
" selamat pagi ma.. pa.. " sapa putri pada Wina dan Bram yang sedang duduk di sofa ruang keluarga .
" pagi.. " ucap Bram Dan tersenyum
" putra dan lisa apa sudah datang? " tanya putri
" baru saja mereka sampai, dan sekarang sedang sarapan di tampan belakang " jawab Bram memberitahu
" pagi ma.. pa.. " sapa Utari saat sudah bergabung di ruang keluarga dan langsung duduk di samping Wina
" pagi sayang.. " jawab Wina lalu mengusap rambut basah Utari
" pagi kak putri, pagi kak Damian,
" pagi Utari.. " sapa balik putri di iringi senyum, dan damian hanya tersenyum
" pagi semua "ucap abi yang saja bergabung di ruang keluarga.
" ayo sarapan kamu bilang kamu lapar,? " ajak abi pada Utari
" iya.. ma.. pa..Utari sarapan dulu, mari kak.. " ucap putri pada Bram, Wina serta Damian dan putri
" ya sarapan lah.. pasti kamu lapar sehabis tempur dengan abi " ucap putri mengoda utari
" tempur,..? memang nya kita perang " ucap Utari dan melihat abi, abi yang mendengar pun tertawa, Bram dan Wina hanya menahan tawa dan menggelengkan kepala nya
" sudah ayo.. sarapan..tidak perlu mendengarkan putri " ucap abi yang masih sedikit tertawa dan langsung menarik lengan Utari
" ma.. kenapa abi dan mama ikut tertawa, apa aku salah bicara" tanya putri
" adik ipar mu itu terlalu polos, pagi tadi sudah lari larian, gara gara abi meminta membuka bajunya, dan mengadu sama mama " jelas Wina dan masih tertawa kecil
" lalu.. " ujar Damian
" lalu abi memaksa nya " jawab Bram
"astaga.. " ucap putri di iringi tawa semuanya
__ADS_1
🔸
" makan lah.. kenapa kamu malah melamun " ucap abi
" eum ..tidak.. ayo makan, aku sudah lapar, " jawab Utari tersenyum lalu memakan makanan nya
" kakak.. apa kakak sudah sarapan pagi ini? " ucap nya dalam hati sembari mengunyah makanan nya
" abi.. senin besok, apa kamu sibuk? " tanya Utari
" eum.. kenapa? " tanya balik abi
" aku mau ke kampus, mau melunasi administrasi untuk acara wisuda "
" semua sudah beres, aku sudah melunasi semua administrasi nya "
" hah.. kapan.. ? " tanya Utari terkejut
" sudah, kamu tidak perlu memikirkan nya, habiskan sarapan mu " ucap abi lembut
" baiklah.. " jawab Utari dan tersenyum
" ah.. iya kak.. " ucap Utari sopan dan tersenyum
"bagaimana.. ? " tanya putra pada abi.
" sukses.. " jawab abi santai dan menatap Utari.
" kak lisa mari sarapan, ? " ajak Utari pada lisa yang masih sedikit canggung
" kakak sudah sarapan di taman belakang sama putra, " jawab lisa ramah dan tersenyum
Utari dan abi pun segera menyelesaikan makanan nya, karena banyu, bayu, Bianca akan kembali ke London sedang syasa dan dewa Serta ketiga anaknya juga akan kembali ke Jakarta.
" kenapa kalian secepat ini kembali ke London ? " tanya Wina pada ketiga anaknya
" maaf ma, Bianca sedang sibuk sibuk nya, dan mama tau itu " jawab Bianca
__ADS_1
" iya ma.. Banyu juga masih sibuk kuliah dan mengurusi perusahaan papa di sana sedangkan bayu juga sibuk mengurusi perusahaan kak syasa, dan kuliah nya
" ma.. kami berangkat sekarang , karena dewa sore ini juga harus ke London ada urusan di perusahaan nya, " ucap syasa lembut pada Wina
" ya baiklah.. kalian hati hati, maaf mama tidak bisa mengantarkan kalian sampai Bandara " ucap wina menahan kesedihan akan di tinggal anak anak nya yang akan kembali ke aktivitas nya masing-masing
banyu, bayu, Bianca, syasa dan dewa serta ke tiga anaknya pamit dan menyalami Bram, Wina serta ketiga pasangan pengantin baru. mereka di antar sopir keluarga sanjaya.
" rumah kembali sepi mas.. " ucap Wina ketika mobil yang mengantar anak anaknya ke bandara sudah menghilang di balik pagar rumah,
" rumah kita tidak pernah sepi sayang, sekarang sudah bertambah tiga menantu eum.. " jelas bram menghibur Wina
" ayo masuk kedalam " ajak Bram , Wina dan Bram masuk kedalam rumah dan bergabung dengan ketiga anak dan menantu nya yang sedang asyik bercanda.
" pa.. abi mau membeli mobil " ucap putra saat Bram dan Wina sudah duduk di sofa
" eum.. ide bagus, jadi menantu papa tidak kepanasan dan kehujanan di atas motor mu itu " jawab Bram santai dan tersenyum
" aku sudah memberitahu mu dari dulu abi, lebih baik membeli mobil dari pada motor " ucap putri
" iya seharusnya, dulu aku belum terpikirkan, sekarang aku tidak mau istri ku yang polos ini kepanasan dan kehujanan " jelas abi lalu memandang Utari yang juga sedang memandang nya dengan senyuman manis nya
" eum.. abi..apa aku boleh bekerja hotel milik mu " tanya Utari dengan sangat hati hati
" eum.. tidak.. " ucap lembut abi namun tegas,
" kenapa.. ? " tanya Utari
" intinya tidak boleh, cukup kamu di rumah menemani mama dan menyambut ku pulang " ucap abi tegas
" em.. baik lah " ucap Utari lirih dan tersenyum tapi dalam hatinya ia kecewa, abi tahu jika Utari kecewa namun abi tidak ingin Utari bekerja di hotel dan menjadi pelayan hotel
Bram ,wina dan yang lainnya hanya diam tidak mau mencampuri keputusan abi pada istri nya
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like, komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕