
"dua bulan sudah reza menjadi pengawal Bianca, dan lisa kini menulis novel dan mengangkat kisah cinta sang mertua, tentu saja atas persetujuan Wina dan Bram, dan Utari semakin giat mendisain untuk Bianca ia juga banyak belajar dari internet, dan meminta masukan tante intan. dan usaha kue yang dikelola farhan semakin banyak di minati pengunjung, hubungan farhan dan Yasmin semakin dekat walau terbentang jarak surabaya - Singapore, serta putri yang semakin hari semakin romantis dengan Damian, putra tak lagi sesibuk dulu, ia lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga, dan banyak belajar dari sikap abi,
" caca.. ini disain baju kamu sudah selesai, ucap Utari yang masih di anak tangga sedangkan Bianca berada di ruang keluarga sedang berkumpul dengan anggota keluarga yg lainnya
" mana kak.. ? " ucap Bianca yang menoleh ke arah Utari
" ini.. " ucap Utari saat sudah duduk di samping abi dan menyerahkan gambar disain pada Bianca
" wow.. keren.. , besok aku mau membawa nya ke butik tante intan, eum.. kak tolong gambar kan setelan jas untuk laki laki.. " ucap bianca tanpa sadar,
" untuk laki laki..? tanya Wina dan menautkan alisnya.
" untuk.. re.. eum.. teman model ku ma.. , kemarin aku bilang sama dia kalau aku punya kakak ipar yang bisa disain, jadi dia juga ingin di buatkan stelan jas " kilah Bianca karena hampir saja dia menyebut nama reza.
" kenapa aku hampir menyebutkan nama reza, astaga apa yang aku pikir kan " ucap Bianca dalam hati dan melamun tentang reza,
" kamu mempromosikan disain kakak mu " ucap abi menimpali, namun Bianca tak menjawab karena pikiran nya di penuhi dengan wajah reza.
" ca.. , hai.. kenapa melamun, ? " ucap abi yang melempar bantal sofa ke arah Bianca
" astaga kakak.. !! " teriak Bianca yang langsung memukuli abi, semua pun tertawa melihat abi dan Bianca bertingkah konyol
" caca sudah.. nanti ketampanan suami kakak hilang, jika kamu memukulinya terus menerus " ucap utari di iringi tawa
" tampan.. dari ujung sedotan " ucap bianca yang langsung duduk kembali di sebelah Wina
" kamu pikir kakak cendol dawet " ucap abi yang membenarkan posisi duduk nya
" ya.. lima ratusan " ucap bianca sedikit kesal dan semua tertawa,
" memang nya ada cendol dawet harganya lima ratusan " tanya utari polos
" ada.. " Jawab abi
" yang jual siapa? " tanya utari
" itu penyanyi pantura, siapa namanya, ah lupa.. "? jawab abi asal
" sejak kapan penyanyi Pantura jualan cendol dawet " tanya utari lagi, dan semua semakin tertawa. abi hanya mengusap kasar wajah nya, dan merapatkan giginya karena merasa gemas dengan jawaban utari,
" sudah jangan di bahas cendol dawet nya ' ucap Wina,
" pa.. tante Nindy dan opa satya, beda usia nya berapa tahun? " tanya bianca tiba tiba
" kenapa kamu menanyakan itu,? " tanya Bram heran
__ADS_1
" tanya saja pa.. soalnya opa satya tidak berubah wajah nya, awet muda, ? " jawab bianca asal
" opa satya 10 tahun lebih tua dari tante mu Nindy " jawab Bram santai
" kenapa, kamu juga menyukai laki laki yang jauh lebih tua, seperti Mario eum? " tanya Bram mengira jika bianca menyukai Mario yang sudah berusia 30 tahun sama seperti reza.
" tidak, kalau pun iya juga bukan Mario pa " ucap bianca Santai
" Beni adik Mario, " ucap Bram lagi
" sudah pa jangan menggoda ku " ucap bianca yang mengerucutkan bibir nya lalu berdiri dan menuju kamarnya. dan itu semakin Bram mengira jika bianca menyukai beni.
sesampainya di kamar, bianca pun merebahkan tubuh nya di tempat tidur, dan melihat jas reza yang ia gantung di balik pintu lalu ia pun tersenyum, tanpa sadar menyebutkan nama reza
" reza malik " ucap nya lalu tersenyum, dan meraih ponsel nya kemudian menghubungi reza
" hallo reza.. apa kamu sibuk, dan ada dimana " ucap bianca
" eum.. tidak nona, dan saya sedang berada di Distro "
" distro ? apa kamu sedang berbelanja " tanya bianca
" eum.. iya nona.. " ya nona
" eum.. baiklah aku minta alamat distro yang kamu kunjungi " ucap bianca
" dekat kampus.. jalan pahlawan , distro Eza" gumam bianca lalu ia bergegas menganti bajunya dengan baju santai, celana jeans, dan kaos tanpa lengan, padukan dengan jaket dan sepatu santai. dan membawa tas kecil yang hanya berisikan dompet dan ponsel, serta barang penting lainnya.
" ma.. pa.. aku mau pergi dulu, " pamit Bianca saat melintasi ruang
" mau kemana? tanya Wina
" mau ke distro, mau beli kaos ma, " ucap Bianca
" jangan mengendarai mobil sendiri? " ucap Bram
" tidak pa.. sama pak rudi.. " ucap Bianca santai lalu keluar rumah
" pak rudi.. antarkan saya ke Distro " ucap Bianca saat sudah di dekat garasi mobil sedang pak rudi sedang duduk santai di garasi
" baik nona " jawab rudi lalu bergegas membuka pintu mobil untuk bianca, lali rudi masuk kedalam mobil dan melajukan mobil nya.
" kejalan pahlawan ya pak, distro Eza " ucap bianca saat mobil melaju dengan kecepatan sedang.
" baik nona.. " jawab rudi sopan
__ADS_1
sepanjang jalan, bianca tersenyum membayangkan wajah reza, setelah selesai pemotretan tempo lalu Bianca sering membayangkan reza, begitu juga sebaliknya, namun mereka masih enggan untuk mengakui perasaan mereka masing-masing, dan membiarkan berjalan apa adanya dan masih merasa nyaman antar nona dan bodyguard, namun bahasa tubuh dan tatapan mereka sangat lah berbeda.
" nona.. sudah sampai " ucap rudi setelah menepikan mobil nya di depan distro milik reza
" ah.. iya Pak Terima kasih, eum.. bapak pulang saja, nanti aku pulang naik taksi , atau nanti aku hubungi bapak untuk menjemput ku, " ucap bianca lalu keluar dari mobil, rudi pun hanya mengangguk, lalu melajukan mobil nya
dengan langkah pasti bianca memasuki distro milik reza dan senyum yang terus melengkung setelah mendapati sosok reza yang mendekat ke arah nya sosok reza
" nona caca.. " panggil reza
" reza.. " ucap nya lalu tersenyum manis pada reza
" nona..ini untuk nona " ucap nya, memberikan bingkisan
" apa ini.. " ucap bianca melihat bingkisan yang di berikan reza
" buka saja nona , tapi maaf jika nanti nona tidak menyukai nya"
" ok.. Terima kasih, " ucap bianca lalu membuka bingkisan dari reza
" Jaket.? " ucap bianca yang langsung melihat jaketnya
" iya nona, ini jaket edisi terbatas, di distro ini, ini kado ulang tahun untuk nona " ucap reza sedikit sungkan karena takut bianca tidak menyukai nya
" reza Terima kasih aku sangat menyukai nya, eum.. tapi ulang tahun ku sudah lewat sebulan lalu dan boleh aku mencoba nya " tanya bianca
" tidak apa apa..sebaiknya ikut saya ke lantai atas jika ingin mencoba nya " ucap reza yang langsung menarik pergelangan tangan bianca, bianca hanya memandangi lengan tangan reza yang memegang pergelangan tangan nya dan tersenyum sedang kan 2 karyawan reza hanya tersenyum melihat reza dan bianca naik ke atas
" reza.. aku baru sadar ada poster dirimu di dinding distro ini , apa kamu model di distro ini " tanya bianca saat sudah berada di lantai atas
" iya nona, dan distro ini milik saya " ucap reza santai dan mengambilkan minuman kaleng dingin dari lemari pendingin untuk bianca dan diletakkan nya di atas meja lalu ia duduk di kursi dekat jendela
" wow.. keren.. aku kira kamu berada di distro ingin berbelanja " jawab bianca, lalu membuka jaketnya dan mencoba jaket dari reza
" eum.. jaket nya pas, aku suka, " ucap bianca lalu duduk di kursi di hadapan reza.
" reza Terima kasih " ucap bianca dan mengenggam jemari reza, , reza pun sedikit terkejut dan melihat jemari bianca yang mengenggam jemarinya lalu melihat wajah bianca yang tersenyum padanya
" sama sama nona " jawab reza dan tersenyum lalu menarik tangan nya dan membukakan minuman kaleng untuk bianca
" silahkan di minum nona, " ucap reza yang sudah membukakan minuman nya
" Terima kasih " ucap singkat bianca lalu meminum minuman nya.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih😘💕