Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
rutinitas


__ADS_3

Aulia dan ketiga temannya saling berpelukan.


" ehhh aulia kamukan penganti baru nanti malam ma...." bisik cici


" hey hentikan omonganmu atau kau mau ini." kata aulia mengangkat tangan yang sudah mengepal


" iya nggak nggak maaf" kata cici.


Orang- orang yang melihat mereka berempat hanya tertawa karena mereka seperti anak kecil saja.


" ahhh sudah deh pelukannya kayaknya kalian bau." kata aulia bercanda. sambil menutup hidungnya


" enak aja bau, kita itu selalu wangi 24 jam." kata mereka bersamaan


" masa sih"


" ih dasar aulia".


"hey sudah sudah ayo duduk." kata papa kifli yang dituruti keempat sahabat itu.


" oiya papa kita mau ngapain kumpul disini." tanya aldi.


" ya.. Nggak apa apasih mau ngobrol aja. memangnya kenapa? Kamu sama aulia ngapain hayoo." goda papa kifli.


" yeh... Kalau tau begitu aku tadi daratin ciuman aulia yang habis mandi nggak pake jilbab rambutnya cantik banget lagi." kata aldi langsung melihat aulia yang wajahnya sudah seperti udang rebus karena malu.


Orang- orang yang mendengar aldi langsung tersenyum tapi saat melihat aulia terdiam dan ekspresi menahan malu dan terus melihat aldi dengan melotot semuanya langsung tertawa terbahak bahak.


" aulia muka kamu lucu banget."


" Aldi................." teriak aulia yang suaranya memeking ditelinga mereka membuat mereka menutup telinganya.


" aldi malu-maluin aja deh" kata aulia menutupi wajahnya dengan bantal sofa.


" ya ampun suara aulia pecah banget kalau teriak padahal kalau bicara santai aduh lembutnya minta ampun." kata aris yang masih memengang telinganya yang kesakitan.


" iya mungkin gua udah budek nih." kata beni.


" iya masa orang masih muda kayak kita gendang telinga kita udah rusak sih." timpal yoga.


" sumpah telinga gua masih sakit ples ples." kata doni.


" Lia kamu tuh ya...lihat teman-teman kamu telinganya pada sakit." kata reza.


" biarin siapa suruh ketawain lia." kata aulia yang masih menutupi wajahnya.


" muncul lagi nih sifat anak kec..." kata reza terpotong karena tiba-tiba mendengar suara.


Kruyuk....kruyuk...kruyuk


"Suara perut siapa tuh." tanya reza


" aku" kata aulia memengang perutnya dan melepaskan penutup wajahnya.


" cacingku minta makan. maaf yah"

__ADS_1


Melihat aulia yang wajahnya masih merah ditambah suara perutnya mengundang tawa mereka semua.


" malah ketawa semua lagi mau gendang telinga kalian benar benar pecah." kata aulia melotot pada semua orang.


" E.... Udah cukup kok ." kata mereka bersamaan.


" Aldi kamu temenin aulia makan gih."


" iya pa." kata aldi berjalan mendekati aulia.


" ayo " kata aldi tak mendapat respon dari aulia. Karena tidak mendapat respon aldi langsung menarik tangan aulia supaya berdiri.


" papa, ayah, ibu teman teman aku bawa intan makan dulu ya."


" oke." kata mereka serentak.


Didapur...


" kamu mau makan apa?" tanya aldi yang tidak mendapat repon dari aulia.


" yaampun kamu marah soal aku ngomongin tadi." kata aldi.


" hmmmm" aulia berdehem dan memanyunkan bibirnya.


" kenapa kan itu tadi benar." kata aldi terlihat tanpa bersalah.


"ee di.. dengar ya...kamu bilang kayak gitu tadi sama aja ngumbar aib orang. ngerti!!." kata aulia melotot.


" iya iya aku minta maaf janji nggak ngelakuin itu lagi maaf yah..." kata aldi memengangi kedua telinganya.


" hmmm"


" kamu jelek." kata aulia berlalu meninggalkan aldi.


" hah kok gitu sih."


" tan kamu kok bilang kek gitu sih" kata aldi mendekati wanita yang telah resmi menjadi istrinya itu yang sedang memasak mie instan.


" tan kamu kenapa sih. Aku minta maaf yah... Maaf ... Maafff " kata aldi mengatupkan tangannya di depan dadanya.


" hey... Memangnya aku belum memaafkanmu apa tadikan udah." kata aulia.


" tapikan nggak ikhlas."


" mana kau tau aku tidak ikhlas dasar payah." kata aulia memukul kening aulia dengan telujuknya.


" intan...." kata aldi lembut


" hmmm"


" intan."


" apasih." kata aulia kini melihat aldi.


" aku minta maaf aku janji nggak ngulangin omongan seperti tadi didepan orang orang bahkan itu orangtua kita sendiri." kata aldi

__ADS_1


" huffttt hah.... Iya aku maafin kamu suamiku." kata aulia lembut sambil tersenyum.


" nah gitu dong." kata aldi tersenyum sambil menatap wajah cantik istrinya.


" sudah jadi, ayo makan." kata aulia menarik tangan suaminya duduk dimeja dapur.


" ini makan."


" kan kamu tadi yang mau makan. Kenapa malah nyuru aku yang makan."


" yaudah kalau nggak mau." baru saja aulia mau makan mienya tapi sudah ada orang yang menarik tangannya yang memengang garpu itu bukan aldi.


" kak reza... ha... Kak reza mah gitu lia mau makan pasti diganggu terus."


" itukan...." kata reza terpotong


" rutinitas. Eee itu mulu deh yang kakak bilang." kata aulia memutar bola matanya malas.


" sini mienya bagi jangan main rampas aja." kata aulia mengambil garpu yang dipengang reza. Tapi kini giliran aldi yang memakannya.


" aldi..... Kok kamu makan sih katanya nggak mau." kata aulia dia tau kalau aulia lagi makan terus aldi dan aris ada di tempat itu pasti keduanya jadi kompak merampas makanan aulia.


" yaudah nih kalian makan. Aku pergi." kata aulia meninggalkan aldi dan aris yang tertawa karena melihat wajah kesal aulia lagi setelah bertahun-tahun.


Ya semenjak aulia pindah kesurabaya reza tidak pernah merampas makanan aulia.


" ee aldi habis tu makanan. Kalau nggak aulia ntar marah karena masakannya nggak dihabisin."


" ihhh nggak kak reza aja."


" ya udah kamu kasih ke aulia. Sama kayak dulu habis ngerampas udah ngambek ples kesel makanannya dibalikin deh." kata reza.


" oke,kak." kata aldi mengambil makananya lalu pergi ke ruang tengah yang diikuti reza.


Diruang tengah


Aulia masih memperlihatkan wajah kesalnya dan memayunkan bibirnya.


" aulia loe kenapa kayak kesel gitu." tanya laura yang melihat sahabatnya itu. Tapi tidak mendapat respon apapun.


" kamu kenapa nak. Terus aldi mana? reza tadi juga bilang dia mau makan. Mereka berdua mana." tanya ibu


Baru saja aulia mau menimpal ibunya.


Tiba-tiba


" intan,lia " kata aldi dan reza bersamaan.


" apa....mau balikin makanan itu lagi! udah dirampas juga!selalu aja kalau kalian berdua lihat aku makan pasti kompaknya ngejahilin aku kumat." kata aulia mendekati mereka dan mengambil makanan ditangan aldi.


" awas ya kalau di ambil lagi." kata aulia melototi kedua orang itu.


" oke bos. Kan udah selesai jahilnya." kata reza.


" ibu, ayah,papa boleh nggak aku minta sesuatu."

__ADS_1


"kalau ibu sih boleh yang penting ibu bisa." kata ibu ana.


" kalau ayah sama papa kalau bisa pasti dibantu."


__ADS_2