Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
Siap-siap


__ADS_3

" ya nggak apa apa sih, dirumahkan juga banyak pelayan jadi rame kok."


" iya nak."


Hanya butuh beberapa jam mereka telah sampai di Jakarta, ervin dan papa ray langsung pulang ke rumahnya begitu juga aris dan citra langsung pulang ke tempat tinggal masing-masing.


Aulia dan aldi langsung masung kamar untuk bersih-bersih dan beristirahat.


Hari demi hari dilewati begitu indah, tak terasa kandungan aulia sudah mencapai 8 bulan, yang tinggal 1 bulan mereka akan menjadi orangtua.


Karena perut yang sudah semakin membesar dan aulia juga sudah tidak bisa banyak bergerak, maka dia mengambil cuti selama 3 bulan, meskipun aldi memintanya sudah cukup lama ya sekitar usia kandungan aulia 5 bulan, aldi meminta aulia mengambil surat cuti. Tapi aulia tidak mau, aulia juga hanya memilih cuti 3 bulan karena dia tidak mau tertinggal kuliah, dia mau lulus bareng dengan citra.


" sayang kamu yakin cuma 3 bulan aja."


" yakin. Aku nggak mau kuliah lama, aku mau lulus bareng citra."


"terus misalnya anak kita nanti,gimana."


" kamu tenang aja sayang, nanti saat 2minggu sebelum perkiraan lahiran ibu mau ke sini. Dan soal sudah lahiran aku janji nggak bakalan kurangin kasih sayang sama anak kita, aku juga berencana sewa baby sister tapi itu kalau aku ada di kampus."


" ya udah deh terserah kamu."


2 minggu kemudian....


Trittt trittt


" iya halo assalamualikum." kata aulia mengangkat telponnya dan baru bangun.


" waalaikum salam sayang ibu mau berangkat ke jakarta hari ini."


" oiya bu. Aku tunggu hati-hati yah bu."


" iya nak."


" oiya bu kak reza sama kak bulan datang juga nggak."


" kayaknya nggak deh nak, istrinya kan lagi mengandung 6 bulan lebih."


" oiya bu nggak apa apa."


" ya sudah, ibu matiin ya assalamualikum."


" waalaikumsalam."


Aulia mematikan telponnya.


" aldi. Mana ya udah ilang aja." ucap aulia kembali memejamkan matanya.


" ehmmm." deheman aldi.


" eh aldi, ibu,ayah,papa bakalan kesini hari ini."


" oiya bagus deh, kalau kak reza?"


" kata ibu sih kayaknya nggak. Kak bulan kan lagi hamil besar." jelas aulia, aldi menggangguk paham.


" ya udah gih mandi terus kita sarapan."

__ADS_1


" oke."


Aulia telah selesai mandi dan langsung turun ke bawah untuk sarapan, yang disana telah ada aldi.


Disaat sarapan hanya canda tawa mereka ya itu adalah salah satu rutinitas mereka, makan yang biasanya bisa dilakukan sebentar menjadi sangat lama. Selesai sarapan aldi pamit untuk kekampus karena aulia yang hari ini sudah tidak kekampus lagi karena cuti.


" sayang aku ke kampus dulu yah, kalau ada apa apa telfon aku."


" oke, sayang hati-hati." aulia mencium punggung tangan suaminya kemudian pipinya.


" ya udah assalamualikum." aldi mencium kening aulia lalu pergi.


" waalaikumsalam."


Aulia masih berdiri di depan pintu melihat mobil aldi meninggalkan rumahnya, hingga tidak terlihat lagi.


Aulia kembali masuk dan duduk di ruang tengah.


" haduh, sebentar lagi ketemu ibu, kangen..."


" ini aku sendiri aja gitu, nggak ada yang nemenin, panggil ibu ina sama pelayan lainnya deh suruh nemenin."


" bu ina....bu." panggil aulia.


" iya nyonya ada apa."


" bu temanin aku di sini yah ngobrol sekalian panggil pelayan yang lain tapi cewek aja, sebelum itu siapin cemilan sama minum he he he."


" siap nyonya, kalau gitu saya juga seneng."


" permisi nyonya."


" assalamualaikum nak, serius banget ngomongnya sampai nggak sadar ibu ada di sini."


" eh ibu, ayah papa udah dateng." aulia menyalami satu satu orang tuanya.


" kami permisi dulu tuan nyonya."


" iya makasihnya udah di temenin." aulia tersenyum manis kepada bu ina dan pelayannya.


" oiya aldi kuliah yah."


" iya pa, katanya jam 2 dia pulang."


" ooh baiklah papa mau ke kamr dulu yah."


" iya pa."


" ayah sama ibu ke kamar juga yah."


" iya ayah."


Aulia duduk kembali sambil menyalakan tvnya menonton sinetron.


Tiba-tiba tangan kekar menutupi matanya...


" hey ini siapa." tak ada jawaban

__ADS_1


" kalau aldi nggak mungkin tadi dia bilang jam 2 baru pulang, apa ayah atau papa, ah nggak tau deh." gumam aulia tapi masih bisa di dengar orang itu.


" eh lepasin dong. Kalau nggak dapet ini." kata aulia mengangkat tangannya dengan mengepal.


" ikhh....galak banget sih dek, ntar bisa bisa anak loe galak juga, ntar kenapa nggak kenal tangan kakak." kata reza melepaskan tangannya yang menutup mata aulia.


" kak reza, kak bulan...katanya kakak nggak pergi, kok ada di sini sih."


" nggak seneng nih." kata reza duduk di sebelah aulia.


" senang lah kangen." aulia memeluk reza.


" kok kamu makin gendut sih." ejek reza.


" ya iya lah emang orang yang hamil 8 bulan lebih kurus apa. Kak bulan aja udah hampir 7 bulan udah gendut."


" iya iya deh."


" oiya kak bulan, perjalanan bandung jakarta lumayan tuh kakak nggak apa apakan."


" nggak apa apa kok. Sehat lagian ini juga ke inginan aku ehhh maksudnya anak kita kan sayang." kata bulan tersenyum pada reza sambil mengelus perutnya.


" iya meskipun sedikit maksa, tapi kan sampai selamat jadi nggak apalah."


Aulia menggangguk-angguk paham. Lalu berteriak.


" ibu, ayah papa, ini kak reza sama kak bulan dateng."


" ya ampun ini anak yah malah teriak lagi. Mereka itu nggak tau , bisa kena omel kita."


" hah beneran mereka nggak tau bakalan di omelin, horeee...." girang aulia


" ikh..." bulan dan reza menarik pipi gembul aulia.


" awww ikh...sakit."


" ya ampun reza, bulan kenapa kalian ada disini." kata ibu tiba-tiba datang.


" ini kemauan bulan bu."


" anak kita reza."


" iya ini kemauan anak kita bu."


" ya udah deh mau gimana lagi nggak apa apa."


Huffttt untung nggak di omelin batin reza dan bulan.


" ya udah kalian di kamar gih istirahat kasian bulan."


" siap bu. Ayo bulan."


Ye sendiri lagi gumam aulia cemberut.


" mending ke taman belakang aja."


Aulia duduk di tengah tengan taman itu, menikmati udara dan bunga yang ada di sana.

__ADS_1


Tiba-tiba.....


" awww....perut kok aku sakit sih. Aduh jangan-jangan mau lahiran. Awww sakit. Kak, ibu, awwww sakit." rintih aulia keras,sampai terdengar di kamar orangtuanya.


__ADS_2