
🔸rumah reza
" pak ustadz.. pak RT, abi... nyonya.. eum.. silahkan masuk.. " ucap abi saat kedatangan tamu, dan mempersilahkan mereka masuk dengan masih menggunakan apron karena reza baru saja selesai memasak.
" silahkan duduk abi.. nyonya sebentar saya ambilkan minum.. " ucap reza yang hendak menuju dapur
" tidak perlu reza, duduk lah " ucap abi ,lalu reza pun duduk, maaf jika kedatangan kami membuat mu terkejut " sambung abi lagi
" reza.. kamu dan caca tinggal satu atap, tapi belum ada ikatan pernikahan, aku datang kemari dengan maksud menikahkan kalian sekarang " ucap abi tanpa basa basi,
" menikah? sekarang? tapi abi ..saya belum mempersiapkan semua nya.. " jawab reza sedikit gugup
" tidak perlu persiapkan ini itu , aku menikah kan mu dengan caca secara agama terlebih dahulu, karena aku tidak mau terjadi hal hal yang tidak di inginkan, karena kalian tinggal satu atap, aku tau kamu bisa menjaga caca dengan baik, tapi aku tidak mau ada berita yang tidak tidak tentang adik ku, " jelas abi panjang lebar,
" bukan kah kesepakatan yang kemarin kita buat minggu depan? , tapi apa yang kamu katakan ada baiknya.. dan untuk pak RT saya minta maaf tidak melapor terlebih dahulu jika saya membawa calon istri saya kemari " jawab reza lalu menghela nafas
" yah ..tapi aku berfikir minggu depan terlalu lama dan aku sudah membicarakan nya dengan mama .. dan kalian bisa mengurus surat surat nya nanti " ucap abi dan melihat pak ustadz dan ketua RT setempat dan mereka pun mengangguk
" reza mana caca.. " tanya wina
" ada nyonya, masih tidur di kamar nya " ucap reza memberitahu
" astaga anak itu.. " ucap wina lirih "boleh aku kekamar nya " tanya wina lagi
" tentu nyonya, mari saya antar.. " jawab reza lalu berdiri dan berjalan menuju kamar bianca yang tak jauh dari ruang tamu, dan Wina mengikuti langkah reza
" astaga.. anak ini.. " ucap Wina saat pintu kamar bianca di buka reza lalu Wina menghampiri bianca yang masih tidur di tempat tidur, lalu reza pun meninggalkan mereka dan kembali ke ke ruang tamu
" caca.. bangun.. ini mama sayang.. " ucap Wina dan mengusap lembut rambut bianca
" eum.. mama..!! ucap bianca terkejut saat membuka mata nya,
" mama.. " ucap bianca yang sudah memeluk Wina " mama.. " ucap bianca yang sudah meneteskan air matanya
" sudah.. sekarang kamu mandi, dandan yang cantik karena hari ini, hari spesial mu " ucap Wina yang sembari melepaskan pelukan Bianca
" special.. ? " maksud mama? "
__ADS_1
" nanti kamu akan tau sendiri, sekarang cepat mandi, pakai dress mu yang terbaik " ucap Wina namun bianca masih terlihat bingung.
" ayo.. tunggu apa lagi.. " ucap Wina sedikit memaksa bianca, lalu bianca pun bergegas menuruti mamanya,
sementara itu abi dan ketua RT serta pak ustadz menyiapkan surat pernyataan pernikahan secara agama sedangkan reza membuat kan minum untuk para tamu nya lalu setelah nya ia juga bersiap siap.
" ma.. mama tau rumah reza dari siapa? " tanya bianca yang baru keluar dari kamar mandi.
" dari kakak mu abi, dan abi juga ada di sini " ucap Wina yang melihat bianca mencari dress di lemarinya
" ma.. aku hanya mempunyai dress ini, " ucap bianca sembari menujukan dress Sabrina warna putih,
" eum.. cepat kenakan, berdandan lah secantik mungkin , mama tunggu di luar " ucap Wina yang langsung bergegas keluar dan menuju ruang tamu.
" sebenarnya ada apa mama menyuruh ku bersiap siap " batin bianca sembari memakai dress nya,lalu mendandani wajah cantik nya dengan rambut terurai untuk menutupi pundak nya.
" mama.. bagaimana penampi... ? " ucap bianca yang menggantung karena melihat tamu nya, lalu ia berjalan berlahan dan duduk di samping Wina
" ma.. mereka siapa , dan kenapa reza sudah rapi " bisik bianca
" kakak mu abi akan menikahkan mu hari ini juga " ucap Wina lalu tersenyum
" kamu mau di serbu warga satu komplek rumah reza, gara gara tinggal satu atap tanpa pernikahan " ucap wina menatap bianca yang masih nampak bingung
" tidak ma.. tidak mau, serbuan warga lebih menyeramkan dari pada wartawan " ucap bianca malu
" Baik lah pak ..saya sudah menceritakan semua masalah mereka, dan saya sebagai kakak nya bertanggung jawab untuk menikahkan mereka karena saya tidak mau mereka berbuat nekat, dan bapak bapak menjadi saksi nya " ucap reza sedikit tertawa
" kakak..! " ucap bianca menyela dan mengerucutkan bibir nya lalu tersenyum malu
" iya.. baik lah , dan semoga nanti tuan Bram menyetujui hubungan kalian " ucap pak RT
" nak reza jabat tangan nak abi " perintah pak ustadz, lalu reza dan abi berjabat tangan
" tunggu, mas kawin nya " ucap Wina
" ini ma.. ini dari reza " ucap bianca melepaskan cincin dari jari manis nya dan meletakkan di atas meja
__ADS_1
" cincin emas putih 18 karat. reza memberikan nya pada ku saat reza melamar ku sebelum reza menemui papa " sambung nya lagi
" ok baiklah, mari kita mulai " ucap pak ustadz , lalu abi pun memulai nya
" saya nikahkan dan kawinkan adik kandung saya bianca putri sanjaya binti Bram sanjaya dengan engkau reza Malik bin burhan Malik dengan mahar cincin emas putih seberat 18 karat di bayar tunai " ucap abi tegaan dan memandang reza
" saya terima nikah dan kawinnya bianca putri sanjaya dengan mahar tersebut di bayar tunai " ucap reza tegas dengan satu kali tarikan nafas
" sah.. " ucap pak ustadz "sah" ucap pak RT dan Wina bersamaan, lalu semua mengucapkan rasa syukur dan berdoa . lalu bianca berpindah tempat duduk di sebelah reza, reza pun menyematkan cincin ke jari bianca, lalu bianca menyalami reza dan mencium punggung tangan reza, reza pun mencium kening bianca
kebahagiaan terpancar di antara reza dan bianca namun di hati mereka berdua masih saja ada yang mengganjal yaitu restu dari Bram sanjaya.
" andai papa.. menikahkan ku " ucap bianca dalam hati dan tersenyum tipis
" reza, caca , tanda tangani surat pernyataan ini terlebih dahulu " ucap abi dan menyodorkan surat pernyataan bermatrai bahwa mereka sudah menikah, lalu bianca dan reza menandatangani nya
" untuk pendaftaran ke KUA nanti biar aku yang mengurus nya, karena surat surat masih bersama papa, dan aku juga akan mengurus surat kelahiran baby Arya " ucap Abi sembari meminum minuman nya
" baiklah semua sudah selesai, jadi kami pamit nyonya, nak abi, nak reza dan nak bianca " ucap pak ustadz lalu berdiri dari duduk nya
" untuk nak reza selamat atas pernikahan nya , semoga langgeng " ucap pak RT memberi selamat lalu pak RT dan pak ustadz pun pamit.
" reza, aku titip adik ku, sekarang dia tanggung jawab mu , aku percaya pada mu " ucap abi menyalami reza dan memeluk nya sekilas dan mereka pun tersenyum
" reza, aku titip bianca, bersabarlah, karena dia sangat manja " ucap Wina dan menyalami reza,
" tentu nyonya "
" mama... " ucap Wina di iringi senyum dan menepuk lengan reza
" tentu ma " jawab reza sedikit canggung
" baiklah reza, caca mama pulang, sebelum papa caca mencari mama " ucap Wina dan memeluk bianca, begitu juga abi ia pun pamit untuk pulang.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote, like, komen
__ADS_1
Terima kasih😘💕