CERITA CINTA

CERITA CINTA
87


__ADS_3

" ma.. caca mana? " tanya abi.


" sejam yang lalu keluar kamar, makan siang, terus masuk kamar lagi dan belum keluar lagi" jelas Wina yang sibuk menyiapkan makanan untuk acara malam nanti di ruang makan bersama tiga asisten nya


" sudah sore kenapa belum keluar ck.. " ucap abi


"sudah biarkan mereka menikmati masa pengantin baru mereka, kamu juga seperti itu waktu itu kan? " jawab Wina santai, Bram yang mendengar nya pun hanya diam tanpa ekpresi


" mama bisa saja, " ucap abi


" caca...!! teriak Bram tiba tiba


" mas..!! biarkan mereka" ucap Wina


" yes.. " kata abi sembari tertawa


" caca..!! " teriak Bram lagi " mas..!! " ucap Wina menatap tajam Bram


" caca tidak tuli pa..!! " teriak bianca di ambang pintu, dengan menggunakan kimono dan handuk yang ia lilitkan di kepala nya dan membawa bingkisan untuk Bram


" astaga.. !! " ucap abi dan melebarkan matanya


" kenapa kakak melihat ku seperti itu " tanya bianca menatap sekilas abi


" kamu mandi sudah berapa kali ca.. ? " goda abi


" bukan urusan kakak, " ucap bianca sedikit kesal dan menjulurkan lidah nya krn arah abi, abi pun hanya tertawa


" pa.. ini untuk papa, dari reza, " ucap bianca, pada Bram lalu duduk di sebelah Bram


" eum.. " jawab Bram singkat dan menerima bingkisan nya


" pa selamat ulang tahun, " ucap bianca lalu mencium pipi Bram


" Terima kasih sayang.. " jawab Bram singkat dan tersenyum


" abi..!" teriak Utari di anak tangga,


" yang sayang.. ! " jawab abi lalu menghampiri Utari di ujung tangga

__ADS_1


" abi.. kenapa kamu membelikan dress untuk ku seperti ini, ini terlalu seksi, dan ini juga susah untuk aku memberikan asi untuk Arya, dan warna nya aku tidak suka, ini untuk mu saja, awas saja jika kamu tidak memakai nya " ucap Utari tanpa jeda, dan langsung naik ke lantai atas kembali Wina, Bram serta bianca hanya tertawa mendengar ocehan menantu nya, apa lagi di kalimat terakhir Utari, dan semakin tertawa


" ini bagus sayang, " ucap abi


" iya bagus.. , kamu tidak lihat bentuk tubuh ku sekarang, sama saja kamu meledak ku " jawab Utari di anak tangga " menyebalkan " ucapnya lagi.


" arq.. !! erang abi dan kembali ke meja makan, lalu memberikan dress tersebut pada bianca


" untuk mu saja... " ucap abi sembari memberikan dress nya pada bianca,


" wow.. selera kakak oke juga, baik lah nanti akan ku pakai " ucap bianca sambil melihat dress nya


" sayang.. ! panggil reza di ambang pintu


" caca.. layani dulu suami mu " ucap Wina


" sudah ma.. " jawab bianca polos, abi yang mendengar nya hanya tertawa dan menggelengkan kepala nya


" siapkan baju nya kamu tidak lihat reza masih bertelanjang dada " ucap Wina tegas pada bianca


" iya ma.. " ucap bianca lalu bergegas menyusul reza


" sayang.. " panggil reza lagi


" ada apa.. ? " tanya bianca saat sudah masuk kedalam kamar dan menutup pintu nya


" mana kemeja yang tadi kamu bawa untuk ku? " tanya reza


" sebentar.. "


" ini.. maaf aku meninggalkan mu saat kamu mandi, karena papa memanggil ku " ucap bianca " iya tidak apa apa " jawab reza lalu menggunakan kemeja nya


" kalau begitu aku juga akan bersiap " ucap bianca. lalu mereka berdua mempersiapkan diri untuk acara Bram nanti malam


" mama.. " panggil banyu dan bayu secara bersamaan, saat baru sampai rumah


" eum.. mama di ruang makan " jawab


Wina

__ADS_1


" ma.. ini untuk mama, ini untuk papa yang sedang ulang tahun, ini untuk baby Arya, dan ini untuk pengantin kecil papa dan mama caca " ucap bayu sembari meletakkan bingkisan di meja rusuh makan


" kemana semua orang " tanya banyu


" sedang bersiap siap, kalian mandi lah dan bersiap siap " ucap Wina yang baru selesai menyiapkan makanan nya bersama tiga asisten rumah tangga nya.


" papa juga akan bersiap, .. sayang ayo.. " ucap Bram mengajak Wina ke kamar


" Baik lah, kita juga harus bersiap bayu " ucap banyu, lalu mereka berdua menuju kamar mereka masing-masing.


hari semakin malam , semua anak menantu serta cucu cucu Wina berkumpul, di taman belakang,dan acara pun mereka mulai, acara ulang tahun Bram hanya di hadiri anak dan menantu, serta besan nya damar tak ketinggalan farhan dan Yasmin pun imut serta, setelah acara selesai Bram mengumpulkan semua anak dan menantu nya, karena ia ingin memberitahu banyak hal penting tentang semua perusahaan nya dan siapa saja yang akan pemimpin nya.


" papa sengaja mengumpulkan kalian semua di sini, karena papa ingin menyampaikan sesuatu pada kalian semua, karena usia papa sudah 60 tahun, jadi papa akan membagi hak kalian, sebagai ahli waris " jelas Bram, dan melihat anak anak nya Satu persatu


" untuk perusahaan di bidang kontruksi dan yang bekerja sama dengan perusahaan om kalian doni yang bergerak di bidang kesehatan dan kecantikan, papa serahkan semua pada putra, dan semua perusahaan cabang,"


" dan untuk hotel dan resort yang ada di seluruh Indonesia, papa serahkan pada abi dan caca sepenuhnya "


" putri, kamu tetap meneruskan usaha catering mama mu yang sudah mempunyai banyak cabang, di kota ini mau pun yang ada di jakarta , dan mengelola apartemen yang ada di jalan akasia "


" banyu dan bayu, kalian kelola Rumah sakit dan klinik pusat dan cabang "


" untuk juna nanti jika sudah dewasa, kamu harus mempimpin sekolah bela diri milik opa mu dan untuk syasa, anak tertua papa, eum.. maaf sayang papa hanya bisa memberikan mu rumah yang ada di jalan pahlawan, " ucap Bram yang sudah berkaca kaca menahan air matanya, bagaimana pun syasa adalah putri pertama bagi nya Walau hanya putri tiri.


" papa.. papa tidak perlu memberikan syasa apa pun, caca sudah mempunyai segala nya " ucap syasa yang langsung memeluk Bram dan menangis


" tidak sayang.. kamu tetap putri papa, putri pertama papa, dan tidak ada yang bisa membantah eum.. " ucap Bram


" papa.. " ucap syasa dan mengeratkan pelukan nya


" syasa ..rumah yang di jalan permai mama berikan pada mu, itu hak mu, rumah itu milik papa kandung mu " ucap Wina yang juga ikut meneteskan air mata


" dan rumah ini, rumah yang kita tempati ini, rumah kita semua, kalian bebas ingin memiliki rumah, tapi kalian harus ingat ini rumah utama kalian, jika kalian ingin tinggal disini silahkan, papa dan mama akan sangat bahagia. terutama untuk anak laki-laki papa, untuk anak perempuan papa, kalian juga boleh tinggal di sini tapi jika suami kalian mengizinkan nya, jika tidak, turuti suami kalian, dan papa tidak akan pernah melarang atau membedakan bedakan mana menantu dan anak sendiri. " ucap Bram, yang sudah meneteskan air matanya, lalu semua anak dan cucunya memeluk Bram dan Wina kecuali menantu mereka yang hanya menangis terharu.


" opa... Arya juga ingin memeluk opa " Ucap Utari tiba tiba, dan menirukan suara anak kecil, Bram yang mendengar pun tertawa kecil dan mengusap air matanya dan menghampiri Arya yang ada di gendongan Utari.


" cucu opa.,. " ucap Bram saat sudah menggendong Arya dan mencium pipi arya.


🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2