
" reza.. jangan pingsan lagi " goda abi saat reza memangku anaknya yang duduk di sebelah brankar bianca.
" brisik kamu bi.. jangan mengingat itu lagi, malu ucap reza sadikit kesal
" aku akan terus menggoda mu " jawab abi dan tertawa
" terserah " jawab reza lalu melihat wajah anak nya dan tersenyum
" reza, kenapa kamu pingsan " ucap Bianca yang terbaring di brankar
" aku tidak sanggup melihat mu kesakitan " jawab reza lalu tersenyum dan mengecup kening bianca
" kalian semua tahu istri kalian melahirkan bertaruh nyawa dan jangan sampai mama melihat kalian bermain dengan wanita lain terutama kamu abi,mantan playboy " ucap Wina
" mama bisa saja, cinta ku sudah untuk Utari dan arya, tidak ada lagi wanita lain ma hanya ada Utari dan mama " jelas abi lalu mencium pipi Wina
" kambuh lagi gombalan nya , mama takut aja playboy mu kambuh " jawab Wina menahan tawa
" seperti penyakit saja ma, kambuh " jelas abi lalu tertawa, reza yang mendengar nasihat Wina pun tersenyum
" tidak ada yang lain ma, hanya caca yang reza cintai, reza ingat perjuangan reza untuk mendapatkan caca, tidak mudah ma, dan sekarang caca sudah melahirkan anak reza " ucap reza lalu tersenyum dan melihat bianca
" reza kamu manis sekali " ucap bianca lalu meraih jemari reza
__ADS_1
" aku ingin seperti mama dan papa satu untuk selamanya " ucap bianca lalu tersenyum
" pasti sayang " jawab bram menimpali dan tersenyum lalu merangkul wina, tak lama reza pintu meletakkan bayinya di boks bayi dan kembali duduk di dekat bianca.
" sayang terima kasih sudah mau menjadi ibu dari anak ku " ucap reza memegang jemari bianca
"Hai.. semua.. " sapa putri yang baru saja datang bersama damian
" selamat caca adik kecil ku sudah punya bayi " ucap putri lalu mencium pipi bianca
" Terima kasih kak, " jawab bianca lalu tersenyum
" selamat ca, sudah mempunyai bayi, bayi mu lucu dan menggemaskan " ucap damian pada bianca lalu tersenyum
" kalian berdua badan sama besar, istri melahirkan pingsan " goda abi lagi dan menunjuk damian dan reza lalu tertawa, putri pun ikut tertawa begitu juga Bram dan Wina
" jadi kak reza pingsan " ucap putri yang masih tertawa
" sudah sayang " jawab damian yang langsung membungkam putri dengan telapak tangan nya dan membawanya duduk bersama bram dan Wina di sofa, sedangkan reza yang menahan malu dan menggaruk tengkuknya
" ma pa.. abi pulang, kasian Utari jika di tinggal lama lama " pamit abi lalu bersalaman dengan Wina dan bram
" iya, hati hati, jaga istri mu di rumah, nanti suruh mbok Titin mengantarkan baju reza ke rumah sakit dan keperluan caca dan juga bayinya, tadi lupa membawanya " jawab Wina
__ADS_1
" iya ma, semua aku pamit, za aku pulang.. "
" ya pulang sana, pulang " jawab reza balas dendam
" adik ipar tidak sopan " jawab abi lalu memukul lengan reza
" aw.. sakit brengsek.. " ucap reza lalu mengejar abi yang sudah berlari keluar namun tidak sampai keluar ruangan , Wina, bram dan Bianca serta putri dan juga damian, hanya tertawa melihat reza dan abi jika sudah bersama.
" kalian dari dulu tidak pernah akur , ada saja bahan untuk membuat keributan " ucap putri lalu tertawa, reza pun juga tertawa
" reza.. aku mau minum " ucap bianca
" iya sayang " jawab reza lalu menghampiri bianca dan mengambil dan membantu bianca untuk minum
" lihat mereka, walaupun usia reza jauh lebih tua, mereka sangat serasi ya ma " ucap putri lalu menyandarkan Kepala nya di bahu Wina
" ya seperti kamu dan damian, " jawab Wina laku tersenyum melihat damian yang tersipu malu
" mama bisa saja " jawab damian lalu tersenyum dan melihat putri
🔹🔹🔹🔹
Terima kasih😘💕
__ADS_1