
" sayang... aku pulang " teriak abi saat memasuki ruang keluarga di ikuti Bram dan Wina.
" sssstttttt " jawab Bianca meletakkan telunjuk jarinya di bibir nya
" ups.. sorry " ucap abi perlahan mendekati Utari yang sedang duduk di sofa, lalu mencium pipi Utari tanpa permisi
" abi.. malu ada mama sama papa " ucap Utari malu
" santai saja sayang " jawab Wina lalu tersenyum dan duduk di sofa sedangkan Bram menuju Wastafel untuk mencuci tangan setelah nya membuka jasnya lalu menghampiri rafi yang sedang di pangku bianca
" halo cucu opa rafi " ucap Bram mengambil rafi di pangkuan Bianca sedangkan Arya masih tertidur di boks bayinya
" reza mana Ca " tanya abi sambil mengusap perut Utari yang sudah membesar
" ke distro, ada customer yang sedang mengambil pesanan " jawab Bianca
" oh.. "
" putra, lisa kemana ? "
" ke rumah nya, katanya menginap di sana besok sore baru pulang kemari " jawab Utari
" punya kakak tidak pernah di rumah, sibuk dengan pekerjaannya sendiri dan dunia nya, ck.. " ucap abi sedikit kesal pada putra yang memang sangat sibuk dengan pekerjaan,
" abi tidak boleh begitu dengan kak putra, tidak baik, kak putra memang sangat sibuk akhir akhir ini " jawab Utari menepuk paha abi
" apa gunanya mempunyai karyawan jika semua pekerjaan ia kerjakan sendiri " ucap abi lalu berdiri menuju lantai atas untuk mengganti bajunya, dan semua nya pun terdiam mendengar ucapan abi karena apa yang di ucapkan abi ada benarnya
" kenapa sifat keras kepala dan egois mas di bawa putra semua, bagaimana aku menasehati anak itu " ucap Wina melihat Bram
" nanti mas bicara lagi dengan nya "
" ah.. tidak tidak, biar aku saja, nanti jika mas yang menasehati bisa bisa baku hantam lagi seperti yang sudah sudah " jawab Wina
" ya karena memang anak itu harus di beri pelajaran biar tidak semakin egois "
" mas, putra itu keras kepala, mas juga begitu , batu sama batu bertemu, bentur mas " jelas Wina
" sudah pa..serahkan pada mama , tapi saran caca, menasehati orang seperti kak putra jangan di depan kami ma, mama bicara berdua saja dengan kak putra, kak putra seperti itu juga karena malu jika harus di nasehati di depan adik adiknya " jelas Bianca
" ya kamu benar ca.. " jawab Wina melihat bram.
" mas, ayo ke kamar " ucap Wina lalau sekilas melihat Arya di dalam boksnya yang sedang tidur
" ca.. mama mandi sebentar ya, rafi ikut omanya nanti saja, oma masih banyak kuman " jelas Wina lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya
" iya oma.. " jawab Bianca menirukan suara anak kecil, bram pun tersenyum kemudian memberikan Rafi pada Bianca lalu menyusul Wina
" sayang " ucap Bram memanggil Wina yang sedang meletakkan tasnya di tempat nya
__ADS_1
" ya mas.. "
" ayo liburan " ucap Bram mencium leher Wina
" kemana eum.. ? "
" jangan jauh jauh, aku sudah tidak bisa perjalanan jauh " jawab Wina
" tempat bulan madu kita dulu "
" jogja ? "
" eum.. aku ingin mengulang masa masa muda dulu bersama mu " jawab Bram yang sudah membalikkan badan Wina
" nanti, setelah acara resepsi pernikahan banyu dan bayu " Jawab Wina mengalungkan tangan nya di leher Bram kemudian mereka berciuman
" buka baju mu " ucap Bram
" apa.. ? "
'' kamu sudah memancing ku "
" astaga.. mas itu hanya ciuman biasa yang sering kita lakukan " jawab Wina melihat Bram yang sudah membuka kancing kemejanya
" ayo lah.. "
" ingat usia mu mas sudah enam puluh tahun lebih, bukan tiga puluh " jawab Wina yang berusaha menghindar
" ok baiklah.. " jawab Wina pasrah dan melayani Bram sementara itu putra yang sedang berada di rumahnya tengah asyik di depan leptop hingga lisa yang menemani pun tertidur di sofa
" sabar sayang.. pekerjaan ku memang sedang banyak ,aku mengajak mu pulang kemari karena aku tidak mau terganggu dengan adik adik ku yang begitu ramai, aku juga ingin kamu menikmati istirahat mu " batin putra mengusap rambut lisa
" Tuhan.. kenapa pekerjaan ini tidak selesai selesai, sebenarnya aku juga merindukan mama, maaf ma, putra tidak bisa mengungkapkan rasa sayang putra pada mama " batin putra lagi dan langsung menutup leptop nya
" mama.. " gumamnya lalu sedikit meneteskan air matanya
" putra.. " panggil lisa yang mendengar ucapan putra
" ya.. " jawab nya singkat lalu memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya
" kita pulang saja eum.. " ucap lisa yang masih berbaring dan melihat putra
" baiklah, mama pasti sudah pulang dari jakarta " jawab putra
" apa tidur siang mu nyenyak ? " tanya putra tersenyum dan mengusap perut lisa kemudian mencium perut lisa
" tidur ku selalu nyenyak putra jika kamu selalu di samping ku, apa lagi saat kamu memeluk ku " jawab lisa mengusap rambut putra
" baiklah ayo kita pulang ke rumah " ucap putra membantu lisa bangun.
__ADS_1
" perut ku semakin membesar, aku gampang sekali lelah " jawab lisa yang sudah berdiri sambil memegang perutnya
" aku akan selalu di samping mu sayang " jawab putra merangkul lisa sambil membawa leptop nya dan berjalan keluar rumah. sementara itu abi yang sudah mandi dan mengganti bajunya turun kebawah menemui Arya yang sudah bangun dan bermain dengan Utari dan baby sisternya
" Hai.. pangeran sanjaya, sudah bangun eum.. " ucap abi menggendong Arya dan Arya pun tertawa melihat sang papa,
" caca mana sayang " tanya abi pada Utari yang sudah duduk di sofa
" ke kamar, kak reza baru saja pulang " jawab Utari sambil memakan buah
" oh.. mama ? "
" mama, papa ada di kamar dari tadi belum keluar " jawab Utari
" ck.. pasti begitu " jawab abi sekenanya
" nenek dan kakek tidak ingat usia, masih saja suka hal begitu ? " gumam abi, dan Utari hanya tertawa
" bilang saja kamu iri, papa dan mama masih hot sayang , di usia mama yang lima puluh enam dan papa enam puluh satu, itu masih termasuk muda, lihat saja penampilan mama seperti usia tiga puluh lima dan papa seperti empat puluh , mama juga masih seksi ya wajar jika papa makin tidak bisa lepas dari mama " jelas Utari
" kamu nanti bisa seperti mama " tanya abi
" bisa jika kamu tidak menyuruh ku hamil lagi setelah ini " jawab Utari santai dan melihat ekpresi abi yang sedang melihat nya
" kenapa kamu melihat ku seperti itu "
" ah tidak.. kamu cantik " jawab abi sambil membuang pandangan nya
" dasar, bilang saja kamu juga menginginkan nya " gumam Utari pura pura tidak memahami maksud pandangan abi
" abi.. tolong buatkan mama jahe hangat " ucap Wina tiba tiba keluar dari kamar dengan menggunakan kimono dan rambut setengah kusut dan menghampiri abi
" ma.. mbok siti saja "
" kamu..... sudah sana buatkan untuk mama dan papa. madunya sedikit saja " jawab wina mengambil Arya dari gendongan abi
" baiklah " jawab abi tidak berani membantah lalu pergi ke dapur
" Utari... apa Arya sudah mandi sore ?
" belum ma, baru saja bangun tidur " jawab Utari melihat Wina yang masih begitu cantik "
" baiklah..Arya mama bawa ke kamar, biar mama yang memandikan cucu mama yang menggemaskan seperti papa nya ini " ucap Wina sambil mencium pipi Arya
" iya ma Terima kasih, maaf sudah merepotkan mama " jawab Utari lalu tersenyum dan merasa tidak enak hati karena Arya lebih sering Wina yang mengurus nya
" tidak perlu berterima kasih, dan mama tidak merasa direpotkan, justru mama yang harus berterima kasih pada mu ,kamu memberikan cucu untuk mama dan papa, dan sabar menghadapi kekonyolan anak mama , abi.."jelas Wina lalu tersenyum kemudian berjalan menuju kamarnya
🔹🔹🔹🔹
__ADS_1
vote like komen
Terima kasih😘💕