
hari pernikahan ketiga anak Bram sanjaya pun tiba, , putra, Damian dan abi pun duduk di depan meja penghulu, sedangkan lisa, putri dan Utari berada di ruang khusus, mereka akan keluar jika ijab kabul sudah di laksanakan, pertama yang mengucapkan ijab kabul adalah putra, ke dua adalah Damian, Bram sendiri lah yang menikahkan putri dan yang terakhir adalah abi
" saudara abimanyu.. apa kamu siap " ucap sang penghulu
" siap " jawab abi tegas
" kalau begitu jabat tangan farhan , kakak dari Utari " jelas sang penghulu, abi pun menjabat tangan farhan
" abi kamu siap..? " tanya farhan. dan menatap nya pasti
" siap ! "
" baik kita mulai.. " saya nikahkan dan kawin kan adik kandung saya yang bernama Utari putri barend binti cristian barend dengan mahar mas putih seberat 18 karat di bayar tunai " ucap farhan pasti dan tegas
" saya Terima.. "
" tunggu.. " teriak Utari tiba-tiba, semua mata tertuju pada Utari, Utari pun berlari ke arah meja penghulu abi dan semua pun berdiri
" Utari kenapa.. ? " tanya abi khawatir
" abi maaf.. sebelum nya, apa boleh sebelum aku menjadi istri mu aku ingin memeluk kakak ku, karena setelah ini aku sudah menjadi milik mu seutuh nya bukan milik kakak ku lagi " punya Utari yang sudah berlinang air mata
" ya boleh.. " jawab abi lembut
__ADS_1
" kakak.." ucap Utari yang langsung memeluk kakak nya farhan
" maafkan Utari kak.. Utari melangkahi kakak, kakak sudah banyak mengalah untuk Utari, Utari belum membalas kebaikan kakak tapi Utari sudah menikah terlebih dahulu, maafkan Utari kak " ucap Utari dalam isak tangis nya, farhan pun melepas pelukan Utari semua orang ikut meneteskan air mata
" Utari.. cukup, kamu adik kakak ,sudah semestinya kakak mengalah untuk kebaikan mu, sudah jangan menangis liat lah riasan mu sudah luntur, " ucap farhan sembari menahan air mata nya, sebenarnya ia belum rela melepaskan adik nya, tapi, farhan melihat abi adalah laki laki baik maka ia harus merelakan adik nya di persunting abi
" sayang.. sudah.. ayo kembali ke tempat mu, " ucap Wina yang sedari tadi berdiri di belakang Utari, dan ikut meneteskan airmata
" iya ma.. " jawab Utari lirih dan berjalan di samping Wina, pandangan nya tak lepas dari kakak nya
" kakak.. aku menyayangimu.. " ucap nya dalam hati lalu tatapan nya sudah memgarah ke tempat khusus.
" baik.. acara bisa kita mulai lagi " ucap sang penghulu, abi kini menjabat tangan farhan dan mulai mengucapkan ijab kabul dan semua orang berkata,
" sah.. alhamdulilah.. " ucap semua orang
pertama keluar adalah lisa di dampingi syasa di samping nya, lalu putri di dampingi Yasmin adik Damian, yang terakhir adalah Utari di dampingi Wina. mereka semua terlihat cantik dan anggun. banyak yang mengagumi ke tiga pasang pengantin tersebut
kini saat nya ketiga pengantin laki laki mengenakan cincin ke jari pengantin wanita secara bersamaan, dan akhirnya mereka sahabat mereka menjadi suami istri
" selamat buat kalian semua, " ucap Bram pada ketiga anak dan menantunya
" papa.. " ucap putri yang langsung memeluk putri, tak lama putra dan abi pun ikut memeluk batam, tinggal Damian yang berada di tengah tengah lisa dan Utari
__ADS_1
"lisa, Utari kita menantu jadi bagaimana kalau kita duduk di kursi pelaminan kita masing masing " ucap Damian sembari melengkungkan kedua tangan nya agar lusa dan Utari menggandeng lengan nya
" ayo.. , ayo Utari " ucap lisa, lisa dan Utari tau jika Damian bercanda dan memecahkan suasana yang hari antara Bram dan anak anaknya
" seperti nya ini tidak buruk " ucap Damian di depan Bram dan putra, putri serta abi, lalu melenggang menuju pelaminan seketika putri berteriak melihat Damian di gandeng ipar iparnya
" Damian.. !! " ucap putri manja " istri mu yang ini " ucapnya lagi semua orang pun tertawa
" bercanda sayang,, ayo kemarilah.. " ajak Damian dan mengulurkan tangan nya, tiba tiba " pletak " dahulu Damian terkena sentilan putra,
" aw.. sakit put.. " ucap Damian mengaduh kesakitan dan semua orang yang melihat pun, tertawa
" jangan ulangi lagi " ucap putra santai namun dengan tatapan tajam ,
" bercanda put.. , ayo sayang " ajak Damian pada putri menyusul putra dan lisa yang sudah di pelaminan.
" Utari.. ayo sayang.. " ucap abi mengajak Utari duduk di pelaminan, Utari hanya menurut saja
setelah mereka di pelaminan, banyak tamu undangan yang memberi selamat, kerabat, orang tua, saudara dan kolega penting putra serta tekan bisnis abi dan juga teman teman putri dan beberapa teman Utari dan tak lupa mereka semua berfoto ria
acara pun berjalan lancar hingga sore tiba, tak terasa para undangan sudah satu persatu pulang kerumah masing masing, sedangkan putri langsung di bawa ke rumah damar dan putra langsung pulang ke rumah yang dulu Bram beli di sekitar komplek rumah Reni dan untuk abi dan Utari langsung ke rumah Bram sanjaya. ,
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih