
" abi.. ! " teriak Utari di ambang pintu kamar nya, namun abi belum mendengar panggilan Utari
" abi..... !!!! " teriak Utari, dari atas yang mendengar abi pun langsung naik ke atas menghampiri Utari
" ada apa sayang.. ? " tanya abi panik, karena melihat Utari panik
" eum.. itu.. eum.. panas, panas, badan.. panas.. eum.. abi.. ! " ucap Utari manja di akhir kalimat nya dan menghentikan kakinya
' apa.. badan kamu panas " tanya abi lalu memeriksa kening Utari dengan menempel kan telapak tangan nya di kening Utari
" abi..bukan aku yang panas.. arya.. " ucap Utari menepis tangan abi dari kening
" oh Arya.. " jawab abi santai
" apa Arya panas.. " jawab yang baru menyadari
" eum " ucap ucap Utari dan mengangguk
" astaga! " jawab abi lalu berlari msuk ke dalam kamar dan menghampiri Arya yang sedang duduk di dalam boks nya, lalu abi pun memeriksa kening arya
" astaga, suhu badan nya tinggi Utari " ucap abi lalu menggendong Arya dan membawanya keluar dari kamar dan menuju lantai bawah di ikuti Utari
" kalian kenapa seperti nya panik? " tanya Wina Saat melihat abi berlari dari anak tangga dan mengendong Arya
" Arya ma panas, abi mau membawa nya ke rumah sakit " jawab abi panik
__ADS_1
" mana sini mama periksa " ucap wina lalu menghampiri abi dan memeriksa kening Arya, lalu memegang kaki, tangan dan badan nya, dan juga memeriksa mulut arya
" astaga abi anak mu ini gigi nya sedang tumbuh, wajar kalau badan nya panas, tidak perlu di bawa ke rumah sakit, cukup berikan penurun panas, Utari kamu ada persediaan obat penurun panas untuk Arya " tanya Wina
" ada ma, "
" sementara berikan itu terlebih dahulu , dan Utari tetap berikan asi untuk Arya, kamu tidak perlu diet terlebih dahulu, tidak perlu mendengarkan abi, yang penting Arya sehat, susu formula hanya tambahan, berikan buah, sayur dan makanan sehat, jangan yang instan, tidak baik " ucap Wina panjang lebar.
" mama seperti dokter anak " jawab abi lalu naik ke lantai atas kemabli bersama Utari
" mama bukan seperti dokter anak, tapi mama banyak anak seperti kalian, yang membuat kepala mama pusing " ucap Wina menggelengkan kepalanya, bianca yang mendengar pun tertawa
" kalau tidak banyak anak mama dan papa lebih pusing ma? " ucap Bianca menimpali
" kenapa seperti itu? " tanya Bram yang duduk di sebelah binaca
" benar juga anak gadis papa " jawab bram membenarkan ucapan Bianca
" gadis pa.. ? papa tidak lihat parut nya yang sudah semakin membuncit " ucap abi yang baru saja turun dari lantai atas dan mendengar ucapan Bram
" tetap saja, anak papa yang satu ini papa anggap gadis " ucap Bram lalu mengusap perut bianca
" ini tersangka nya pulang.. " ucap abi saat melihat reza baru pulang bekerja.
" iya ini tersangkanya baru pulang " ucap bianca menimpali, reza pun bingung sambil menyalami Bram dan Wina, Wina dan Bram melihat raut wajah reza yang bingung pun hanya tertawa
__ADS_1
" tersangka apa sayang? " tanya reza pada bianca lalu duduk di samping abi
" tersangka kamu menghamili anak gadis orang " jawab abi menimpali, sontak reza terkejut dan melihat bianca, yang raut wajah nya ia buat kesal karena ingin mengerjai reza
" tidak.. sayang, itu bohong, aku tidak melakukan itu " jawab reza takut melihat ekpresi bianca
" tu kan kak abi .. reza tidak mengakuinya " ucap bianca kesal di buat buat lalu Mengerlingkan satu matanya pada abi saat reza melihat abi, abi pun paham maksud bianca untuk mengerjai reza
" eum.. jadi kamu tidak mengakuinya eum.. baiklah, berarti kamu berurusan dengan ku " ucap abi serius namun di buat, lalu menepuk pundak reza
" abi.. sumpah aku tidak menghamili gadis mana pun " jawab reza serius
" lantas yang menghamili bianca siapa kalau bukan kamu " ucap abi lalu tertawa, dan semua pun tertawa
" astaga.. kalian mengerjaiku " ucap reza lalu merangkul leher abi, abi pun hanya tertawa
" hai.. Hai.. kamu harus sopan, dengan kakak ipar mu " ucap abi berusaha melepaskan rangkulan reza, namun reza malah memukul kepala abi
" rasakan ini, " ucap reza lalu menghela nafas panjang.
" sudah, mandilah ayo ke kamar " ucap bianca pada reza lalu berdiri dan menghampiri reza dan mengajak nya ke kamar.
" permisi ma.. pa.. " pamit reza lalu mengikuti langkah bianca masuk kedalam kamar
🔹🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih😘💕