
malam hari
" astaga.. reza pelipis mu kenapa, dan kenapa pipi mu memar seperti ini " tanya Wina terkejut saat melihat reza datang bersama bianca
" tidak apa apa ma tadi sedang berlatih di tempat bela diri " bohong reza dan memandang bianca, lalu duduk di sofa ruang keluarga.
" oh.. aku kira habis di hajar seseorang " ucap Wina santai namun rasa seorang ibu itu sangat kuat
" caca kamu sudah makan? " tanya wina
" sudah ma.. tadi mampir ke restoran kak abi, tapi kak abi tidak ada kata pegawai nya sudah pulang" jawab bianca mengusap perutnya yang sedikit membuncit.
" kakak mu abi ada di taman belakang, bersama papa, " jawab wina santai
" seperti nya ada yang merindukan ku " ucap abi yang baru saja masuk dari taman belakang diikuti brsm dari belakang
" kaka terlalu percaya diri " ucap bianca
" ca.. "panggil bram lalu Bram duduk di samping bianca dan langsung memeluknya
" kamu tidak apa apa " ucap bram lirih agar Wina tidak mendengar
" eum.. ya pa.. caca baik baik saja " jawab bianca
" mas kenapa tiba-tiba datang langsung memeluk caca " tanya Wina heran
" eum.. tidak .. , mas hanya merindukan anak gadis mas yang manja ini " jawab bram lalu melepaskan pelukan nya
" papa..! " ucap syasa manja lalu memeluk kembali bram
" kenapa mama mau di peluk juga, sini sama abi " ucap abi langsung memeluk wina,
__ADS_1
" ahem.. " suara bram lalu menatap abi kemudian duduk di sebelah wina
" Astaga papa sama anak sendiri pun cemburu "
" buka papa yang cemburu, tapi hem.. " jawab bram mendongak ke atas melihat Utari dengan ekpresi kesal sambil menggendong abi.
" astaga aku lupa, iya sayang.. iya.. sebentar aku ambilkan air minum nya " ucap abi panik melihat ekpresi Utari, karena sedari tadi Utari meminta tolong untuk mengambilkan air minum untuk nya
" malam ini tidur diluar.. " teriak Utari dari lantai atas lalu masuk kembali ke kamar.
" sayang.. kenapa hukuman nya seperti itu " teriak abi, bram, wina dan bianca serta reza hanya tertawa.
" seperti nya ada yang tidur di sofa malam ini " ledek bianca lalu tertawa
" puas kamu menertawai kakak mu" ucap abi kesal, lalu menuju lantai atas
" puas 10 kali lipat " jawab Utari lalu tertawa.
" caca kurangi sifat manja mu," ucap wina
" mama saja manja sama papa, " ucap bianca santai lalu menyunggingkan senyumnya dan menarik pergelangan tangan reza untuk masuk ke kamar, wina hanya tersenyum malu dan melihat kearah bram
" ma.. pa.. kami istirahat terlebih dahulu "pamit reza pada bram dan wina, dan kedua nya mengangguk
🔸
" sayang buka pintu nya , aku tidak bisa tidur tanpa mu, apa kamu tega membiarkan ku tidur kedinginan di luar " ucap abi mengetuk pintu kamar nya " ceklek "
" sayang aku minta maaf, aku lupa, tadi papa mengajak ku membicarakan sesuatu " ucap abi tanpa jeda, namun Utari hanya diam dan langsung mengambil gelas berisi air dari tangan abi
" masuk lah.. aku hanya sedikit kesal, aku lelah seharian ini abi , Arya tidak mau di tinggal, mama mencoba menggendong nya tapi Arya tidak mau sama mama maupun kak lisa, apa lagi sama mbak nya, bagaimana besok jika aku sudah sekolah desain , aku tidak tega meninggalkan walaupun sedetik " ucap Utari yang mengeluarkan isi hatinya, karena Utari memang sangat lelah, dan menangis di pelukan abi,
__ADS_1
" maafkan aku Utari akhir akhir ini aku juga sibuk, belum mempunyai waktu untuk mu, sekarang istirahat lah, biar aku yang menjaga Arya malam ini " ucap abi yang masih memeluk Utari,
" sayang maafkan aku sudah merenggut mimpi mu, " ucap abi dalam hati
" abi.. aku Merindukanmu " ucap Utari lalu melepas pelukan abi.
" aku juga merindukan mu, sekarang istirahat, eum.. " ucap abi lalu mengambil gelas di tangan Utari dan berjalan menuju tempat tidur, Utari pun tidur dalam pelukan abi.
🔸
" reza.. besok temani aku ke kampus, aku takut, ada yang mengaku teman mu " ucap bianca lalu memeluk reza
" iya pasti, aku tidak membiarkan mu sendiri lagi, untuk urusan pekerjaan nanti saja sepulang dari kampus " ucap reza mengusap bahu bianca
" sayang.. jangan terlalu erat memeluk ku, aku tidak bisa bernafas " ucap reza saat merasakan bianca semakin erat memeluk nya.
" maaf, aku hanya mengingat pertama kali memeluk mu saat masih SMP, rasanya nyaman masih sama seperti yang dulu, lengan ini, dada ini, ini yang membuat ku nyaman bersama mu " ucap bianca memandang reza
" apa hanya itu "
" tidak, hati mu yang sabar dan tulus, itu yang membuat aku mencintaimu, di tambah wajah tampan mu, " ucap bianca meraba rahang tegas reza
" apa gadis kecil ini sedang merayu ku " tanya reza menggoda dan melihat wajah bianca
" anggap saja begitu " jawab bianca trsenyum, lalu memeluk reza kembali dan mereka pun akhirnya tidur saling berpelukan.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹
vote like komen
Terima kasih😘💕
__ADS_1