
" ya allah suara musiknya gede banget banget."
" iya mereka kenapa sih. Udah rusak semua gendang telinga mereka, masa musik gede banget volumenya."
" ya udah aku telpon mereka dulu." kata aulia menelpon papa kifli karena masih marah pada aldi.
" hallo pa, assalamualikum."
" iya waalaikumsalam."
" pa itu kenapa volume mobilnya besar sekali sampai kedengaran dari sini."
" iya nak ini aldi strees karena kamu marah dia tadi ngoceh mulu."
"ya ampun bener-bener ya tu anak. Ya udah pa kasih hpnya ke aldi."
" iya assalamualikum istriku yang paling cantik,gemes, imut kamu nggak marah lagi kan."
" ikh...itu mobil volume lagu dangdutnya gede banget, kurangin cukup kalian aja yang denger."
" iya bentar."
" udah apalagi, kamu udah nggak marahkan."
" waalaikum salam" aulia langsung menutup telponnya.
Aldi bertambah kesal tapi dia juga tidak mau berbuat aneh lagi, takut aulia bertambah marah padanya.
Aulia kembali menelpon tapi dia menelpon ervin.
" aulia nelpon." kata ervin tapi aldi langsung merampasnya yang kebetulan ervin yang menyetir.
"biar gua aja yang bicara kak."
" iya assalamualikum intan."
"waalaikum salam kok kamu sih yang angkat."
" kak ervin lagi nyetir jadi aku yang angkat."
" o... Kasi tahu ke kak ervin kita singgah dulu di panti asuhan yang di depan nanti, aku mau nengok adik-adik di sana udah 5 tahun nggak ke sana."
" oo ya udah iya."
" ya udah assalamualikum."
" ee ja..." aulia langsung mematikan telfonnya
" waalikumsalam."
" ada apa kenapa aulia nelfon."
" di depan ada panti asuhan nanti kita singgah di situ dulu.nggak apa apakan?" tanya aldi pada penghuni mobil.
" iya nggak apa apa kita singgah dulu capek juga kalau duduk terus."
Tidak lama sampailah mereka di panti asuhan.
Aulia dan yang lainnya turun dari mobil. Mereka disambut hangat oleh ibu panti asuhan dan anak anak yang tinggal di situ.
" Assalamualaikum bu." sapa aulia.
" waalaikumsalam nak aulia yah." sapa ibu panti.
__ADS_1
" iya bu. Lama tidak berjumpa." aulia menyalami tangan ibu panti.
" iya nak, nak aulia semakin cantik aja."
" makasih bu."
" ekhmmm" aldi berdehem
" wah ini nak aldi kan."
" iya bu." aldi menyalami ibu panti. Yang diikuti teman-temannya.
" hay adik adik masih kenal kakak nggak." sapa aulia pada anak panti
" masih dong kak, kakak itukan paling cantik, paling baik jadi meskipun 5 tahun nggak ketemu masih ingat kok." kata salah seorang mereka yang langsung berhamburan memeluk aulia.
" kalian bisa aja yah."
" yaudah nak aulia sama yang lainnya ayo masuk." kata ibu panti mengajak masuk.
Aulia dan yang lainnya masuk ke panti. Aulia melihat sekeliling panti itu tidak jauh berbeda dengan kedatangannya yang terakhir.
" masih seperti yang dulu." gumam aulia.
Aldi yang melihat aulia di kerumuni anak-anak kecil di panti asuhan tersenyum. Bahkan dia beberapa kali memotret istri kesayangannya itu saat mengendong anak kecil.
Manisnya batin aldi tersenyum.
Tiba-tiba ada anak kecil yang menarik aldi...
" kak aldi kan ayo main sama kak aulia." aldi pun menurut.
Mereka terus bermain bersama. Hampir 3 jam mereka ada di panti asuhan tersebut. Karena sudah siang mereka pamit dan melanjutkan perjalanannya yang memang hanya tinggal 2 jam perjalanan mungkin sudah sampai.
" ayo semuanya masuk."
Saat masuk rumah telah berjejer para pelayan atau pekerja tumah menyambut mereka.
" selamat datang tuan nyonya sekalian." kata mereka serentak dan memberi hormat.
" terimah kasih." jawab aulia dan yang lainnya serentak.
Aulia kembali merasa mual dan berlari ke toilet untung saja dia masih hafal isi rumah itu.
" aduhh kenapa lagi tu." aldi mengejar aulia.
Sementara yang lain langsung duduk di ruang keluarga untuk istirahat.
Di toilet...
" kamu kenapa lagi. Apa perut kamu masih mual, kamu mau apa, ayo ngomong." kata aldi bicara dengan cepat.
" apaan sih udah nggak apa apa cuma mual dikit doang."
" Yakin.... Kamu nggak mau sesuatu gitu."
" nggak, udah ya, kayaknya aku cuma risih kalau lihat orang berjejeran kayak tadi,kayak kemarin dirumah."
" oh ya ya ya. Paham."
" ya udah ayo keluar."
Aulia yang masih ingat jelas rumah itu. Mengajak aldi menuju taman belakang.
__ADS_1
" ketaman belakang ayo." aulia menarik tangan aldi.
Sampai di taman belakang aulia langsung berbaring di tengah lapangan itu. Begitu juga aldi mengikuti apa yang dilakukan aulia.
"kenangan kita di sini sangat banyak, apa kau tidak ingin menetap disini saja." tanya aldi yang juga berbaring dengan tumpuan kepala aulia.
" tidak. Kita tinggal di Jakarta saja."
" kenapa?"
" kenangan adalah kenangan baik ataupun buruknya itu juga nggak akan kembalikan."
" aku nggak mau tinggal menatapi kenangan itu nanti aku makin cinta sama kamu. He......He...he." jawab aulia sambil tertawa.
" dasar ya." aldi mencium kening aulia.
" oh iya. Kita ambil foto dulu kayak dengan fose seperti dulu."
" oke ayo."
Aulia maupun aldi mengambil foto mengikuti gayanya waktu kecil.
Sementara itu...
"Kenapa mereka lama sekali."
" palingan lagi pacaran di taman belakang." jawab reza yang ternyata benar.
" oiya ya. Apalagi taman itu masih seperti dulu."
" mmm samperin yuk." kata cici antusias.
" ayo." kata mereka serentak.
" yaudah ikuti gue."
Mereka semua mengikuti reza. Kecuali para orangtua yang sudah tahu apa yang akan terjadi jika mereka mulai jahil lagi.
Ditaman belakang...
Reza dan yang lainnya memperhatikan aulia dan aldi sedang berfoto dengan berbagai macam pose.
"gua juga bilang apa pasti lagi pacaran."
" aaa cocwit." jawab para kaum hawa bersamaan
Reza dan yang lainnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah para kaum hawa atau pasangannya itu.
Cielah cuma ervin doang yang jomblo ntar author cariin pasangan. Hehehe.
Aulia yang melihat keberadaan mereka.
" ehh di..liat tu mereka."
" udah nongol aja tu mereka."
" samperin." ajak aulia namun tangannya di tarik aldi.
" kenapa."
" ada sesuatu untukmu." aldi tersenyum, aulia menyeritkan dahinya.
like,coment,tambahkan ke favorit. vote vote vote
__ADS_1