
seminggu kemudian
bayi Utari dan abi pun sudah di beri nama dan mengadakan pengajian dan aqiqah. dan seminggu itu pula bianca mengurang diri di dalam kamar, makan pun abi menyuapi nya dan harus di paksa, dan seminggu sudah ia tidak berbicara dengan siapa pun.dan ponsel nya pun Bram sita
dam pagi ini setelah abi membantu utari mengurus baby Arya dan mengurus Utari dan segala sesuatu nya karena mereka belum menemukan baby sister untuk membantu Utari mengurus baby nya. abi pun mengurusi bianca yang masih mengurung diri di kamar. karena sedari pagi, mbok siti, mau pun Wina tak berhasil membujuk Bianca untuk membuka pintu nya. sedangkan putra sudah berangkat ke kantor,
" ca.. buka pintu nya.. ca..? " panggil abi dibalik pintu karena pintu nya di kunci dari dalam
" sarapan dulu ya.. ini kakak bawakan untuk mu.. " ucap abi.. namun tidak ada jawaban dari dalam kamar.
" caca buka pintu nya.. ca.. " abi sudah mulai curiga terjadi sesuatu pada bianca
" caca..!! " panggil abi yang mulai panik dan meletakan piring nya di atas meja dekat kamar bianca, Wina, Bram pun ikut cemas dan mendekat ke kamar bianca
" caca.!!! " panggil abi.. " brrak " suara pintu di dobrak abi dan menemukan caca sedang duduk bersadar di sandaran tempat tidur menangis sembari melihat ke arah keluar jendela
" caca..! " astaga kamu membuat kakak panik ca..! " ucap abi yang langsung memeluk bianca, bianca hanya diam tak bergeming dan air matanya terus mengalir. Wina pun menghampiri bianca. saat abi melepas pelukan dari bianca
" sayang.. makan ya.. eum.. mama suapin " ucap Wina yang tak kuasa menahan air matanya melihat putri nya tidak mau bicara sama sekali
" Ca.. bicara lah kamu begini sudah satu minggu " ucap abi yang mengguncang tubuh bianca, namun bianca, masih diam tidak mau bersuara.
" reza kak.. aku mau reza... " ucap bianca lirih dan air mata nya terus mengalir lalu memeluk abi " aku mau reza kak " ucap nya lirih
" mas.. lakukan sesuatu.. apa mas tega melihat putri mu seperti itu hah.. ?, baik lah.. jika mas masih bersikeras biar aku yang bertindak " ucap Wina emosi, namun Bram diam tak bergeming lalu keluar dari kamar nya dan diam diam menghubungi reza, tak lama, Bram pun kembali masuk ke kamar bianca dan mengambil koper lalu membereskan baju baju bianca, serta keperluan bianca, namun ia mengambil kredit card dan kunci mobil yang ia berikan pada bianca.
__ADS_1
" pa.. apa yang papa lakukan, , kenapa barang barang caca papa masukan ke dalam koper dan mengambil kredit card nya, serta kuanci mobil " tanya abi bingung
" mas apa ini mas.. ? tanya Wina
" diam lah.. !!! " teriak Bram, suara nya pun menggelegar hingga baby Arya pun terkejut dan menangis, lalu Bram menarik bianca dan koper nya menuju ke depan, dan melempar koper serta sedikit mendorong tubuh bianca, tak lama mobil reza pun datang, reza pun segera turun melihat bianca tersungkur di lantai
" apa yang mas lakukan " ucap Wina menghampiri bianca dan merangkul bianca
" biarkan dia ikut dengan laki laki pilihan nya " ucap Bram emosi
" caca.. !? " panggil reza
" reza.. ?! jawab bianca lirih lalu memeluk reza
" bawa caca bersama mu, dan jangan menginjakkan kaki lagi di rumah ini " ucap Bram pada reza
" mas.. apa yang kamu lakukan " ucap Wina yang masih di samping bianca
" reza.. bawa caca bersama mu, dan ingat ca.. fasilitas mu dari papa, papa ambil, dan karier model mu papa blacklist. papa sudah membesarkan mu tapi kamu memilih laki laki yang baru saja kamu kenal, jadi pergi lah dengan laki laki pilihan mu dan kamu bukan anak papa lagi " ucap Bram tegas dengan sorot mata yang tajam
" mas... !! " teriak Wina, semua anggota keluarga pun menyaksikan dan para asisten rumah tangga, mereka pun menangis melihat bianca namun tidak bisa berbuat apa apa
" Terima kasih pa.. sudah membesarkan caca , tapi itu kewajiban papa sebagai orang tua caca , maaf caca tidak bisa menjadi anak yang bisa papa bangga kan, karena caca sama seperti papa keras kepala, mama, Terima kasih untuk semua nya, caca sudah tidak di anggap anak lagi oleh papa, caca pergi " ucap bianca di sela tangis nya dan berdiri bersama reza
" papa.. " ucap bianca lirih dan memegang dadanya
__ADS_1
" saya tidak menyangka tuan bisa setega ini terhadap putri tuan sendiri hanya karena putri tuan mencintai laki laki seperti saya, baik lah jika tuan menyuruh saya untuk membawa caca, akan saya bawa, semampu saya akan membahagiakan nya " ucap reza tegas
" buktikan lah.. dan pergilah secepatnya dari hadapan ku " ucap Bram, lalu reza dan bianca pun menuju mobil dan membawa koper milik bianca
" reza.. !! panggil abi
" tolong jaga adik ku, dan aku harap kalian cepat menikah, nanti aku yang akan menikahkan kalian, " ucap abi pada reza
" kakak.. maafkan caca " ucap bianca lalu memeluk abi
" Kirimkan alamat rumah mu nanti pada ku " ucap abi lagi, reza hanya mengangguk.
lalu reza dan bianca pun masuk kedalam mobil dan reza melajukan mobil nya
sepanjang perjalanan bianca menangis sejadi-jadinya, tak menyangka papa yang sangat ia cintai tega mengusir nya.
" papa egois " ucap abi saat akan masuk kedalam rumah
" mas keterlaluan " ucap Wina yang juga langsung masuk kedalam rumah
Bram sebenarnya juga tidak tega melihat Putri nya seperti itu namun ia terpaksa melakukan nya., yah mungkin waktu yang bisa meluluhkan hati seorang Bram sanjaya
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕