CERITA CINTA

CERITA CINTA
117


__ADS_3

" reza.. ini disain yang baru aku buat tadi pagi waktu di kampus " ucap bianca lalu menyerahkan beberapa lembar disain kaos terbaru nya pada reza kemudian duduk di sofa ruang keluarga


" wow, kamu memang luar biasa sayang.. " jawab reza saat melihat hasil disain bianca


" aku memang hebat reza dalam segala hal " ucap nya lalu tersenyum dan mencium pipi reza


" kecuali memasak " ucap abi menimpali lalu tertawa


" kakak.. !, menyebalkan kan " jawab bianca sedikit kesal, reza pun hanya tertawa


" setiap orang punya kelemahan dan kelebihan kak, tidak semua wanita sempurna, lihat mama, mama sangat sempurna di mata papa tapi mama juga mempunyai kelemahan , begitu juga kak syasa, kak syasa juga bisa segala nya tapi kak syasa sama seperti mama dan mempunyai kelemahan yang sama ? " jelas bianca pada abi tanpa jeda, reza hanya memandangi wajah istrinya yang semenjak mengandung semakin cerewet


" jangan asal bicara kamu ca.. mama itu bisa segala nya " bela abi sambil melempar bantal sofa ke arah bianca


" abi benar ca.., mama kalian itu bisa segalanya " ucap bram menimpali lalu duduk di sebelah bianca di ikuti Wina duduk di sebelah bram


" kalian sedang membicarakan mama eum.. "


" sedikit ma.. jawab abi lalu tertawa


" kak abi mengatakan jika mama bisa segalanya, tapi menurut caca mama itu punya kelemahan, maaf ya ma " jelas bianca


" coba sebutkan kelemahan mama apa? " tanya abi


" tidak bisa berenang, dan kak syasa juga begitu tidak bisa berenang " jawab bianca lalu menjulurkan lidahnya


" siapa yang mengatakan jika mama tidak bisa berenang ?, mama bisa berenang " jelas Wina sambil melihat bram,


" sejak kapan kamu bisa berenang sayang, kenapa mas tidak mengetahui nya " tanya Bram melihat Wina


"semenjak aku menjadi istri mu "


" tapi aku tidak pernah melihat mu berenang sayang.. " jawab Bram penasaran


" aku bisa berenang di hati mu " jawab Wina lalu tertawa begitu juga bianca dan reza serta abi, bram yang sedari tadi serius menyimak ucapan Wina menepuk dahinya lalu tersenyum geli .


" gombalan mama dahsyat " ucap bianca yang masih tertawa

__ADS_1


" sejak kapan kamu pandai berkata seperti itu " ucap bram melihat Wina, Wina pun langsung menghambur di pelukan bram


" sejak aku menjadi istri mu " jawab Wina lalu mencium bibir bram tanpa menghiraukan anak dan menantunya


" astaga.. mama " gumam abi sedangkan bianca menghambur ke pelukan reza lalu menutup mata reza dengan telapak tangan nya. tak lama Wina menyudahinya


" beruntung juna ada di asrama kalau tidak dia sudah menjadi dewasa sebelum waktu nya " gumam abi memijit pelipis nya


" Utari.. " panggil abi


" brisik abi.. aku sedang makan kue " jawab Utari tiba tiba menghampiri di belakang abi


" astaga.. kamu mengejutkan ku " ucap abi lalu melihat Utari di belakang nya lalu Utari duduk di samping abi


" ada apa memanggil ku " jawab Utari sembari mengunyah makanan nya


" tidak ...aku hanya ingin mencium mu " ucap abi lalu mendekatkan wajah nya pada utari namun Utari malah memasukkan kue kedalam mulut abi, sontak bram, Wina, dan Bianca serta reza tertawa


" makan kue saja lebih nikmat " ucap Utari yang juga tertawa melihat abi yang mulutnya penuh dengan kue


" kamu tega Utari " jawab abi sedikit kesal sambil membersihkan bibir nya


" sudah.. oh ya ca.. disain baju seragam restoran kakak sudah kamu buat " tanya abi pada bianca


" sudah kak, reza tolong disain baju yang warna hijau dan kuning itu " ucap bianca meminta gambar disain nya pada reza


" ini kak.. " ucap bianca lalu memberikan nya pada abi


" ok.. bagus, cocok bertemakan pantai " ucap abi lalu tersenyum


" jadi kakak mau memesan berapa pasang "


" seribu pasang , harganya harga saudara ya ca.. " jawab abi menawar


" tidak.. saudara saudara, bisnis tetep bisnis " ucap bianca tegas dan sedikit tersenyum


" benar kan pa ? " tanya bianca pada bram

__ADS_1


" benar sayang.. " jawab bram lalu merangkul bianca


" reza.. berikan potongan harga untuk ku " ucap abi meminta pembelaan


" maaf abi.. untuk yang satu ini, nyonya reza yang yang mempunyai wewenang " jawab reza lalu tertawa melihat bianca menjulurkan lidah ke arah abi


" kalian sadis " ucap abi


" memang, bisnis itu memang kejam kak, jika tidak bisa bersaing dengan sehat " jawab bianca lalu tersenyum


" ya.. ya.. ya.. ok.. aku pesan seribu pasang "


" siap.. jangan lupa uang di muka tiga puluh persen " jawab bianca lalu menaik turunkan alisnya


" astaga.. ma.. dulu waktu hamil caca, mama makan apa, ini bocah perhitungan sama kakak sendiri "


" makan kalkulator " jawab wina lalu tertawa di ikuti reza dan bianca serta bram


" hah.. emang bisa di makan ma ? " tanya Utari dan masih mengunyah makanan nya, sontak semuanya tertawa lalu abi menepuk dahinya .


" tidak bisa sayang.. itu benda tidak bisa makan, mama hanya bercanda " jawab abi gemas lalu tersenyum


" oh.. kalau begitu aku mau membuat kue berbentuk kalkulator, mungkin bisa di makan " ucap Utari polos


" ide bagus kak, belum ada kue yang berbentuk kalkulator " jawab bianca lalu tersenyum


" iya, ca.. ide bagus, baiklah aku mau membuatnya " ucap Utari bergegas ke dapur sedang Wina masih tertawa


" reza ide bagus, itu bisa kita buat disain terbaru, kaos bergambar kalkulator " ucap bianca pada reza, reza pun hanya mengangguk


" ini keluarga pembisnis apa keluarga pemain komedi " ucap abi lalu berdiri menyusul Utari ke dapur


" keluarga pembisnis kak, jangan lupakan itu " teriak bianca lalu tertawa


" terserah !! " jawab abi yang belum jauh langkah nya


🔹🔹🔹🔹🔹

__ADS_1


Vote like komen


Terima kasih😘💕


__ADS_2