CERITA CINTA

CERITA CINTA
74


__ADS_3

🔸rumah reza


" iya sebentar.. kenapa tamu sekarang tidak mau menunggu dan bersabar " ucap bianca yang baru saja selesai memasak bersama reza,reza yang mendengar istrinya berceloteh pun hanya tersenyum dan melihat bianca berjalan menuju pintu depan.


" Hai..!! " sapa tamu tersebut dan tersenyum


" kak syasa, kak dewa, kak abi.. " jawab bianca dan langsung memeluk syasa, dan bergantian memeluk dewa dan abi


" masuk kak.. maaf rumah kami seperti ini, " ucap bianca dan mempersilahkan masuk kakak kakaknya, mereka pun duduk di sofa ruang tamu


" ca.. buku buku mu, leptop , dan barang barang mu kakak bawa tapi masih di mobil " ucap abi


" iya kak nanti saja biar reza yang mengambil nya " jawab bianca


" sayang... siapa yang datang.. " ucap reza yang masih di ruang makan, dan menyiapkan makan malam.


" reza kemari lah.. " panggil bianca dari ruang tamu, tak lama reza pun menghampiri bianca di ruang tamu,


" tuan dewa, nona syasa... " ucap reza seolah tak percaya orang yang membunuh kakak nya datang ke rumah nya, lalu reza pun menyalami dewa dan syasa serta abi.


" maaf sebelumnya jika kedatangan kami mengganggu kalian berdua " ucap dewa santai


" tidak apa apa tuan.. kami sedang bersantai " jawab reza sopan


" reza panggil kami kakak, kamu jika mau bisa memanggil ku nama saja, usia kita hanya beda satu tahun, " ucap syasa melihat reza yang nampak masih canggung


" eum.. iya.. Terima kasih, kalian semua menerima ku " ucap reza yang nampak sedikit canggung dan tersenyum malu

__ADS_1


" reza, ada hal penting yang ingin aku sampai kan pada mu dan aku juga akan menyerahkan sesuatu peninggalan kakak mu Ricard Malik "


" Richard.. ? peninggalan? " maksud tuan.. " ucap reza terkejut dan memandang dewa, penuh tanda tanya lalu memandang bianca, bianca hanya mengangkat bahunya tafakuri tidak tahu menahu


" ini... surat surat aset milik Richard, semua sudah atas nama mu,rumah, beberapa unit apartemen, dan Hotel, itu semua di berikan pada mu " ucap dewa dan menyerahkan beberapa dokumen, surat surat penting aset milik Richard pada reza, reza serasa tidak percaya kakaknya yang beda ibu ternyata perduli dengan nya


" kenapa semua ini ada bersama tuan dewa? " tanya reza menanyakan surat surat tersebut pada dewa


" pengacara Ricard yang memberikan nya pada ku, pengacara Richard percaya bahwa suatu saat aku bisa menemukan mu, dan aku minta maaf masalah kejadian 11 tahun lalu, aku sudah menghabisi nyawa Richard karena ingin melindungi istri ku, " jelas dewa menatap reza dengan serius dan perhatian raut wajah reza yang masih binggung


" aku sudah memaafkan semuanya, semua salah keluarga ku, dan aku tidak dendam sama sekali, sudah lupakan..dan untuk aset Richard, maaf tuan saya tidak tertarik , saya masih bisa berjuang untuk hidup layak dan sebisa mungkin membahagiakan caca, " ucap reza penuh keyakinan, dan meraih jemari bianca


" itu semua terserah kamu, jika kamu tidak berminat, kamu bisa menjual nya dan hasil nya kamu bisa menyumbangkan ke badan amal, itu semua sudah tertulis di surat wasiat Richard, dan untuk hotel, mau tidak mau kamu harus menerima nya, karena itu kerja keras Richard, dan kamu harus meneruskan kepemimpinan nya dan kepemilikannya " jelas dewa


" tapi aku tidak berminat tinggal di London " jelas reza


" ini kartu nama pengacara Richard dan ini kartu nama orang kepercayaan Richard, robin " ucap dewa sambil memberikan kartu nama orang yang di maksud dewa.


" baiklah.. akan aku pikirkan nanti " jawab reza sedikit ragu dan memandang bianca.


" baiklah kalau begitu kami pamit, kami tidak bisa berlama-lama, anak anak pasti sudah menunggu, dan kami tidak mau mengganggu pengantin baru " ucap syasa menggoda bianca


" kakak.. eum.. " ucap bianca menahan malu, dan melihat reza, reza hanya tersenyum, abi dan dewa tertawa melihat ekpresi adik kecilnya. dan melangkah keluar rumah


" reza tolong bantu aku untuk mengambil buku ku di mobil kak abi " ucap bianca saat mengikuti langkah kakak kakaknya keluar rumah.


reza dan bianca pun mengambil buku dan barang barang milik bianca di mobil abi, setelah nya syasa dan dewa serta abi pamit pulang.

__ADS_1


sepulang kakak kakak nya , reza dan bianca pun meletakkan barang barang nya di kamar satunya, lalu mereka pun makan malam bersama.


" masakan mu memang enak reza, eum.. " ucap bianca saat selesai makan dan melihat reza mencuci piring.


" oh.. ya.. jika kamu menyukai nya, besok aku masak seperti ini lagi" ucap reza yang langsung mencium kening bianca,


" ok kalau begitu, aku mau mendisain kaos," ucap reza, dan memandang bianca,


" aku juga mau, belajar, banyak tugas ku yang harus aku kerjakan " jawab bianca yang langsung berdiri, dan mengandeng reza menuju ruang santai, reza pun mengambil laptop nya begitu juga bianca, mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


" aku harap nanti malam kamu tidak meminta nya " ucap reza pada bianca dengan matanya yang fokus pada layar leptop, bianca hanya tersenyum dan juga fokus pada layar leptop nya


" kenapa kamu berkata seperti itu "


" yah.. karena gadis seusia mu sedang menggebu- gebunya " jawab reza yang sedikit melirik bianca, namun bianca hanya tersenyum


" aku bukan gadis lagi reza, kegadisan ku sudah aku serah kan pada mu dan apa kamu kewalahan menghadapi ku.. " ucap bianca yang langsung memberhentikan jarinya dari laptop nya dan memandang reza yang berada di depan nya dan sedikit tertawa


" sudah, jangan di bahas, ayo kerjakan tugas mu, sebentar lagi kamu semester " ucap reza mengalihkan pembicaraan dan hanya tersenyum


" baiklah, aku tidak janji untuk tidak meminta nya lagi nanti malam "ucap bianca menggoda reza dan tertawa


" sayang.. !! pekik reza lalu menggelengkan kepala nya


🔹🔹🔹🔹🔹🔹


Vote, like, komen

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2