
" reza bagaimana persiapan acara nanti malam " tanya bianca saat berada di kamar nya dan melihat para pekerja rumahnya dari jendela kamar
" sudah.. semua sudah ada yang mengurus kamu tinggal duduk manis eum.. " jawab reza lalu memeluk Bianca dari belakang
" reza besok pagi jadwal ku periksa kandungan, setelah nya aku ke kampus " ucap Bianca lalu membalikan badannya
" iya besok aku temani eum.. " ucap reza lalu mengusap perut bianca.
"baiklah kalau begitu aku mau melihat persiapan nya " ucap bianca lalu keluar dari kamar nya lalu reza pun ikut keluar kamar
"mama.. " panggil bianca saat sudah di rumah keluarga
" ya sayang.. " jawab Wina yang sedang menyiapkan segala sesuatu untuk acara empat bulanan Bianca dan syukuran kehamilan lisa bersama para asisten rumah tangga dan para pegawai catering putri
" apa yang bisa bianca bantu ma " ucap bianca yang duduk di sebelah wina sedangkan reza ikut bergabung di ruang tamu bersama Bram, dan abi
" tidak perlu, duduk saja , jika reza melihat mu mengerjakan sesuatu pasti reza tidak akan mengizinkan nya " jelas Wina lalu tersenyum.
" mama bisa saja, ya sudah kalau begitu aku mau menyusul papa di depan " ucap bianca lalu berdiri dan menghampiri Bram, final pun hanya tersenyum.
" papa " panggil bianca lalu duduk di samping Bram
" hem.. " jawab Bram dengan suara beratnya dan tersenyum.
" pa arjuna kapan libur sekolah, aku sudah merindukannya " tanya bianca lalu ia berbaring di pangkuan bram.
" nanti kalau sudah libur pasti papa menjemputnya di asrama " jawab Bram santai dan mengusap lembut rambut bianca.
" pa.. kak dewa sudah siuman " ucap abi tiba tiba saat selesai membaca pesan dari bayu
" oh.. ya syukur lah, kalau begitu nanti malam kita syukuran untuk dewa " ucap bram
" iya pa.. sekalian " ucap abi lalu tersenyum, tiba tiba ponsel abi berdering
" sebentar pa.. bayu menelfon " ucap abi lalu berdiri menjauh dari Bram dan reza serta bianca lalu menuju teras rumah
"ya bay.. " jawab abi
" kak, aku mau menanyakan sesuatu tentang kak syasa " ucap bayu di seberang sambungan ponsel
"tentang apa? " tanya abi
" apa kak syasa bercerita tentang masalah rumah tangga nya dengan mu sebelum kak dewa kecelakaan " tanya bayu
__ADS_1
" masalah rumah tangga, eum.. tidak kak syasa tidak pernah menceritakan masalah apa pun " jawab abi heran
" baiklah, aku pikir kak syasa bercerita sesuatu pada kak abi, ya sudah kita tunggu saja kak syasa menceritakan semuanya sendiri? " ucap bayu lalu mengakhiri panggilan nya.
" masalah rumah tangga? apa selama ini ada yang di sembunyikan, tapi mereka terlihat baik baik saja " ucap abi dalam hati
" sudahlah nanti saja.. " ucap nya lalu abi pun masuk kedalam rumah.
" kak abi ,kak bayu mengatakan apa? " tanya Bianca yang masih tidur di pangkuan bram
" eum.. menanyakan bagaimana persiapan acara mu hari ini dan bayu minta maaf tidak bisa membantu " bohong abi lalu abi pun masuk ke dalam dan menuju kamarnya untuk menemui utari sepanjang naik tangga abi pun berfikir tentang kakak nya syasa
" apa yang sebenarnya terjadi, kenapa bayu lebih peka, ini pasti tidak ada yang beres, tapi tidak mungkin aku menanyakan masalah rumah tangga kak syasa, tidak sopan, mungkin benar kata bayu menunggu kak syasa menceritakannya sendiri. "
🔸
bayu sedang apa kamu di situ " tanya banyu saat melihat bayu duduk di taman rumah sakit
" sedang memperhatikan suster suster cantik di sini " canda bayu lalu tertawa
" astaga, dari kemarin aku melihat suster di sini itu rata rata sudah seumuran kak Suyasa " jawab banyu lalu menghampiri bayu
" kamu lihat suster itu, cantik " ucap bayu menunjuk salah satu suster yang sedang berjalan lalu banyu pun melihat nya
" bukan yang di depan nya tapi di belakang nya " jawab bayu sedikit menarik banyu " deq " seketika banyu terpesona dan terus melihat suster tersebut
" apa kamu tidak mencoba berkenalan " tanya banyu yang masih melihat suster tersebut berjalan
" tidak untuk mu saja, bukan tipe ku " jawab bayu lalu meninggalkan banyu dan langsung masuk kedalam ruangan dewa sedangkan banyu mencoba mencari tahu tentang suster tersebut,
" boleh juga akan aku coba " gumam banyu, lalu ia berdiri dan berjalan seolah berjalan biasa namun saat suster itu semakin mendekat, banyu pura pura memainkan ponsel nya dan sengaja menabrak suster tersebut " bruuk "
" aw.. " ucap suster tersebut yang susah terjatuh di lantai begitu juga banyu
" ah.. maaf aku tidak sengaja ucap banyu yang langsung membantu membereskan bawaan suster tersebut
" tidak apa apa dok saya jaga salah " ucap nya lirih sembari menahan sakit di pergelangan kakinya
" maaf ini barang bawaan mu, apa ada yang cidera " tanya banyu lalu berdiri begitu juga suster tersebut
" tidak dok, terima kasih " ucap suster tersebut sangat tersenyum lalu hendak melangkah namun karena pergelangan kakinya terkilir ia pun menjadi tak seimbang dan hampir jatuh dengan sigap banyu menopang tubuh suster tersebut dan tatapan mereka saling bertemu sejenak mereka saling menatap lalu membuang pandangan mereka
" apa ada yang sakit ?" tanya banyu lalu menormalkan sikap nya begini juga suster tersebut
__ADS_1
" tidak apa apa dok, hanya pergelangan kaki saya seperti nya terkilir, " ucap suster itu sedikit menunduk
" mari saya bantu " ucap banyu lalu membawa suster tersebut ke ruangan nya
" duduk lah biar aku memeriksa pergelangan kaki mu " ucap banyu saat sampai di ruangan lalu menyuruh suster itu duduk di kursi
" sial aku terlalu bersemangat menabrak nya " batin banyu sambil memeriksa pergelangan kaki suster tersebut
" pelan pelan dok, " ucap nya
" tenang, aku sudah membalasnya dengan perban elastis, " ucap banyu santai
" maaf aku sudah membuat mu cidera " ucap banyu lalu mengulurkan tangan nya untuk meminta maaf dan di sambut suster tersebut
" nama ku banyu " ucap banyu memperkenalkan diri
" nita.. " jawab nita
" nita namanya yang bagus " ucap banyu lalu duduk di kursi di samping nita
" maaf dokter banyu apa dokter baru di sini saya baru melihat dokter " tanya nita sopan
" tidak, saya tidak bekerja di disini, saya hanya membantu dokter Wildan untuk mengurus salah satu pasien korban kecelakaan seminggu yang lalu, ya tentu nya saya mempunyai surat izin praktek di sini, " jelas nya
" apa anda asisten dokter Wildan " tanya nita
" iya.. " jawab banyu padahal banyu sudah menjadi dokter di luar negri hanya saja ia menutupi jati dirinya.
" eum.. dok terima kasih sudah membantu saya, kalau begitu saya permisif pulang, karena jadwal saya pagi sampai sore, " ucap nita lalu berdiri
" ah iya.. hati hati, sudah bisa berjalan? "
" sudah dok, Terima kasih , permisi " pamit nita
" iya sampai bertemu besok " ucap banyu lalu tersenyum. nita pun keluar ruangan banyu, talk Lama nita keluar dari ruangan banyu, bayu memanggilnya
" banyu kak dewa kesakitan " ucap bayu di ambang pintu
" baiklah ayo ke sana " ajak banyu lalu mereka pun menuju ruangan dewa namun sebelum nya banyu mengajak salah satu suster yang menangani dewa untuk melihat kondisi dewa.
🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕