yang mereka tuju tapi warung pecel lele di pinggir jalan yang di tujunya.


leo sangat tau selera adik nya ,meskipun kaya raya mereka sering makan-makanan di pinggir jalan bahkan jarang sekali ke restoran mewah.


Sopir menepikan mobilnya ke warung tenda pinggir jalan sesuai intruksi dari leo ,leo dan teman-temanya juga sering makan di sini.


Saat akan turun, pintu mobil sudah di bukakan dari luar.


‘’ngapain sih ,kayak ga bisa buka pintu mobil sendiri aja’’ujarnya ke leo yang tertawa gemes ke adiknya.


Jeje memang sangat rishi jika di perlakukan seperti nona muda dari keluarga kaya,ia lebih senang apa adanya dan menganggap karyawan ayahnya teman.


‘’Duduk’’ perintah leo ke jeje.


Dan leo pergi memesankan makanan


Jeje beranjak dari duduknya keluar dari warung dan melihat sekitar karena orang-orang kakanya tidak terlihat ikut masuk.


‘’pak kalian ga ikut makan? Ayo turun ‘’ujar jeje mengetuk pintu mobil di belakngnya.


Pengawalpun kaget nona mudanya mengetuk kaca mobil.


‘’tidak non kami sudah makan tadi’’ ucap salah satu pengawal.


‘’alah jangan bohong,tidak usanh sungkan ayo keluar ikut makan, atau kalian mau ku pecat’’ ancam jeje membuat para pengawal saling melirik.


‘’ba-baik non kita makan,ujarnya


Akhirnya keempat orang pengawal bergegas turun dari mobil.


‘’darimana? Tanya leo


"loe tuh nyuruh orang –orang jemput tapi ga di kasih makan gimana sih mas’’ gerutu jeje ke kakaknya.

__ADS_1


Dan tak lama terlihat ke empat pengawalnya memasuki warung memesakn makan.


Leo tertawa mengacak-acak rambut jeje dengan gemes.


‘’loe itu ya,masih aja ga berubah,,loe apain orang-orangku sampai mereka mau ikut makan?bukanya mas ga ngasih makan mereka memang jarang mau makan bersama kakak’’ ucapnya leo dan jeje hanya mengangkat dua bahunya cuek.


Akhirya makannan pun datang dan mereka makan malam bersama .


setelah 1 jam perjalanan akhirnya sampai ke apartemen leo.


‘’taruh saja di sana barang-barang kami dan kalian langsung pulang saja’’ perintah leo


‘’baik bos tuan’’ jawab pengawalnya sembari meletakan koper di dekat sofa


Jeje yang sedari tadi kebelet ia langsung berlari ke kamar mandi setelah sampai.


Hhuuhh akhirnya lega,keluar dari kamar mandi sambil mengelus perutnya.


‘’ dih apaan selalu aja abis makan boker’’ ujar leo ke adiknya.


"Biarin weekk" jawab jeje menjulurkan lidahnya.


Jeje melihat sekitar apartemen kakaknya itu dan mendudukna bokongnya di sofa.


‘’mas kenapa harus tinggal di apartemen? Kok ga beli rumah aja ?tanya jeje penasaran


‘’ceekk dasar,ga ada jawaban lain apa?kesal dengan jawaban leo dan melemparkan bantalnya.


‘’gak kena weeekk..udah malam kita tidur,,itu kamar kamu kita bahas besok lagi peraturan di rumah ini’’ucap leo sambil menunjuk kamar jeje


‘’peraturan apaan,jangan aneh-aneh deh mas aku gamau ya di atur-atur’’ucapnya jeje bersendekap tangan,


"Oiya kapan gue mulai sekolah?tanya jeje lagi


‘’ jawabanya sekarang kita tidur oke ‘’ucap leo meninggalkan adiknya.


Mereka ber dua menuju kamar masing-masing, entah kenapa jeje sangat sulit tidur ngantuknya hilang seketika sampai apartemen. akhirnya ia tidur sehabis sholat subuh. Sebelum ia tidur jeje sudah mengirim pesan ke kakaknya untuk tidak membangunkanya karena ia baru akan tidur setelah sholat subuh.


Jam menunjukan pukul 10 siang,leo berencana memulai aktivitasnya besok di kantor.


"hhhooooaahmm.. pagi mas" ucap jeje menguap.


"pagi?? loe ga liat matahari udah naik" jawab leo yang sedang masak di dapur


leo memang ma perfect, selain ganteng ia juga jago masak.

__ADS_1


"cepet mandi lalu sarapan, mas tunggu 10 menit" ujar leo menyiapkan makanan di meja makan


" siap bos"jawabnya


10 menit kemudian, jeje keluar menggunakan kaos oblong , celana pendek dan rambut yang masih di bungkus handuk.


"wwaahh banyak banget masak nya? tanya jeje kagum melihat masakan kakanya


" anggap saja ini sambutan selamat datang "jawab leo mengambilkan makanan untuk adiknya


setelah selesai makan jeje yang bertugas mencuci piring dan leo memotong buah untuk cemilan.


setelah makan siang dan pekerjaan rumah selesai mereka menonton TV bersama.


" mas kapan gue bisa sekolah? tanya jeje sambil tangan nya ngambil buah apel yang sudah di kupas leo.


"eemm besok udah mulai sekolah, tadi angga udah beresin urusan administrasi pindah sekolahmu" jawab leo


"kamu sekolah di SMA kusuma 3,mas sengaja masukin kamu sekolah elit di sini biar keamanan kamu juga terjaga. selama kamu di sini jangan berulah dan jangan berantem intinya jangan buat masalah. kamu mengerti" tegas leo


bukan tanpa alasan leo memberi peringatan ke adiknya, sebab jeje selalu saja buat masalah di sekolah lamanya.


"baik tuan muda" jawab jeje


"mas serius dek, mas ga mau kamu kenapa-kenapa di sini. kamu tau kan saingan bisnis papa itu gimana?" ucap leo serius ke adiknya itu


"iya mas gue janji ga bikin masalah, tapi gue ga mau di perlakuan seperti putri kerajaan di sini, gue mau sekolah dengan tenang, dapat temen yang tulus tanpa lihat siapa nana belakang gue, dan ga mau di antar jemput supir. oke" jawab jeje mengacungkan jempol nya


leo menghela nafas frustasi ke adiknya, bagaimanapun leo terlalu parno dengan fikiranya, ia mengingat adiknya waktu TK hampir di culik oleh saingan bisnis ayahnya, meskipun sudah bertahun-tahun ia masih menyalahkan dirinya sendiri sampai sekarang atas kejadian itu ia menganggap tidak mampu melindungi adiknya.


"hhemmz baiklah tapi sebagai gantinya mas yang akan antar jemput. tidak ada penolakan" tegas leo


sepertinya mas leo ga mudah di taklukkan 😳yaahh selamat datang dikehidupan yang baru jeje, jangan lupa bagaimana posesif nya kakamu ini"ucap jeje di hatinya.


sambil menepuk jidat nya, ia menyadari kakaknya ini masih posesif terhadap nya.


"baiklah-baiklah terserah saja" jeje pasrah akan kemauan kakaknya


hari telah berganti, jeje bangun jam 4 pagi setelah sholat subuh ia joging seperti biasa karena ia masih baru disini ia hanya joging di sekitar apartemen saja.


pukul 6 jeje sudah bersiap menunggu kakaknya, karena sesuai kesepakatan leo akan antar jemput adiknya.


setelah selesai sarapan mereka beranjak berangkat.


"mas nanti antar nya agak jauhan ya dari gerbang" ucap jeje menatap kakaknya.

__ADS_1


"iyaaa..udah 3 kali kamu ngomong itu dek" ucap leo kesel


__ADS_2