Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
Aulia pingsan


__ADS_3

" Aldi." hanya itu yang keluar dari mulut aulia.


Aldi berjalan mendekati aulia dengan tangan kanan memengangi punggungnya.


" aldi." kata aulia saat aldi telah tepat di depannya.


" intan." kata aldi yang kini memeluk aulia erat.


Tidak lama dari itu muncul ibu,ayah dan yang lainnya dari belakang aldi. Aulia yang melihatnya memilih membenangkan wajahnya dileher aldi tapi belum membalas pelukan aldi.


" aulia, aldi. Kalian nggak apa apakan."


" intan kamu nggak apa apakan. Kamu harus mendengarkan ibu, kamu jangan egois." kata aldi pada aulia yang berada di dekapannya.


Saat itu aldi melepaskan pelukannya tapi aulia langsung memeluknya sangat erat. Aulia belum bisa melihat mereka pikirannya sangat kacau, tentu saja itu tidak baik untuk kandungannya.


" intan...." lirih aldi. Saat itu juga pelukan aulia melemas aldi langsung melepaskan pelukannya, tapi ternyata aulia pingsan dalam pelukan aldi.


" intan.aulia." pekik semua orang melihat aulia pingsan.


Tidak lama aldi juga tiba-tiba pingsan.


" aldi..."


" bawa mereka kerumah sakit." reza cemas.


" ayo kalian bawa aldi biar aulia kami yang bawa." kata citra yang diangguki Aris cs.


mereka membawa kerumah sakit dan dirawat diruangan VIP yang sama karena permintaan papa kifli


Hampir 8 jam mereka pingsan, aldi yang sadar duluan melihat sekelilingnya yang telah ada keluarganya dan matanya berhenti tepat melihat aulia berbaring tak berdaya dengan wajah yang terlihat sedih,kecewa dan mata yang bengkak.


Aldi hendak bangun namun dicegah oleh papa kifli.

__ADS_1


" Aldi kamu sudah sadar nak, jangan dulu kamu baru sadar aulia nggak apa apa." kata papa kifli pada aldi.


"tapi pa,intan dia pasti terpukul banget." kata aldi dengan suara lemas.


" nak maafin ibu ya, ini terjadi karena kesalahan ibu." kata ibu ana mengenggam tangan aldi.


" nggak bu ini cuma kesalahan, ibu nggak salah ini udah benar ibu jelasin sekarang daripada intan tahu dengan sendirinya." kata aldi meskipun ia juga kecewa tapi karena dia bisa menyingkirkan sifat egonya jadi ia paham.


" makasih ya nak." ibu ana memeluk aldi.


Sementara itu...


Reza yang terus memandangi wajah aulia dan mengenggam tangannya, mau bagaimana pun dia tetap adiknya hanya saja dengan ayah yang berbeda. Dia juga sempat kecewa dengan ucapan ayah dan ibunya tapi ia juga mengerti kalau ini demi perasaan aulia.


Begitu juga Ervin dia menatap wajah aulia dan terus merutuki dirinya bodoh, karena telah membuat adiknya terkulai lemas. Andai dia tahu sejak dulu kalau dia mempunyai adik perempuan dia tidak akan pernah keliru untuk mencari info tentang dirinya. Dia juga sangat menyesal karena tidak menyadari itu sejak dulu pantas saja sejak pertama melihatnya ervin merasa ada kehangatan dengan melihat wajah cantik aulia.


Begitu juga papanya raymond yang sedari tadi hanya memandangi wajah gadis kecil yang terbaring disana, yang baru dia ketahui kalau aulia anaknya.


Mata mereka sembab bahkan telah kering tak ada lagi air matanya yang bisa keluar karena memang dari tadi menangis.


Sudah dua hari aulia belum juga sadar, apa sebegitu sedihnya yang diliputi kekecewaan yang begitu dalam.


Intan sudah dua hari kenapa kamu belum juga sadar, kalau kamu lihat mereka yang sedari kemarin terdiam tanpa bicara apapun kecuali hanya mengajak makan itupun mereka nggak nafsu. Mungkin kamu sudah berceloteh memaki mereka karena terus berdiam dan tidak ada nafsu untuk makan. Aku rindu kamu sayang. Batin aldi mengenggam tangan aulia. Kemudian mencium keningnya.


" nak kalian belum makan kan,kalian harus makan dulu." kata ibu ana membuka suara.


" ibukan juga belum makan, ibu juga perlu makan, ibu juga harus jaga kondisi ibu. Apalagi sejak aulia pingsan ibu hanya makan sekali sehari itupun sedikit." kata reza, ibu ana hanya menunduk dengan penuturan anaknya.


" kita semua akan makan,aku yakin kalau intan sudah sadar dan kalau dia tahu kita nggak nafsu makan gini. Malah di tabok, di maki-maki, terus di jewer lagi dan, siapa yang di gituin gua sama kak reza. Jadi kalian harus makan." kata aldi mencoba mencairkan suasana apalagi sejak kemarin mereka hanya diam-diaman. Perkataan aldi hanya mengukir senyuman dan anggukan karena berharap itu benar terjadi.


" ya udah biar papa telpon pak alex dan bu ina supaya bawa makanan kesini, kita nggak perlu keluar." kata papa kifli yang sekali lagi mendapat anggukan tanpa kata.


Aldi kembali menatap wajah aulia.

__ADS_1


intan apa kamu nggak bosen tidur terus. Kamu harus sadar hari ini juga kamu harus lihat mereka diem-dieman nggak nafsu makan kamu harus jitak mereka semua. Batin aldi.


Pak alex telah datang dan membawa makanan untuk mereka semua.


" makanannya sudah sampai, ayo kalian semua makan." kata papa kifli.


" iya pa."


Mereka semua menurut makan dan tanpa suara hanya ada suara sendok berbenturan dengan piring.


Setelah selesai makan aldi kembali ke aulia menatap wajah cantiknya. Begitu juga dengan reza, ervin,ibu,ayah dan papa raymond yang berharap aulia segera sadar.


Tak ada tanda-tanda aulia masih saja menutup wajahnya.


Sementara itu dialam mimpi....


Aulia melihat sekelilingnya, dia berada di sebuah taman indah dipenuhi bunga.


" tempat ini bagus sekali." kata aulia


" intan, aulia,nak kenapa kamu lama sekali." suara yang didengar aulia tapi tidak ada orang disana.


" ibu,ayah,kak reza aldi kalian dimana." teriak aulia di alam mimpi.


" nak jika kamu dengar ini ibu mau minta maaf,ibu nggak bermaksud buat nyakitin perasaan kamu, kamu itu tetap anak ibu adik kak reza dan ayah syamsul tetap ayahmu meski bukan ayah kandungmu tapi kamu tahu nak kita sayang sama kamu." kata ibu


" aulia jika kamu mendengarku aku hanya ingin bilang kita menunggumu disini, kamu harus sehat demi calon anakmu, aku tahu kamu aulia kamu pasti bisa terima kenyataan ini. Karena kamu adalah wanita hebat." kata teman-teman aulia


" lia kakak tetap kakakmu jadi jangan khawatir kamu itu adalah yang terbaik, kamu wanita hebat, kamu wanita satu satunya didunia yang seperti ini. Cepatlah kesini kakak rindu kamu jitak kakak, jahilin kakak. Kakak rindu aulia." kata reza.


**hai reader semoga kalian suka dengan ceritanya. jikaa ada kata yang tak berkenang ataau tidak masuk akal koomentaar ya .


tinggalkan jejak like kalian๐Ÿ‘๐Ÿ˜๐Ÿ˜**

__ADS_1


__ADS_2