
" aww sakit..." kata aldi yang sebenarnya tidak merasa sakit apapun.
" nyebellin." Aulia kesal.
" gemesin." Aldi mengigit pipi aulia.
" ya bagaimana kalau kita kabulin permintaan anak-anak kan permintaan mereka nggak aneh jadi bisalah." goda Aldi tersenyum nakal pada Aulia yang manyun.
" shitt...Aldi. Jangan rese deh."
" istriku mukanya jangan tambah di gemesin deh, tambah nagih ntar." Aldi semakin menggoda istrinya.
" ikh...Aldi." Aulia memukul lengan Aldi kuat.
" aww...sakit." Ucap aldi merasa kesakitan baru kali ini dia di tonjok keras dengan Aulia.
" rasain itu baru pukulan biasa. Bagaimana pukulan luar biasa." ucap Aulia ketus.
" patesan aja orang-orang yang kamu tonjok pada tepar semua... pukulan biasanya aja sakit apalagi yang luar biasa." ucap Aldi.
" iya dong Aulia gitu loh." ucap Aulia sombong.
" hmm...tapi kalau pukulan biasa kayak gitu nggak apa deh kena setiap hari yang penting di ranjang." lanjut Aldi menggoda Aulia.
" Aldi...nyebelin deh." Aulia kesel.
" Intan gemesin deh." Aldi tersenyum puas melihat wajah kesal Aulia.
" huftt sabar...sabar." lirih Aulia memengang dadanya.
" iya sabar-sabar." ucap Aldi yang ikut mengelus dada Aulia, sambil tersenyum.
" ikh...mesum banget sih." teriak Aulia menepis tangan Aldi.
" hehehe kan sama istri." ucap Aldi langsung baring dengan paha Aulia menjadi bantalnya.
__ADS_1
" Intan...."
" apa..."
" kok ketus gitu. Bilang iya sayang kenapa, gitu bukannya ketus. Dosa ngomong sama suami kayak gitu." ucap Aldi.
" kalau suaminya rese, setiap hari buat istrinya kesel kenapa nggak." jawab Aulia santai.
" ya tapi kamu suka juga kan, kamu terima-terima aja tuh aku godain." Ucap Aldi menaik turunkan alisnya.
" masa...."
" kalau udah mateng di sajiin terus makan deh." Aldi bercanda. Aulia kesal menarik hidung mancung Aldi.
" aww... kenapa hidungku di tarik, aku gemesin yah." ucap Aldi tersenyum manis.
" ngeselin bukan gemesin." kata Aulia, Aldi menatap Aulia dengan sorotan tajam.
" apa liat-liat kayak gitu." ucap Aulia ketus.
Aldi langsung bangun dan menindih tubuh Aulia.
" bodo...kita kan suami istri." ucap Aldi tersenyum smirk.
" apaan sih iya mungkin itu nggak apa-apa bagi orang lain. Tapi kalau anak-anak lihat gimana mau jelasinnya kalau mereka banyak nanya." ucap Aulia yang saat ini wajahnya memerah.
" mama papa kita udah ngatuk mau tidur...." teriak Alif dan Adit.
"nah mereka dateng minggir Aldi." ucap Aulia.
" cium dulu." ucap Aldi menunjuk bibirnya. Tanpa pikir panjang Aulia langsung mencium bibir Aldi. Aldi pun langsung bangun dari tubuh Aulia.
" pa, ma adit udah ngantuk."
" alif juga."
__ADS_1
" ya udah ayo kita tidur. Papa sama mama temenin." ucap Aldi.
" iya pa, siap."
" mama kok mukanya merah sih...mama sakit." ucap Alif.
" oh nggak sayang, mama nggak apa-apa." ucap Aulia tersenyum.
" tapi muka mama merah."
" itu mama tadi mama lihat kecoa, jadi mama kan takut." ucap Aulia menahan tawanya dan melirik Aldi yang sedang kesal karena ucapannya.
" ohh..."
Aldi melirik Aulia tajam. Sementara itu Aulia sedang menahan tawanya, sambil menggendong Alif. Dan Adit di gendong Aldi.
Awas nanti kalau si kembar udah tidur, di kamar langsung aku hajar di ranjang tanpa ampun. batin Aldi menyinggungkan senyumannya.
" mama papa kita main dulu yuk." ajak Alif saat berada di kamar.
" loh katanya udah ngantuk." kata Aulia lembut.
" hehehe udah nggak ma, kita main dulu yah." ucap Alif.
" ya udah kita mau main apa hmm..." ucap Aldi.
" hmm perang bantal aja pa.. ma... Kayak dulu." ucap Adit.
Perang bantal...aduh si Aldi suamiku ini mah pasti modus lagi. batin Aulia.
Hahaha anakku ini pintar banget pilih permainannya lumayanlah bisa jahil dikit. batin Aldi.
" oke papa setuju." Aldi melirik Aulia yang sedang melotot.
" ya udah ayo." Alif dan Adit menarik tangan Aldi dan Aulia.
__ADS_1
Aldi satu tim dengan Alif dan Adit tentu bersama Aulia. Selama mereka bermain Aldi terus menjahili Aulia, dia terus menyentuh bagian sensitif Aulia.
" hah udah capek...mama kita menang. Huh papa sama alif kalah huhh." ejek Adit.