CERITA CINTA

CERITA CINTA
40


__ADS_3

" menyebalkan, jalanan kota surabaya semakin hari semakin padat, " gumam seorang gadis yang memasuki rumah Bram sanjaya.


" mama..! " teriak gadis tersebut


" Bianca.. astaga.. kenapa kamu tiba tiba pulang dan tidak mengabari mama " ucap Wina yang begitu terkejut atas kedatangan Bianca dari London


" surprise.. !! " jawab nya dengan senyuman manis nya dan berhambur ke pelukan Wina yang sedang duduk di sofa ruang keluarga


" katakan ada perlu apa kamu pulang ke Indonesia, bukan kah kamu sedang sibuk dengan kuliah mu " tanya Wina heran


" iya ma.. aku rindu mama, rindu papa , seperti nya aku mau pindah kuliah di sini saja, aku tidak bisa jauh dari mama dan papa " ucap Bianca sendu


" manja " ucap Wina yang tersenyum pada Bianca


" alasan itu yang membuat ku ingin pulang ma, disana tidak ada yang memanjakan ku " ucap Bianca lalu memeluk Wina kembali


" ma.. aku mau ke kamar dan nanti sore aku mau kesekolah bela diri, aku mau menemui om boy karena aku membutuhkan bodyguard, mama pasti tau sendiri, pesona anak mama ini begitu banyak yang mengagumi " ucap Bianca bercanda di iringi tawa


" ya.. mama tau kamu bintang nya di kota ini dan istirahat lah, nanti biar mama yang menghubungi boy, jika nanti kamu akan kesana " jelas Wina pada Bianca yang sudah berjalan ke kamar nya yang tak jauh dari ruang keluarga.


🔸


" rita.. abi ada di ruangan nya? " tanya Utari pada rita saat bertemu di lobby hotel


" tuan abi ada di kamar nya nona, sedang istirahat, nona langsung saja ke kamar nya, mungkin beliau juga sedang menunggu anda " jawab rita sopan


" baik terima kasih " ucap Utari sopan dan tersenyum, lalu Utari pun menuju lift, dan menuju kamar abi


saat masuk lift, tiba tiba ada seseorang wanita yang masuk ke dalam lift dan mempunyai tujuan yang sama dengan Utari ya itu lantai di mana kamar abi berada, mereka saling melempar senyum, tak lama pintu lift terbuka lalu Utari pun keluar terlebih dahulu dan berjalan menyusuri lorong kamar hotel dan wanita tersebut pun ada di belakang Utari, hingga Utari sampai di depan pintu kamar abi dan mengetuk nya.


" abi..! abi.. " panggil Utari sembari menggedor pintu kamar abi,


" apa yang kamu lakukan di sini " tanya wanita yang satu lift dengan Utari


" aku..? " tanya Utari dan melihat sekeliling nya memastikan bahawa dirinya yang di ajak bicara


" iya kamu.. , apa yang kamu lakukan di sini dan sedang ingin menemui siapa " tanya wanita itu lagi pada Utari, tak lama penghuni kamar lain pun keluar dari kamar mereka masing-masing karena mendengar suara keributan antara Utari dan wanita tersebut


" aku ingin bertemu abi.. Abimanyu " jawab Utari santai

__ADS_1


" abi.. ck.. kenapa kamu lama sekali membuka pintu nya " gumam Utari sembari mengetuk pintu kamar


" kamu siapa abi.. teman wanita nya? " tanya wanita itu sedikit emosi


" eum.. bukan.. " jawab Utari santai


" minggir.. ? " ucap wanita tersebut dan menarik Utari hingga Utari hampir terjatuh ke belakang


" abi.. buka pintu nya " ucap wanita tersebut tak lama abi membuka pintu kamar nya.


" abi.. " ucap wanita tersebut lalu memeluk abi abi terkejut saat wanita itu memeluknya terlebih melihat Utari yang sudah menatap tajam dan marah pada abi terlebih wanita tersebut


" lepas gina.. " ucap abi melepas paksa pelukan gina, tanpa aba aba Utari langsung menjambak gina dengan sekuat tenaga.


" aw.. ' Pekik gina


" jangan sentuh suami ku " ucap Utari sembari menarik rambut gina dan mendorong kuat tubuh gina hingga tersungkur


" jangan pernah sentuh suami ku, abi milik ku, " ucap Utari geram dan menunjuk gina


" sayang.. sudah.. kontrol emosi mu.. " ucap abi lalu memeluk Utari dari belakang.


" lepas abi.. aku akan memberi pelajaran wanita yang sudah berani memeluk mu " teriak Utari sembari meronta agar pelukan abi terlepas


" dia istri ku, dan kamu jangan pernah lagi datang menemui ku, kita sudah tidak mempunyai hubungan apa pun, pergi lah.. " jelas abi yang masih merangkul Utari,


" jadi kabar itu benar, kamu sudah menikah? " tanya gina tak percaya


" pergi.. gina sebelum istri ku berubah menjadi singa " ucap abi berteriak pada gina


" aku tidak takut dengan istri mu abi " ucap gina menantang, Utari pun mampu melepas pelukan abi lalu menghampiri gina, namun dengan sigap abi merangkul Utari dari belakang,


" lepas abi.. " ronta Utari


" gina pergi.. cepat, aku tidak sanggup apa lagi kamu " ucap abi menakuti gina, tak lama gina pun lari, meninggal kan abi dan Utari


" jangan pernah menemui suami ku lagi jika kamu menyayangi nyawa mu !! " teriak Utari hingga, para pengunjung hotel pun terperangah mendengar ucapan utari.


" utari stop.. ! " ucap abi yang sudah kewalahan mengatasi Utari, dan akhirnya Utari pun diam dengan nafas terengah-engah, dan bersandar di tembok

__ADS_1


" eum.. maaf kan kami telah mengganggu istirahat tuan dan nyonya, kalian kembali lah istirahat di kamar masing-masing " ucap abi sopan dan menunduk hormat sebagai permintaan maaf kepada para pengunjung.


" bukan kah itu pemilik hotel ini dan itu istri nya? " ucap salah satu pengunjung pada suami nya


" iya dan mungkin wanita yang di tarik rambut nya itu mantan kekasih pemilik hotel ini " jawab suami pengunjung tersebut, lalu mereka pun masuk kekamar.


" sayang.. " ucap abi pada Utari yang masih terduduk di lantai lorong kamar dan di depan pintu kamar abi.


" abi.. aku haus.. " ucap Utari yang memandang abi seperti tidak terjadi apa apa


" astaga.. "ucap abi yang langsung membopong Utari dan membawanya ke kamar dan mendudukan nya di tepi tepat tidur


" ini minum lah.. " ucap abi lembut yang duduk di sebelah Utari dan memberikan segelas air


" abi... apa marah ku begitu menakutkan hingga gina berlari " ucap Utari setelah menghabiskan satu gelas air


" ssstttt, sudah.. aku yakin gina tidak akan berani menemui ku lagi, " ucap abi menenangkan Utari


" abi.. yang aku lakukan tadi tidak salah kan? " ucap Utari yang langsung memeluk abi


" tidak ..., kamu berhak memarahi wanita lain yang mendekati suami tampan mu ini " ucap abi mengoda Utari


" dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi, atau aku akan berubah seperti mama, dan mungkin lebih mengerikan " ucap Utari menatap tajam abi


" sudah.. eum.. kamu sudah makan " tanya abi


" sudah tadi aku makan di restoran mu, dan tagihan nya atas nama mu " ucap Utari dan tersenyum manis pada abi


" yah tidak apa apa, tidur lah, ini jam tidur siang mu dan bayi kita " ucap abi lembut dan mengusap perut Utari


" iyah... " jawab Utari singkat lalu membaringkan tubuh nya di tempat tidur


" nanti aku akan menelfon mama jika kamu menyusul ku di hotel " ucap abi, Utari pun hanya mengangguk dan mulai memejamkan matanya.


🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2