
" pa.. putra jadi teringat pasar Bima jaya, milik opa, kelak yang mengelola siapa pa? " ucap putra tiba tiba mempertanyakan Pasar
" astaga, kenapa papa melupakan nya, sayang tolong ambilkan surat wasiat papa , aku takut melewatkan nya " ucap Bram pada wina lalu Wina pun mengambil surat tersebut
" pa kalau boleh tau opa mendirikan pasar itu untuk apa?, perusahaan opa sudah banyak, apa lagi yang dipegang putra saat ini " ucap abi
" untuk membantu pedang kecil, dulu pedang pedang itu berjualan di pinggir jalan, dan itu mengganggu kenyamanan di jalanan dan akhirnya papa mendirikan pasar tentunya atas izin pemerintah dan pihak terkait " jelas bram
" mas ini surat surat nya " ucap Wina memberikan surat yang di minta Bram dan semua nya ada di dalam tas khusus
" eum.. mana surat opa kalian.. " ucap Bram mencari surat surat di dalam tas
" ketemu " ucap Bram lalu membuka lebaran surat tersebut dan membacanya
" apa.. jadi pasar papa tidak sepenuhnya milik papa tapi juga..astaga.. kenapa dunia ini sempit dan apa ini kebetulan " ucap bram lalu meletakkan surat tersebut lalu melihat putra
dan abi
" kenapa mas? " tanya wina penasaran lalu membaca nya
" apa..? dihibahkan kepada rismawati.. mas rismawati bukankah istri kedua burhan joker, " ucap Wina setelah membaca surat tersebut.
" tapi bu risma sudah meninggal ma beberapa tahun yang lalu bersama anak perempuan nya " ucap abi
" ya.. papa tahu itu, yang papa pertanyakan kenapa opa kalian bekerja sama dengan burhan, bukankah mereka bermusuhan " ucap Bram tidak habis pikir
" mas ada surat " ucap wina saat membuka lembaran terakhir surat wasit pak bima dan bram pun membacanya.
" jadi ini awal mula mereka bermusuhan, selain masalah pribadi, " ucap bram saat selesai membaca surat nya
" kenapa pa, " tanya abi
" sudahlah kalian tidak perlu tau, intinya kita semua tidak berhak atas pasar itu yang berhak adalah anak rismawati, yaitu reza " jelas bram
__ADS_1
" abi panggilkan reza "
" baik pa " ucap abi lalu menuju kamar bianca
" reza.. caca.. tolong buka pintu nya
" ck.. bisa tidak kakak tidak mengganggu kami " ucap bianca dari dalam kamar
" sebentar caca, ini penting " ucap abi dari balik pintu
" ck.. " ucap Bianca kesal
" sudah.. kenakan selimut mu, nanti bisa di lanjut lagi " ucap reza sambil mengenakan kaosnya lalu berjalan keluar
" ada apa bi.. " tanya reza saat reza sudah membuka pintu nya
" astaga..kalian masih jam segini sudah bermesraan " ucap abi reza pun hanya tersenyum dan menoleh ke arah Bianca yang bersandar di sandaran tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya
" ck.. ayo kamu di panggil papa ada hal penting " ucap abi lalu reza pun menghampiri bram di rumah keluarga.
" ada apa pa? " tanya reza saat sudah duduk berhadapan dengan bram
" ini hak mu.. " ucap Bram serius
" apa ini pa.. " ucap reza yang membaca surat dari Pak Bima dan surat surat penting lain nya
" ini tidak mungkin pa.. setelah ayah saya meninggal semua aset dan harta di sita negara, tapi apa ini maksudnya "
" pada intinya ayah mu dan papa ku dulunya bekerja sama, namun suatu hal mereka bermusuhan selain masalah pribadi, dan papa ku tahu jika suatu saat nanti hal buruk pasti akan terjadi maka papa ku mengambil alih semua pasar dan di hibahkan pada ibu mu, karena ibu mu sudah tiada jadi itu hak mu. " jelas Bram serius dan menghela nafas panjang
" tapi maaf pa.. reza tidak bisa menerima ini, reza hanya ingin fokus mengembangkan bisnis clothing line yang sudah reza bangun bersama caca, reza ingin sukses atas kerja keras reza sendiri bersama caca, maaf pa.. "
" tapi za.. " ucap abi
__ADS_1
" tidak bi.. maaf "
" kamu bisa memberikan nya pada caca jika kamu tidak mau, toh ini semua nanti untuk kalain berdua " ucap abi lagi
" tidak bisa maaf .. aku tidak mau membebani istri ku, untuk mengurus ini, biarkan kami mandiri . aku mempunyai cara sendiri untuk membahagiakan caca " ucap reza lalu tersenyum
" menurutku yang cocok untuk mengurusnya adalah abi." ucap reza menatap Bram dan abi
" permisi pa.. " pamit reza lalu berdiri dan menuju kamarnya
" za ini belum selesai.. " ucap abi
" sudahlah bi.. kamu mengganggu waktu berdua ku dengan caca, " ucap reza di ambang pintu lalu tertawa kecil
" astaga.. jadi masih ingin di lanjutkan " ucap abi yang ikut tertawa lalu berdiri dan ingin naik ke atas tangga
" di lanjut apa bi.. " tanya wina heran
" lanjut buat cucu lagi untuk mama " ucap abi lalu tertawa di anak tangga
" astaga.. tidak anak tidak menantu sama saja " ucap Wina menepuk keningnya sendiri. putra putri hanya tersenyum lalu ikut naik ke lantai atas
" dan mas kenapa tersenyum " tanya Wina melihat Bram tersenyum ke arah nya
" tidak.. kamu semakin berumur semakin menggemaskan " ucap Bram di iringi tawa
" mas.. sama saja.. " ucap Wina yang langsung menuju kamarnya dalam hati Wina tersenyum. tak lama Bram pun menyusul Wina ke kamar karena memang jam sudah menunjukan jam 11 malam.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1