CERITA CINTA

CERITA CINTA
90


__ADS_3

sepulang nya mereka dari panti asuhan, dewa dan syasa serta ketiga anak anaknya langsung pulang ke Jakarta, reza dan Bianca menuju distro, putra, lisa, abi, Utari, juna, Arya dan Bram serta Wina langsung menuju rumah, sedangkan banyu dan bayu ke rumah sakit.


" papa ada ada saja.. kita belum resmi menjadi dokter sudah di beri tanggung jawab untuk mengelola rumah sakit, bahkan di London kita juga mengurusi perusahaan, papa dan perusahaan cabang kak syasa " ucap banyu pada bayu dan mereka sedang berjalan di lorong rumah sakit


" kamu yang dokter, aku psikolog " ucap bayu santai, dan tertawa


" sama saja.. " jawab banyu sembari masih tertawa dan sedikit mendorong tubuh bayu


" mungkin setelah aku menyelesaikan kuliah psikologi ku aku akan akan melanjutkan progam profesi psikologi S2 di Indonesia saja " ucap bayu


" eum.. mungkin aku juga akan melanjutkan S2 spesialis saraf di Indonesia saja, seperti nya kita memang tidak bisa jauh dari mama papa " ucap banyu dan kini mereka sudah sampai di ruangan direktur rumah sakit, bayu pun menghubungi staf dan jajaran rumah sakit untuk rapat mengenai kepemimpinan mereka


🔸


" reza sebaik nya kita pulang, aku mengantuk, tadi malam kamu benar-benar menghajar ku sampai jam 2 pagi, dan itu melelahkan " ucap Bianca yang sudah Bergelayut di lengan reza yang sedang mengecek kaos kaos nya yang baru masuk hari ini


" iya sebentar.. , yeni.. ! " panggil reza pada karyawan kepercayaan nya., yeni pun menghampiri reza


" ya tuan.. "


" tolong kamu cek semua barang yang masuk hari ini, dan laporan nya nanti kirim ke email ku " perintah reza pada karyawan nya


" baik tuan, " jawab Yeni sopan

__ADS_1


" ayo kita pulang.. " ucap reza dan mengusap lembut pipi Bianca,lalu tersenyum


" ayo.. " mereka berdua keluar dari distro dan menuju mobil reza dan langsung menuju rumah nya sendiri.


🔸


" hari ini sangat melelahkan " ucap abi dan menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur


" masih mau mempunyai banyak anak setelah bermain dengan anak anak di panti " jawab Utari sambil meletakkan baby Arya ke boks bayi lalu merebahkan tubuh nya di samping abi


" akan aku pikir ulang " ucap abi dan menoleh ke arah utari


" abi aku harap kita mempunyai dua anak saja " jawab utari


"abi..itu sangat melelahkan " ucap utari manja, lalu memeluk abi


" utari.. jangan pernah berubah, aku menyukai dirimu yang seperti ini saja, polos, , biarlah orang menganggap mu bodoh tapi kamu wanita pintar, dan cerdas " ucap abi dalam hati.


" abi kenapa diam.. ?


" eum.. tidak aku hanya sedang berfikir, ? "


" berfikir apa? "

__ADS_1


" berfikir ingin membuat anak lagi dengan mu " ucap abi di iringi tawa dengan jari bergerilya di pinggang utari


" hentikan abi, geli.. ! ucap utari yang langsung membalas abi dengan cara yang sama, abi pun tertawa hingga tatapan mereka bertemu, utari seketika diam melihat tatapan abi yang begitu tajam,seolah menginginkan sesuatu. karena hampir 2 bulan abi belum mendapatkan hak nya kembali setelah Utari melahirkan. saat abi ingin mencium Utari baby Arya menangis, Sontak Utari pun menghampiri nya dan mengambilnya dari boks bayi.


" Arya mama bangun eum.. " ucap Utari dan mencium pipi Arya, lalu utari memangku Arya di tempat tidur dan memberi nya Asi


" enak kamu ya.. nyusu setiap hari, giliran papa kapan eum.. ? " ucap abi sembari mencium tangan mungil Arya, utari yang mendengar hanya tertawa


" mau.. ini yang sebelah? " goda Utari


" sayang jangan menggoda ku, apa kamu sudah siap jika aku menyerang mu hem.. ? " tanya abi gemas


" jangan abi aku belum siap he.. bercanda " ucap Utari dengan menyunggingkan senyum nya


" ya sudah, kamu susui Arya aku akan mengambil kan buah untuk mu " jawab abi lalu tersenyum dan mengecup pipi Utari lalu ia pun keluar kamar menuju lantai bawah


" abi kamu memang suami pengertian, walaupun kadang sangat menjengkelkan, aku mencintaimu abi " ucap lirih Utari, via tiba tangan mungil Arya menepuk dada utari


" eh.. kamu cemburu, eum.. iya mama juga mencintaimu sayang, kamu segala nya bagi mama " ucap Utari dan mencium tangan mungil Arya lalu meletakkan jarinya di telapak tangan Arya, Arya pun seolah mengerti dan menggenggam jari Utari


🔹🔹🔹🔹🔹


vote like komen

__ADS_1


Terima kasih😘💕


__ADS_2