CERITA CINTA

CERITA CINTA
73


__ADS_3

setelah makan siang dan membeli beberapa peralatan dapur dan bebarapa sayuran, bianca dan reza pun pulang ke rumah. dan menyusun belanjaan nya, setelah selesai mereka duduk di sofa di ruang santai dan menonton TV,


" reza.. aku mau menelfon kak abi sebentar " ucap bianca yang langsung mencari ponsel nya di tas nya


" hem.. " jawab reza singkat dengan matanya masih terfokus di layar TV


" halo kak abi.. " ucap bianca


" ya.. ca.. ada apa..?


" kak.. bisa antarkan semua buku buku kuliah ku, semua ada di rak buku dan di meja belajar ku di kamar, besok aku sudah masuk kuliah kak " ucap bianca di balik telfon sambil berbaring di pangkuan reza,


" iya nanti malam kakak antar.. " jawab abi


" Terima kasih Kak.. " ucap bianca di iringi senyum dan tangan satunya nya tak henti memainkan kancing kemeja reza " sampai ketemu nanti " ucap nya lalu mematikan ponsel nya.


" hentikan sayang.. " ucap reza dan tangan nya langsung memegang jemari bianca yang memainkan kancing kemeja nya, bukan nya berhenti bianca malah membuka kancing kemeja reza dengan tangan yang satunya, akhirnya reza melepaskan tangan bianca yang satu dan membiarkan bianca membuka kencing kemeja nya dan mencium dada bidang nya,


" reza.. " ucap bianca yang sudah duduk di pangkuan reza, lalu mencium bibir reza, reza hanya membalas nya dan hanya pasrah, tak lama bianca membuka bajunya sendiri.


" reza.. " ucap bianca dengan nafas yang sudah tidak teratur dan menciumi dada dan leher reza, tak lama reza pun membalas nya.


" kamu menginginkan nya " tanya reza yang sedikit menjambak rambut bianca dan melihat wajah cantik bianca yang sudah, tidak bisa membendung hasrat nya,


" reza ayo lah.. " ucap bianca lalu membuka penutup dadanya, reza pun tak tinggal diam ia langsung mengambil alih dan mereka melakuan nya di sofa.

__ADS_1


" reza.. " panggil bianca yang posisinya sudah di atas reza , reza hanya duduk bersandar di sofa dan membiarkan bianca mengambil kendali. semakin lama bianca tak terkendali, hingga reza mengambil alih agar permainan cepat selesai, karena reza sudah kewalahan dengan permainan bianca.


" aku tidak menyangka gadis kecil ini pandai dalam urusan ranjang " batin reza yang masih memeluk tubuh bianca


" reza.. " ucap bianca lalau mendorong lembut tubuh reza, lalu reza pun bangkit dari atas tubuh bianca, mata reza terus menatap wajah bianca yang masih memejamkan mata, ada rasa puas di raut wajah bianca, reza hanya tersenyum lalu mengambil kemeja milik nya dan menutupi tubuh bianca, ia pun mengenakan celana panjang nya


" reza.. Terima kasih.. " ucap bianca sambil mengenakan kemeja reza, reza hanya memandangi bianca ada rasa gemas dan bangga, ia bisa menikahi gadis yang usianya jauh lebih muda 12 tahun dari nya, dan mencintai nya hingga rela berkorban keluarga hanya demi dirinya.


" reza.. aku mau mengambil air minum " ucap bianca yang hendak bangun namun lengan nya di pegang reza. dan menyuruh duduk kembali


" biarkan aku saja mengambilnya, kamu pasti lelah, " ucap reza lalu berdiri dan menuju dapur mengambil air minum, bianca hanya tersenyum dan melihat reza berjalan menuju dapur


" ini.. " ucap reza saat sudah kembali dari dapur dan memberikan segelas air putih untuk bianca.


" reza kenapa memandang ku seperti itu, " ucap bianca yang melihat dirinya sendiri, karena ia sadar sedari tadi reza memandang nya, tiba tiba reza menarik tubuh bianca ke pelukan nya, dan memeluk nya sangat erat


" jangan pernah pergi dari ku, aku mencintaimu " ucap reza, yang mempererat pelukan nya, bianca semakin heran dengan sikap reza yang tiba tiba menjadi melankolis.


" reza.. aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku milik mu, sampai kapan pun akan menjadi milik mu " ucap bianca meyakinkan reza, reza melepaskan pelukan nya dan menakup kedua pipi bianca.


" sungguh... ? " tanya reza " sungguh reza " ucap lembut bianca dan mereka saling tersenyum,


" sudah sore ayo mandi, setelah nya nanti aku akan masak untuk makan malam kita " ucap reza yang bangkit terlebih dahulu


" mandi bersama " ucap bianca yang langsung menarik reza menuju kamar mandi yang ada di kamar mereka.seleng satu jam, mereka pun keluar dari kamar mandi

__ADS_1


" sayang.. kamu benar benar membuat ku gila " ucap reza yang baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang nya dan bianca yang berjalan di belakang nya, mengunakan kimono dan membungkus rambut nya dengan handuk dan terus tertawa melihat reza kelelahan.


" kenapa kamu seliar itu eum.. siapa yang mengajari mu " ucap reza yang memeluk bianca dari belakang


" tidak ada yang mengajari ku, aku hanya menuruti naluri tubuh ku saja, " ucap bianca diiringi senyum


" bohong,.. ? " jawab reza " eum.. iya iya.. aku dulu tidak sengaja melihat papa dan mama, " ucap bianca dan menyunggingkan senyuman nya


" astaga.. kecil kecil otak kamu mesum " jawab reza


" reza aku tidak sengaja, dan kebiasaan papa mama tidak mengunci pintu, waktu itu aku baru pulang dari London, malam harinya aku ingin berbicara sesuatu dengan mama dan papa tapi ternyata saat aku membuka pintu, mereka eum...ah... sudah lupakan.. yang terpenting aku melakukan nya dengan mu, dengan suami ku, dan lihatlah .." jelas bianca lalu menunjuk tempat tidur masih ada noda darah, saat melakukan nya tadi pagi


" astaga.. " ucap reza dan menarik seprai nya


" kenapa sepertinya ditarik " ucap bianca


" sayang ini harus di ganti.. eum.. dan Terima kasih, kamu menyerahkan nya hanya pada ku " ucap reza dan Mengerlingkan satu matanya ke arah bianca. " reza..!! jangan menggoda ku " ucap bianca lalu menarik handuk reza yang reza lilitkan di pinggang nya,


" sayang.. !! " pekik reza, bianca hanya tertawa , tak lama mereka pun mengganti baju dan membereskan rumah, dan masak bersama ,saling bercanda dan tertawa bersama


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2