CERITA CINTA

CERITA CINTA
79


__ADS_3

sebulan kemudian


reza dan bianca sudah mendaftarkan pernikahan mereka di KUA dan kini mereka hubungan mereka sudah benar benar sah , bianca sibuk dengan kuliah nya dan membantu reza di distro dan ia pun sudah mulai membuka clothing line nya dan sudah mulai membuat brand bajunya sendiri, dan pemotretan untuk brand nya dan menjadi model distro reza, royalti saat ia menjadi model pun ia pergunakan untuk modal membuka clothing line dan dibantu reza.


" aku akan tunjukkan pada papa dan dunia aku bisa hidup layak bersama reza tanpa fasilitas keluarga sanjaya " ucap nya penuh semangat saat melihat beberapa baju dengan brand nya sendiri " BIA "


" za.. istri mu banyak ide.. dan lihat lah banyak sekali pengunjung, terutama fans fansnya ,beruntung dirimu menjadi suaminya " ucap aldo pada reza yang melihat bianca melayani pembeli di Distro nya , dan berdiri di meja kasir


" wajar do.. dia masih sangat muda, wajar jika banyak ide, apa lagi keluarga nya pembisnis besar semua, iya aku sangat beruntung bisa menikah dengan nya, tapi mungkin dia yang tidak beruntung menikah dengan ku, dia kehilangan kemewahan yang selama ini ia rasakan di keluarga nya, dan aku belum bisa memberikan itu semua, tapi akan berusaha untuk membahagiakan nya sebisa ku, bahkan dia kehilangan karir nya hanya demi diri ku do.. " ucap reza sendu di akhir kalimat nya


" aku yakin kalian bisa sukses, kalian saling mengisi, dan kalian serasi, aku harap secepatnya tuan Bram merestui kalian " ucap aldo mencoba menghibur reza agar tetap optimistis


" Terima kasih do.. " ucap reza dan matanya masih memandang bianca.


" ok za.. aku pamit, aku akan ke distro cabang " ucap aldo sembari menepuk pundak reza dan melangkah keluar.


" iya do hati hati.. " ucap reza, aldo pun hanya memberi acungan jempol pada reza


" reza... sudah siang aku lapar.. " ucap bianca manja saat menghampiri reza di meja kasir.


" baik lah ayo kita keluar makan, mau makan di restoran mana " tanya reza sembari berdiri dari duduknya dan mengusap lembut pipi bianca


" di restoran kak abi, aku rindu makanan dari restoran kak abi, apa lagi yang memasak kak abi " ucap bianca membayangkan masakan abi


" baiklah ayo.. " ucap reza lalu melangkah keluar, sebelum jauh reza pun berpesan pada tiga pegawai nya untuk menjaga distro dengan baik


" semoga kak abi ada di restoran " batin bianca saat sudah masuk restoran abi dan duduk di kursi


" selamat siang nona caca, tuan.. " ucap pelayanan restoran , bianca dan reza tersenyum

__ADS_1


" siang.. mbak... kak abi ada.. ? " tanya bianca menanyakan abi


" eum.. ada nona, tuan abi ada di ruangan nya, dan baru saja sampai, eum.. itu beliau " ucap pelayanan saat melihat reza keluar dari ruangan nya, abi pun melihat bianca dan reza lalu menghampiri nya


" mbak saya pesan minum jus apel dua " ucap bianca pada pelayan,


" baik nona, mohon di tunggu " jawab pelayan lalu meninggalkan meja bianca dan reza


" kakak.. " ucap bianca yang langsung memeluk abi, abi pintu membalas pelukan bianca,


" bagaimana kabar mu, seperti nya agak berisi " ucap abi menggoda bianca, karena memang bianca sedikit berisi dan berat badan ntar bertambah


" baik kak, bagaimana berat badan ku tidak bertambah, reza selalu memasak untuk ku, " ucap bianca manja dan kembali duduk di kursinya di ikuti abi


" Hai za.. bagaimana kabarnya mu? " tanya abi pada reza " baik bi.. " jawab reza di iringi senyum kedua nya


" rindu.. ? kamu tidak sedang mengandung kan ca? goda abi di iringi senyum, reza yang mendengarnya hanya tertawa kecil


" is.. kakak , mau caca begitu , tapi caca sedang datang bulan, aku dan reza sepakat untuk menunda nya terlebih dahulu sampai kuliah ku selesai " jelas bianca dan melirik reza yang tersenyum


" jadi kalian menunda nya, " tanya abi


" iya bi.. caca masih sangat muda, masih 19 tahun, biarkan dia menyelesaikan kuliah nya tanpa ada beban memikirkan anak terlebih dahulu " ucap reza menimpali


" kamu sangat pengertian reza, Terima kasih, sudah sangat memanjakan adikku, sampai sampai pipinya sudah seperti Arya, " ucap abi, di iringi tawa kecil ketiga nya


" ya sudah kakak buatkan makanan kesukaan mu, kalian tunggu di disini " ucap reza sembari menuju dapur restoran dan memasak makanan kesukaan bianca, udang Krispy saos tiram,


selang lima belas menit abi keluar dari dapur dan membawa makanan nya untuk bianca dan reza,

__ADS_1


" ok.. nona, tuan silahkan, selamat menikmati hidangan di restoran kami, " ucap abi seolah pelayanan restoran.


" kakak bisa saja, Terima kasih Kak , " ucap bianca, lalu mereka bertiga pun makan bersama.


" kak Terima kasih, ini sangat enak, " ucap bianca saat sudah selesai makan dan tersenyum


" kalau begitu, aku permisi kak, masih ada pekerjaan penting bersama reza, " ucap bianca yang sudah berdiri, tiba tiba Bram menghampiri yang kebetulan mampir ke restoran abi dan melihat reza, dan bianca makan bersama abi


" kalian makan gratis di sini, " ucap Bram tiba tiba, reza dan bianca serta abi pun terkejut mendengar penuturan Bram


" maksud papa..? " ucap abi dan menautkan kedua alisnya dan mencari tau apa maksud papanya


" uang mu sudah habis, sehingga kamu meminta makan gratis di tempat kakak mu apa, laki laki pujaan mu ini tidak sanggup membayar nya " ucap Bram ketus pada bianca, bianca pun tersinggung dengan ucapan papanya dan menahan air matanya serta menatap tajam sang papa,


" maaf tuan, kami masih sanggup membayar jika hanya untuk makan, kami tidak mengemis hanya untuk makan, kak abi berapa total makan yang aku makan bersama reza " ucap bianca yang menahan sesak di dadanya seraya meraih dompet reza


" sudah ca.. tidak perlu " ucap abi


" tidak kak.. kami masih sanggup untuk membayar makanan, dan aku tidak mau harga diri suami ku di injak injak hanya karena makanan, Terima kasih " ucap bianca dan menarik pergelangan tangan reza lalu meninggalkan abi dan Bram setelah meletakkan beberapa lembar uang di meja, Bram belum menemukan ya dari jika bianca menyebut reza suami nya, Bram sadar saat bianca dan reza menghilang dari pandangan nya.


" abi apa mereka sudah menikah " tanya Bram penasaran


" untuk apa papa menanyakan hal itu bukankah papa sudah tidak mengganggap nya sebagai anak, jadi itu bukan urusan papa " ucap abi ketus lalu meninggalkan Bram, semua pengunjung pun hanya menyaksikan dan tidak berani berkomentar tentang keluarga sanjaya, karena mereka takut jika berkomentar akan merugikan diri mereka sendiri.


🔹🔹🔹🔹🔹


vote, like, komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2