
"Astaga.. eum.. jam berapa ini" ucap Utari sedikit panik dan melihat sekeliling kamar hotel
"Abi.. Abi.. !" teriak Utari memanggil manggil abi
" vAstaga sayang.. ada apa.. ?" ucap abi yang ikut panik saat baru keluar dari kamar mandi kamar
" kamu dari mana " tanya Utari yang langsung turun dari tempat tidur dan memeluk abi yang bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk di pinggang nya karena baru saja selesai mandi
"Dari kamar mandi sayang, aku baru saja selesai mandi " ucap abi lembut
" eum.. kalau begitu aku juga mau mandi " ucap Utari yang langsung melepas pelukan nya.
"ya.. baiklah, jangan terlalu lama mandinya dan jangan berendam ini sudah sore, kita harus secepatnya pulang" ucap abi
" iya, aku tau abi sayang, mana mungkin aku berendam seperti kerbau di sungai " ucap Utari santai sembari melangkah ke kamar mandi
" jawaban mu selalu membuat ku tersenyum Utari, kamu memang menggemaskan " gumam abi saat Utari masuk kedalam kamar mandi, lalu ia pun bersiap siap memakai baju.
🔸🔸🔸
kamar putra - lisa
" cukup putra, jangan mengajak ku berdebat lagi " ucap lisa begitu emosi
" aku tidak mengajak mu berdebat lisa, aku hanya ingin kamu berhenti mengajar dan stay di rumah itu saja " ucap putra yang berusaha menahan emosi nya
" kenapa kamu sekarang melarang ku untuk mengajar hah.., kamu sudah mengetahui cita cita ku ingin menjadi seorang guru dan sekarang kamu melarang ku, meyebalkan " ucap lisa kesal
" aku ingin mempunyai anak dari mu lisa " ucap putra pelan
" tapi kamu tidak berhak menyuruh ku berhenti menjadi seorang guru " ucap lisa datar
" berapa gaji mu sebagai pengajar, biar aku ganti dua kali lipat, tapi aku mau kamu stay di rumah.
"plak" tamparan keras lisa mendarat di pipi putra
" kamu benar benar sudah gila putra, ini bukan masalah nominal yang aku dapat dari aku mengajar, mengajar adalah panggilan jiwaku, kalau pun tidak di bayar, aku tidak ada masalah, karena itu bukan prioritas ku , dan asal kamu tahu, kamu menjadi seperti ini berkat siapa, hah.. ! berkat jasa guru putra, dan kamu sudah menghina profesi guru dengan menyebutkan nominal, aku tidak percaya kata kata itu meluncur begitu saja dari mulut mu " ucap lisa begitu emosi lalu membelakangi putra
" lisa.. bukan itu maksud ku " ucap putra yang berusaha memberikan penjelasan
" lantas apa hah..!? " ucap lisa yang masih emosi dan kembali membalikkan badan nya menghadap putra serta menatap tajam putra
__ADS_1
" baiknya kita berpisah, aku sudah tidak tahan dengan sikap mu " ucap lisa penuh penekanan lalu meninggalkan putra sendiri di kamar,
" lisa apa maksud mu.. " ucap putra yang mengejar lisa sampai ambang pintu.
" aku mau kita bercerai, aku sudah tidak tahan dengan sikap mu yang selalu melarang ku ini itu, bahkan sekarang kamu melarang ku untuk mengajar " ucap lisa datar tanpa memandang putra
" apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi " tanya putra yang menahan sesak di dada nya
" tanyakan itu pada dirimu sendiri, apa kamu juga mencintaiku, cinta mu pada ku membuat aku sesak putra, sesak, aku ini istri mu bukan tawanan mu " jelas lisa penuh penekan. lalu lisa meninggalkan putra sendiri di ambang pintu dan menuju kamar di lantai bawah sedangkan putra tak percaya dengan apa yang di katakan lisa , ia terduduk di lantai, dan menangis, lisa yang berada di kamar lantai bawah pun menangis sejadi jadi nya, ia sudah tidak sanggup dengan sikap putra yang over protektif, putra selalu melarang nya ini dan itu.
" kamu berubah putra, kamu berubah , " ucap lisa dalam isak tangis nya.
🔸
" mama.. " panggil Utari saat baru sampai di ruang keluarga di susul abi
" baru pulang.. " ucap Wina tersenyum, Utari langsung duduk di sebelah Wina
" iya ma.. maaf Utari pulang bersama abi, karena.. "
" karena menghajar seorang gadis di lorong kamar hotel " ucap Bianca tiba-tiba, dan menghampiri mereka yang ada di ruang keluarga
" tadi pagi sekitar jam 10 " jawab Bianca lalu menyalami Utari dan sekilas memeluk Utari
" kakak bagaimana kabar nya " tanya Bianca pada Utari lalu duduk di sebelah Wina
" kabar kakak baik," jawab Utari sembari senyum
" tunggu kamu bilang tadi, Utari menghajar seorang gadis di lorong kamar hotel, maksudnya apa " tanya Wina penasaran dan melihat abi dan Utari secara bergantian
" ini mama aku tau dari media sosial, video nya menjadi tranding topik " ucap Bianca sembari menunjukkan video Utari mengamuk
" kak Utari lebih mengerikan dari pada mama " ucap Bianca di iringi tawa kecil
" se.. serius Utari mengamuk sama gina abi.. ? " tanya Wina tak percaya
" mama bisa lihat sendiri, abi saja kewalahan merangkul nya " jelas abi santai
" sayang.. lain kali jika marah, karena sesuatu apa lagi menyangkut suami mu, lawan lah ia dengan ini eum.. " ucap Wina sembari menunjuk kepala nya
" eum.. maksud mama Utari harus membenturkan kepala Utari ke kepala gina, begitu ma.. " tanya Utari binggung, abi, Bianca yang mendengar jawaban Utari hanya mengulum bibir nya menahan tawa sedangkan Wina membuang wajah nya ke arah Bianca dan tertawa tanpa suara.
__ADS_1
" bukan.. bukan itu maksud mama " ucap Wina lalu tertawa lepas karena tidak tahan dengan jawaban Utari.
" lalu apa ma.. , kenapa mama tertawa " tanya Utari bingung melihat semua tertawa, tak lama Wina pun memberikan tau bagaimana melawan wanita yang mencoba mendekati suami nya, sama persis yang di lakukan Wina saat Wina berhadapan dengan mona dan Rosa
" oh.. begitu ya ma.. " ucap Utari seakan paham maksud Wina "
" iya sayang.. jadilah wanita yang elegan, eum " jawab Wina
" terus bagaimana dengan video yang sudah terlanjur tersebar itu ma, " tanya Utari khawatir
" tidak apa apa, semua orang tau kamu tidak salah, yang salah abi, yang mempunyai banyak mantan kekasih " ucap Wina agar Utari tidak cemas dan khawatir.
" oh.. ya.. ca.. bagaimana kamu sudah menemukan bodyguard? " tanya Wina
" sudah ma.. reza yang akan menjadi bodyguard ku " jawab Bianca sembari tersenyum
" reza Malik? " tanya Wina memastikan
" iya ma.. Pengawal Bianca dulu sewaktu SD kelas 6 dan juga dulu pernah melatih Bianca bela diri " jelas Bianca.
" oh.. ya sudah... mama setuju saja karena dia memang kepercayaan papamu juga " ucap Wina
" apa seorang Bianca butuh pengawalan sekarang " tanya abi
" iya kak.. karena aku mau pindah kuliah di sini saja, dan melanjutkan karier model ku di sini, dan aku butuh pengawalan untuk menghindari penggemar ku yang terkadang brutal "
" kakak sudah pernah mengatakan, kuliah S1 di Indonesia saja, kamu itu masih terlalu manja untuk jauh dari mama, papa dan kakak mu " ucap abi
" iya kak.. aku memang tidak bisa jauh dari mama dan papa, terlebih mama " ucap Bianca yang langsung memeluk Wina
"Dan kamu harus berbagai mama dengan ku Bianca " ucap Utari tiba tiba ikut memeluk Wina
"Itu pasti kak, karena mama ku mama kakak juga " ucap Bianca pada Utari, Wina hanya tersenyum dan mengusap pundak anak dan menantu yang dua dua memang manja
"Bahagia rasanya melihat Adik dan menantu seperti ini, Damai" ucap abi dalam hati
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1