
" mama.. " panggil abi membuka pintu kamar Wina
" astaga, eum.. maaf ma.. " ucap abi terkejut melihat bram dan Wina ( ah sudahlah tidak perlu di ceritakan)
" astaga abi..." teriak Wina lalu mengambil selimut nya, abi menutup pintu kamarnya tak lama bram keluar setelah mengenakan piyamanya
" plak.. " bram memukul pundak abi lalu berjalan menuju
" auw.. sakit pa.., sial.. punya papa bisa bela diri, ya..seperti ini anaknya menjadi sasaran " pekik abi mengusap pundaknya
" sudah papa bilang ketuk pintu.. " jawab bram santai berjalan menuju ruang makan untuk mengambil air minum
" abi juga sudah bilang sama papa ,kunci pintu pa... " jawab abi sambil merapat kan giginya dan mengikuti langkah bram
" lupa abi.. papa mama mu sudah tua "
" sudah tau tua, sudah berumur, masih saja suka begitu "
" plak.. " bram menepuk Kepala abi
" aduh.. sakit pa.. " pekik abi mengusap Kepala nya
" tua umur nya, jiwa tetap muda " jawab bram lalu duduk di kursi dan meminum segelas air putih
" oh ya pa.. abi mau bertanya, seusia papa saat ini, papa melakukannya berapa kali,eum.. maksud abi, apa seperti pasangan muda pada umumnya..? " tanya abi serius namun bram tertawa
" ck.. serius pa.. "
" dua kali dalam sebulan "
" hah.. kenapa bisa begitu pa.. aku pikir seperti anak muda bisa kapan saja, ayo.. " jawab abi heran namun Bram hanya tertawa kecil
" seusia papa dan mama mu itu sudah tidak begitu memikirkan hal seperti itu, terlebih mama mu , cukup memeluk saat tidur itu sudah membuat hati papa dan mama mu bahagia dan nyaman, tapi jika kamu ingin menikmati sampai tua nanti, jaga pola hidup mu, olahraga, makanan juga harus di jaga,dan tentunya biayai istri mu untuk perawatan dan kecantikan nya agar tetap menarik seperti mama mu " jelas bram pada abi yang serius mendengarkan nya
" mas.. " panggil Wina berjalan menghampiri bram
" ya "
" ini bagaimana..? " ucap Wina yang tidak bisa membuka tutup botol vitamin rambut nya.
" astaga.. mari.. " jawab bram lalu membukakan tutupnya
" sini aku pakaikan " ucap bram menyuruh Wina duduk kursi meja makan lalu menuangkan sedikit demi sedikit vitamin rambut di kepala wina, dan abi hanya melihat keromantisan papa dan mamanya
" mama jam tiga pagi sudah mandi..? " tanya abi berjalan menuju lemari pendingin
" kamu sendiri pagi pagi buta mengganggu mama dan papa, mas.. sambil di pijit mas " ucap Wina dan kalimat terakhir nya menyuruh bram untuk memijit kepalanya, dan bram dengan senang hati memijitnya
" aku habis bergadang ma, twins baru saja tidur, Utari juga, mama biasanya jam 2 pasti bangun jadi maksud abi,abi minta tolong buatkan makanan,abi lapar " jawab abi seperti tidak ada rasa berdosa, Wina sebenarnya malas membuatkan nya, namun ia juga kasihan melihat abi beberapa hari ini bergadang,
" sudah mas.. mas mandi ..nanti aku buatkan jahe hangat "ucap Wina lalu bangkit dari duduknya lalu mencium pipi bram, di depan abi, abi hanya memutar bola matanya tanda sudah bosan melihat mama dan papanya yang selalu romantis. bram kemudian menuju kamar sedangkan Wina mengupas buah apel dan membuat jahe hangat untuknya
" ini makan lah, dan ini jahe hangat untuk mu " ucap Wina memberikan potongan buah apel pada abi dan segelas jahe hangat.
" Terima kasih ma " jawab abi mencium pipi wina
" sama sama, ya sudah mama mau ke kamar " ucap Wina lalu berjalan menuju kamar dan membawa jahe hangat untuk bram
" mau lanjut ma.. " goda abi tertawa kecil
" iya.. kamu mau adik lagi " Jawab Wina membalas ejekan abi lalu tertawa
__ADS_1
" hah.. no... !! , enak saja adik, punya adik empat saja sudah membuat ku naik darah " gumam abi di akhir kalimat nya
" ada apa sih.. pagi pagi sudah brisik " teriak Bianca yang baru saja keluar kamar dan baru saja bangun dan berjalan menghampiri abi
" kamu yang brisik " saut abi lalu memakan buah apel nya
" kak.. lapar.. " ucap Bianca manja sambil merangkul abi dari belakang "
" ini.. " jawab abi memberikan potongan buah apel nya
" tidak.. aku mau pisang saja " ucap bianca meraih buah pisang di meja makan.
" aku pikir pisang yang lain " jawab abi sedikit tertawa
" dasar mesum.. " celetuk bianca
" kak, bukan nya tadi ada mama ? " tanya bianca yang duduk di samping abi
" iya.. sudah ke kamar "
" oh.. "
" pagi.. " sapa putra tiba-tiba datang bersama lisa
" kakak mau kemana sepagi ini sudah rapi ? " tanya bianca yang mulutnya masih penuh pisang
" kakak mau ke Singapore, ada pekerjaan " jawab putra lalu tersenyum
" oh.. "
" abi.. jaga semua.. aku titip anak dan istri ku "
" heum.. " jawab abi singkat lalu mengacungkan jempolnya
" jaga diri mu baik baik , aku dan bima menunggu di rumah " jawab lisa melepaskan pelukan nya lalu sekilas mengecup bibir putra
" hem.. " gumam bianca dan abi, lalu putra pun menuju kamar Wina dan berpamitan setelah nya putra berangkat ke bandara sedangkan lisa kembali lagi ke kamarnya
" sayang... " panggil reza
" aduh.. suami ku bangun.. " gumam bianca lalu bangkit dari duduk dengan tergesa-gesa
" iya...!! kak aku ke kamar dulu "
" hem "
" rafi bangun.. "
" iya aku datang.. " jawab bianca berlari kecil menuju kamarnya, abi tersenyum melihat kehebohan keluarga nya sendiri ia membayangkan jika anak anaknya besar nanti
" ok.. progam bayi lagi " Gumam abi lalu tertawa sendiri lalu bangkit dari duduknya dan kembali ke kamarnya
" rafi masih tidur reza.. , kenapa kamu bilang dia Bangun"
" Rafi ini yang bangun, hayo lah sayang.. pagi pagi seperti nya nikmat " jawab reza meraih pinggang bianca, bianca hanya tersenyum dan tahu maksud reza
" kamu bisa saja, ayo " jawab Bianca lalu tertawa kecil melihat bagian bawah Reza yang sudah bereaksi.
🔹
" abi mana papa mu ? " tanya Wina yang berjalan melewati abi yang sedang duduk di kursi taman belakang sambil berjemur bersama bayi kembarnya
__ADS_1
" lari pagi di jalan komplek sama reza.. seperti nya juga sedang menggoda gadis gadis yang sedang lari pagi " ucap abi melihat Wina
" apa.. ! " saut bianca yang mendengar jawaban abi, karena bianca juga sedang berjemur dengan rafi
" tidak bisa di biarkan , ayo ma " ucap bianca sambil memberikan rafi pada abi dan menarik wina untuk menyusul bram dan reza. benar saja reza dan bram sedang berbincang dengan dua gadis belia sekitar 18 tahunan
" om.. opa.. kami permisi,ada dua singa lepas , kami takut.." ucap salah satu gadis tersebut saat melihat Wina dan bianca berjalan ke arah nya
" singa.. " jawab bram melihat ke arah belakang
" permisi opa.. om.. " pamit dua gadis tersebut lalu meninggalkan bram dan reza
" mampus pa.. duh.. " gumam reza pada bram
" kamu takut.. "
" iya.. "
" sama " ucap bram pelan melihat Wina berjalan
" mas.. pulang yuk.. " jawab Wina meraih jemari bram dan tersenyum lalu bram hanya menurut saja
" ah.. iya ayo.. " jawab bram lalu merangkul Wina dan berjalan menuju rumahnya sedangkan bianca memasang wajah kesal seolah ingin menghajar reza
" ok.. tadi pagi kita sudah bertarung di tempat tidur, sekarang lawan aku di lapangan belakang rumah " ucap bianca menarik pergelangan tangan reza,
" ta.. tapi sayang.. "
"tidak ada sayang sayangan.. " ucap bianca tidak mau di bantah dan terus menarik reza menuju rumah. orang orang yang melihat hanya tertawa geli
" mampus.. " batin reza mengingat betapa ganas nya bianca saat menghajar emon. setelah sampai di rumah bianca terus berjalan menuju lapangan dan melewati abi..
" caca.. ini rafi."
" titip sebentar.. "
" ye.. di kira barang " gumam abi melihat bianca dan reza, abi paham situasi bianca dan reza hanya memilih melihat dan tertawa
" sayang sudah.. aku tidak mungkin melawan mu, iya aku minta maaf, tadi hanya bercanda " ucap reza
" bercanda ? " canda mu membuat baku cemburu " jawab bianca mulai menyerang reza, reza pun menangkis dan menghindar, bram dan Wina tertawa geli melihat bianca dan reza
" anak mu memang benar benar mas.. " ucap Wina melihat reza dan bianca dari kejauhan
" tidak apa, nanti juga berbaikan, reza audah tahu kelemahan caca.. lihat saja " jawab bram melihat reza yang sudah memeluk bianca dari belakang
" sayang sudah.. " ucap reza lalu membalikkan badan bianca
" aku hanya milik mu eum.. " ucap reza melihat dan meyakinkan bianca lalu sekilas mengecup bibir bianca namun bianca menahan tengkuk reza dan memperdalam ciumannya.
" astaga... " pekik abi
" sudahlah.. ayo anak anak kita kedalam " ucap abi lalu menggendong rafi sambil mendorong Stroller bayinya..
" sudah.. ayo ke dalam aku buatkan kamu sarapan.. " ucap reza lalu mencium kening bianca
" gendong.. "
" hem.. ayo.. " jawab reza lalu bianca naik ke punggung reza kemudian berjalan masuk kedalam rumah, ini mengapa Bianca sangat mencintai reza karena perlakuan reza sama seperti bram yang selalu memanjakan nya, dan itu membuat nyaman, dan reza selalu berusaha memberikan kasih sayang sama seperti bram memberikan nya karena reza tahu bagaimana bram memperlakukan putrinya sedari kecil.
🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
Terima kasih
vote jalan lupa