
suasana menjadi hening saat reza dan Bianca keluar dari kamar, semua mata tertuju pada reza dan Bianca.
" kenapa kalian semua melihat ku seperti itu " tanya Bianca sambil duduk di sebelah bram, sedangkan reza mengambil rafi dari pangkuan putri
" tidak.. " jawab abi santai sembari melihat reza yang sudah berubah menjadi
segar sambil menggendong rafi
" za.. bagaimana? " tanya abi
" apa nya yang bagaimana "
" itu.. "
" ck.. sudah, itu urusan ku dengan caca " jawab reza lalu tertawa sambil membawa rafi ke kamar untuk di mandikan
" yah.. dia pergi begitu saja " ucap abi dan Bianca hanya tertawa
" caca, suara mu itu sampai ke kamar ku, pelankan sedikit " ucap bayu
" itu suara seksi ku untuk suami ku kak bayu " jawab bianca santai lalu tertawa
" ck.. " ucap bayu
" putra.. aku mau ke kamar " ucap lisa lalu bangkit dari duduknya
" baiklah, aku juga mau mandi " jawab putra lalu berdiri dan membantu lisa berdiri
" ma..pa..kami ke kamar " ucap lisa
" iya.. " jawab Wina lalu tersenyum, kemudian putra dan lisa menuju lantai atas.
" putra.. " panggil lisa saat sampai di kamarnya
" eum.. apa sayang.. ? "
" dua minggu lalu aku melihat mu di kafe bersama wanita, siapa dia " tanya lisa
" dia Maria, sekertaris damian , kemarin ada meeting tapi Damian tidak ikut karena dia harus meninju proyek yang ada di pelabuhan " jelas putra lalu tersenyum
" kenapa kamu tidak mendatangi ku saat kamu melihat ku " tanya putra lalu memeluk lisa dari belakang dan mengusap perut lisa
" aku tidak mau mengganggu mu " jawab lisa lalu tersenyum
" kamu cemburu "
" eum.. "
" jangan khawatir ,aku tidak mungkin menghianati mu , karena aku mencintaimu lisa, hanya dirimu "
" gombal "
" apa bukti cinta ku kurang pada mu, aku bertahun-tahun menunggu mu " jelas putra melihat lisa begitu dalam
" iya.. aku percaya, sekarang mandi sudah sangat sore, tapi maaf aku tidak mau mandi, dingin " jawab lisa lalu duduk di tempat tidur
" astaga, kamu pagi tidak mandi sayang, ayo mandi pakai air hangat " ucap putra langsung membopong lisa dan membawanya ke kamar mandi
" ah.. putra, dingin putra.. "
" tidak.. " jawab putar lalu tertawa kecil. disisi lain abi dan Utari dan yang lainnya masih di ruang keluarga
__ADS_1
"abi.. aku mau mandi " ucap Utari memegang lengan abi
" ya sudah sana "
" abi.. " ucap bram
" iya pa.. "
" eum.. "
" ayo " ucap abi membantu utari menaiki tangga "
" pa.. besok pasang lift saja , kasihan menantu mama naik turun tangan tangga " ucap abi di anak tangga
" ya terserah kamu bagaimana baiknya " jawab bram
" dari dulu sebelum menikah, caca minta di atas, kakak tidak mau " ucap bianca
" ya sudah, kita tukaran kamar bagaimana " jawab abi
" tidak, sekarang aku sudah nyaman di kamar bawah " jawab bianca santai
" sayang.. rafi sudah selesai mandi, seperti nya dia lapar " ucap reza di ambang pintu
" ah.. iya.. tunggu "
" reza jangan meminta bagian rafi " ucap juna dari anak tangga
" aku sudah lebih dulu " jawab reza lalu tertawa
" plak.. " Utari menepuk lengan abi
" aw.. "
" iya iya.. ayo.. " jawab abi, bram dan Wina dan yang lainnya tertawa,melihat abi dan Utari di anak tangga
" Utari.. " panggil abi saat sampai di kamarnya
" eum.. "
" aku mau "
" mau apa ? "
" mau.. eum.. itu.. "
" yang jelas mintanya "
" baiklah.. " jawab abi lalu mendekati Utari dan langsung mencium nya
" eum.. abi lepas.. "
" sayang ayolah, sudah satu minggu "
" ck.. baiklah sebentar saja " jawab Utari lalu membuka kancing bajunya
" sebentar, nanti juga kamu minta yang lama "
" apa..?? "
" tidak sayang.. akhirnya " ucap abi yang langsung mencium Utari sementara itu anak anak bram yang lain pun masuk ke kamar masing masing begitu juga bram dan Wina
__ADS_1
" reza.. kenapa kamu melihat ku seperti itu " tanya bianca melihat reza yang sedang memperhatikan nya
" kamu seksi " jawab reza lalu tersenyum
" jangan menggoda ku " ucap bianca lalu memperhatikan rafi yang sedang menyusu
" apa boleh nanti malam aku meminta nya lagi " pinta reza mengerlingkan satu matanya
" iya boleh.. tapi tunggu jagoan mu ini tidur dan jangan lupa pakai pengamanan mu, aku belum siap untuk hamil lagi " jelas bianca lalu tersenyum,tiba tiba terdengar suara putra memanggil " mama "
" mama..!! " teriak putra
" reza itu suara kak putra, jangan jangan kak lisa mau melahirkan " ucap bianca, lalu reza pun keluar
" mama, papa, banyu !! " teriak putra lagi
" ada apa.. " tanya banyu yang baru saja keluar "
" siapkan mobil, lisa mau melahirkan, ketubannya sudah pecah " jawab putra yang membopong lisa menuju keluar di ikuti banyu.
" ada pa ini " tanya Wina yang baru saja keluar
" itu ma lisa mau melahirkan " jawab reza di ambang pintu
" iya kah..? ayo mas.., reza kamu di rumah saja, jaga caca, bayu..!! " ucap wina lalu mengambil tasnya
" ada apa ma.. "
" reza.. ada apa ? " tanya bayu di sebelah reza
" lisa mau melahirkan "
" kak bayu ayo.. " ajak nita yang menyusul banyu
" ah.. iya, sayang..dea kamu di rumah saja, aku mau menemani kak putra ke rumah sakit " ucap bayu yang juga terburu buru
" ah.. iya hati hati.. " jawab dea.
" ada apa ini " tanya putri dari lantai atas
" lisa mau melahirkan " jawab reza lalu masuk kedalam kamarnya
" apa..? damian ..! abi.. !! " teriak putri lalu menggedor pintu abi
" ck.. apa put.. " jawab abi kesal
" keluar ayo ke rumah sakit, lisa mau melahirkan "
" ck.. ada suaminya "
" abi..! "
" iya tanggung, sebentar.. " jawab abi semakin kesal
" ck.. mengganggu saja " gumam abi
" sudah selesaikan " jawab Utari sambil tertawa geli
" iya.. " jawab abi.
🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih😘💕