CERITA CINTA

CERITA CINTA
130


__ADS_3

" Hai.. apa aku terlambat " ucap putri yang baru saja datang karena ia di minta tolong putra membawakan baju bayi dan baju untuk putra.


" heum.. kamu yang tadi berisik menggedor pintu ku tapi kamu sendiri baru datang " jawab abi sedikit kesal


" aku kan mencari ini di lemari putra "saut putri sambil memberikan tas bayi nya pada putra


" Hai lisa.. selamat atas kelahiran bayi mu " ucap putri pada lisa


" ia Terima kasih putri.. " jawab lisa lalu tersenyum


" putra selamat " ucap Damian pada putra


" iya Terima kasih" jawanya lalu tersenyum dan melihat lisa


" ma.. abi pulang dulu, sudah mau magrib, kasihan Utari " pamit abi yang selalu teringat Utari yang sedang hamil kembar


" ah.. iya.. juna kamu juga pulang bayu, kamu, banyu ajak istri mu juga pulang, biar mama dan papa yang menjaga lisa, , putri kamu juga, nanti dira mencari mu " ucap Wina menyuruh anaknya satu persatu


" yah ma, kenapa di usir " jawab juna


" bukan mengusir, kak abi kamu, istrinya sedang hamil, kak putri, nanti dira mencari nya, bayu, istrinya di rumah, nita banyu baru sampai dari jakarta, harus istirahat, dan kamu juga harus istirahat.. sudah sana sana, di sini ada bayi baru lahir, jangan terlalu banyak orang " jelas Wina, Bram yang melihat Wina yang sedang berceloteh pun hanya tertawa. kecil begitu juga lisa dan putra


" ya.. iya.. iya.. " jawab juna lalu mereka pun pulang.


🔹


rumah


" suttsssusttt.. Arya.. jangan menangis terus nak.. iya papa sebentar lagi pulang " ucap Utari sambil menggendong Arya


" Arya kenapa Utari..yuk sini sama om " ucap reza yang baru keluar dari kamar


" gak tau kak, dari tadi nangis terus manggil papanya " jawab Utari yang masih menggendong Utari


" ayo ikut om.. " ucap reza mencoba menenangkan namun Arya tidak mau


" papa... " ucap Arya di di sela isak tangisnya


" abi.. "

__ADS_1


"astaga.. Arya kenapa.. ? " jawab abi yang baru saja sampai dan langsung menghampiri Utari lalu menggendong Arya


" tidak tau dari tadi menangis, mau aku ajak Arya nya tidak mau " ucap reza


" sudah..ini papa sayang.. " ucap abi menimang Arya,seketika Arya pun terdiam dan meletakkan kepala nya di pundak abi


" apa dia sudah makan? " tanya abi


" sudah tapi hanya sedikit tapi tadi juga sudah minum susu " jawab utari


" kakak.. lapar.. " ucap juna pada Utari yang baru masuk


" juna.. makan lah, kakak sudah masak sop iga kesukaan mu " jawab Utari mengusap rambut juna


" iya.. kakak terbaik " ucap juna lalu menuju ruang makan


" abi.. kalau begitu, akibat ke kamar " ucap reza


" iya, Terima kasih " jawab abi lalu duduk di sofa bersama Utari dan memangku Arya sedangkan reza langsung ke kamarnya


" dia langsung tertidur " ucap Utari melihat Arya yang sudah tertidur di pangkuan abi


" dan aku juga merindukan mu " goda abi lalu sekilas mencium Utari


" abi ada juna '' pekik Utari, namun abi hanya tersenyum dan melihat sekilas juna yang sedang makan


" bagaimana kak lisa " tanya Utari


'' Baik, semuanya lancar, anaknya laki laki " jawab abi,


" ya sudah ayo ke kamar " ucap abi lalu berdiri dan menggendong Arya serta menuntun Utari untuk naik tangga di sisi lain putri dan damian masih di perjalanan menuju rumah Bram untuk menjemput dira, namun mereka berdua sama sama terdiam karena mereka sedang ada masalah dan mereka menutupi dari orang tua masih masing, tiba-tiba Damian menepikan mobil nya, dan putri tetap masih tak bergeming


" putri.. " ucap damian berusaha meraih jemari putri namun Putri seketika menepis nya tangan Damian


" putri aku akan jelaskan semuanya "


" penjelasan.. ? penjelasan apa yang ingin kamu sampaikan pada ku, semua nya sudah jelas, kamu memang playboy damian, tega tega nya kamu tidur dengan sekertaris baru mu di Singapore "


" ok.. fine.. !! aku memang tidur dengan nya, aku mabuk berat waktu itu begitu pun dengan nya, tapi aku tidak menyentuh nya sama sekali "

__ADS_1


" bohong.. tidak mungkin laki laki dan perempuan dalam satu kamar tidak melakukan apa pun, apa lagi kalian berdua sama sama mabuk " jawab putri yang bernada tinggi dan menahan air matanya


"putri.. sumpah Demi apapun dan demi anak kita, aku tidak menyentuh nya sama sekali, tolong jangan dengarkan putra, putra tidak mengetahui yang sebenarnya, dan tolong maafkan aku " ucap damian memelas dan memegang jemari putri,


" aku tahu kamu brengsek, wanita mu begitu banyak di masa lalu, bahkan di saat kita berpacaran, kamu sering pergi dengan wanita lain, tapi aku memaafkan itu karena aku pikir, ya sudah lah kamu belum mempunyai ikatan yang pasti dengan ku, dan harus nya aku mendengarkan kata putra " jelas putri yang sudah berlinang air mata, hati nya begitu sesak saat mengetahui jika Damian satu kamar dengan sekertaris barunya


" tapi karena aku sangat mencintai mu, akal logika ku tidak berjalan, aku mencintaimu, tapi kenapa balasan mu seperti ini " ucap putri yang tangisan nya semakin pecah


" putri, aku memang brengsek, tapi hati ku hanya untuk mu, cinta ku hanya untuk mu, sumpah putri aku tidak menyentuh nya sama sekali, tolong maafkan aku " jawab damian lalu memeluk putri


" damian.. hati ku masih sakit " tangis putri


" maafkan aku " jawab putra dan mereka pun berpelukan.


" damian... jangan pernah lagi kamu melakukan hal yang sama, aku tidak mau lagi ada sekertaris wanita di kantor " ucap putri


"iya.. dia sudah di tempatkan putra di Kota k, maafkan aku sayang " jelas damian menakup kedua pipi putri putri pun hanya mengangguk.


" kita pulang eum.. " ucap damian


" iya tapi aku ingin menginap di rumah mama untuk beberapa hari jika kamu mengizinkan " jawab putri sedikit tersenyum,


" iyah.. " ucap damian lalu mengecup bibir putri sekilas.tak begitu lama damian langsung menuju rumah Bram sepanjang perjalanan damian tidak melepaskan genggaman nya, ia merasa sangat bersalah, walaupun memang kenyataan nya ia tidak melakukan apa pun dengan sekertaris nya dan itu hanya kesalahan pahaman. sesampainya di rumah putri pun langsung melihat dira di kamar bersama baby sister nya, dan ternyata dira pun sudah tertidur dengan baby sisternya kemudian putri menyusul damian ke kamar.


" damian... " panggil putri lalu memeluk damian dari belakang


" aku lapar.. "


" ya sudah, kita turun kita makan eum.. " jawab damian yang sudah membalikkan badan nya


" damian.. "


" cup " putri mencium damian terlebih dahulu, semakin lama semakin panas. karena memang mereka sudah lama dan hampir dua minggu tidak melakukan nya karena kesalahan pahaman.


" aku lapar ingin memakan mu " bisik putri lalu menarik damian ke atas tempat tidur , dan damian tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena ia juga sangat menginginkan nya


🔹🔹🔹🔹


Terima kasih😘💕

__ADS_1


__ADS_2