
damian dan putri turun bersama setelah melepas rindu dan berbaikan , dan bergabung di ruang keluarga .
'' sudah baikan .. '' tanya Abi tanpa melihat putri dan Damian yang duduk di sofa
'' plak.. '' Utari menepuk pundak abi dan mengisyaratkan agar diam dan tidak mencampuri urusa6 rumah tangga kakaknya .
''abi mana mama?'' tanya putri
''ada di kamar mandi, mungkin belum selesai mandi'' jawab Abi datar sambil mengusap lutut Utari
''abi.. tangan kamu ,geli'' pekik Utari menyingkirkan tangan abi. Abi hanya tertawa kecil lalu melihat Utari
''sayang.. maaf ya.. tadi telur nya aku pecahin'' ucap Abi mengingat insiden merapikan barang barang belanjaan Utari
''iya tidak apa apa ,tapi bulan depan aku mau kamu yang menemani belanja.''jawab Utari lalu tersenyum
''pasti sayang''balas Abi lalu memeluk Utari dan menyembunyikan wajahnya di leher Utari.dan bersikap manja. Abi tidak menghiraukan bada Damian dan putri karena mereka masing masing pun sibuk bermesraan sendiri
''kamu pasti ada maunya kalau sudah seperti ini'' tanya Utari mengusap rambut Abi
''badan mu terasa hangat Abi , apa kamu sakit" tanya Utari memegang lengan dan dahi Abi
''mungkin,rasanya badan ku remuk''
''masuk angin?''
''tidak tahu ''
''tunggu disini aku buatkan jahe hangat'' ucap Utari lalu menuju ke dapur membuat jahe hangat sedangkan Abi bersandar di sofa.
''kenapa bi..'' tanya putri
''kepala ku sakit ,badan sakit''
''masuk angin'' saut Damian
''mungkin'' jawab Abi sendu tak lama Utari membawa satu gelas jahe hangat dan membawa minyak angin dan uang koin logam
''ini minum'' ucap Utari meletakan gelasnya di meja,lalu Utari duduk di samping Abi.
''buka baju mu'' pinta Utari
__ADS_1
''apa yang ingin kamu lakukan ,jangan disini''jawab Abi yang sudah berfikir yang tidak tidak
''plakk'' Utari menepuk punggung Abi, lalu membuka kaos Abi
''diam , jangan teriak nanti malam saja teriaknya'' jawab Utari mulai menggosok punggung Abi dengan uang logam
''aduh.. sakit'' teriak nya lalu Utari melingkarkan satu kakinya di perut Abi agar Abi tidak memberontak, dan menggosok punggung nya sampai selesai tidak perduli Abi mengaduh ria dan ditertawai putri ,Damian dan juga Reza serta Bianca tak ketinggalan Lisa dan putra . sampai Wina yang mendengar teriakkan Abi pun keluar bersama bram
''astaga.. mama kira kamu kenapa''ucap Wina melihat Abi yang meringis lalu melihat punggung nya dan tertawa
''disiksa sama menantu mama,Utari sadis.. duh..'' jawab Abi sambil mengenakan kaosnya lalu membenarkan posisi duduknya Utari hanya tersenyum dan mengambil jahe hangat nya padanya
''tapi langsung enakkan''gumamnya setelah meminum jahe hangat nya .
🔹
Reza ,putra dan Damian serta Abi sudah berpakaian rapi . mereka sudah bersiap untuk berangkat ketempat kerja masing masing.namun saat hendak berangkat ada saja masalah yang di buat istri istri mereka . seperti Bianca yang sedang berbadan dua ,ia sangat manja dan tidak ingin pisah dari sang suami, Utari dengan kehebohan nya membuat bekal makanan untuk suaminya dan Lisa yang kerepotan karena Bima tidak mau diam dan selalu menangis , sedangkan putri mengancam Damian agar mengganti sekertaris nya
Wina dan Bram yang mendengar dan melihat nya pun pusing dibuatnya dan ikut kesal namun kesalnya ia tumpahkan pada sang suami .
'' ya Tuhan beruntung banyu bayu dan Juna di Jakarta kalau tidak sudah kayak pasar induk rumah ini ,mas.. ini semua gara gara kamu memberiku banyak anak ,urus mereka'' celoteh Wina yang melihat anak anaknya dan menantunya ada yang berjalan kesana kemari ada yang duduk merengek-rengek ada yang kesal dan itu membuat sakit kepala Wina
''akhem''akhirnya suara Bram terdengar dan semua anak menantunya terdiam melihat ke arahnya dengan posisi masing-masing
''iya pa.. ''jawabnya lalu melihat Utari kemudian mencium kening Utari dan. sekilas mengecup bibirnya
''jaga anak anak'' ucapnya lalu tersenyum kemudian melangkah keluar
''putra.. berikan Bima pada papa..''ucap Bram pada putra yang masih di gendongannya.lalu putra menghampiri Bram dan memberikan Bima , Bram menggendong Bima dan meletakkan nya di dadanya .
'' berangkatlah..''
'' terima kasih pa.. ''jawab putra lalu ia berpamitan dengan Lisa lalu ia berangkat
''damian''
''iya pa,..eum..sayang aku berangkat''pamit damian mengusap pipi putri lalu mencium keningnya lalu berangkat menyusul putra .kini tinggal Reza yang masih memeluk bianca.bram hanya tersenyum melihat tingkah sang anak yang sangat manja pada suaminya.tak lama wina menghampiri Bram dan mengambil Bima dari gendongan nya.lalu Bram menghampiri Bianca dan Reza.perlahan Bram memegang pundak Bianca .
''sayang sama papa'' bujuk Bram
''tidak mau pa..''
__ADS_1
''sayang aku ada meeting dengan klien baru, tolong jangan seperti ini ,aku janji nanti setelah selesai,suami mu yang tampan ini langsung pulang heum..''ucap Reza menyakinkan Bianca
''janji''
''iya'' jawab Reza singkat lalu tersenyum kemudian mencium keningnya dan melepaskan pelukannya
''hati hati dan jaga hati'' ucap Bianca manja
''pasti ..sudah aku berangkat . jaga raffi'' pamit'' Reza lalu menyalami Bram dan Wina kemudian melangkah keluar , tak terasa Bianca meneteskan air matanya seperti anak kecil.
''sudah hanya sebentar'' saut Bram memeluk anaknya
''reza pa.. Caca mau di peluk Reza pa''cicit Bianca di pelukan sang papa. Wina yang melihat hanya menarik nafas panjang mengingat saat hamil Bianca juga sama persis saat Bianca hamil seperti saat ini .
''astaga.. kue ku '' teriak Utari tiba tiba karena mencium bau gosong dari dapur dan semua nya pun tertawa melihat Utari yang berlari panik menuju dapur
''ya Tuhan tidak anak tidak menantu sama saja biang keributan'' celetuk Wina sedikit tertawa .
''ma..pa.. putri berangkat mau ke catering''pamit putri
''iya hati hati, nanti pulang kemari ada hal yang ingin mama sampaikan pada mu''
''iya ma.. mungkin siang putri sudah pulang''jawab putri lalu Tersenyum kemudian menyalami Bram dan Wina serta Bianca dan juga Lisa . setelah putri keluar Utari pun keluar dari dapur dengan wajah sedihnya karena kuenya sedikit gosong
''mama.. kue Utari gosong'' ucap Utari membawa kuenya di hadapan Wina dan Bram
''astaga.. ''jawab Wina lalu tertawa kecil melihat hasil kue Utari
''ya sudah ayo kita membuatnya lagi
khusus untuk ulang tahun Abimu tersayang '' balas Wina.
''lisa ini Bima , jangan pakaikan baju panjang , dia seperti nya tidak nyaman'' ucap Wina pada Lisa lalu memberikan Bima yang baju lengan panjang nya sudah di lepas Wina
''iya ma.. '' jawab Lisa lalu tersenyum . kemudian Wina menghampiri Utari lahlu mengajak nya untuk membuat kue kembali sedangkan Bianca sudah berada di kamar untuk mengurus Rafi di bantu baby sister nya .
🔹🔹🔹🔹🔹
terima kasih
maaf ya Hiatus lama bgt
__ADS_1
jangan lupa "Krisna'' lanjutan dari takdir dan ''cintaku di palek''