
2 minggu kemudian...
Hari ini adalah hari pernikahan Aulidia dan Yoga. Pernikahan yang di adakan meriah di hotel milik keluarga Yoga sendiri.
" haduh kembaran ku akhirnya nikah juga hehehe udah siap ntar malam. " ucap Aulia dengan tatapan menggoda.
" apaan sih Aulia ntar ada yang denger, malu tau. " ucap Aulidia.
" hehehe maaf. " ucap Aulia mengatupkan tangannya.
" hah tapi ini dari tadi deg degan mulu tadi waktu udah sah berhenti rasanya aduh senang banget sekarang deg degan lagi ntah kenapa. " ucap Aulidia. " apalagi Yoga kan lumayan dingin orangnya ntar dingin-dingin tapi kayak singa aduh habis aku. " ucap Aulia membuat Aulia tertawa.
" tenang aja dulu aku sih baru deg degan waktu udah sah canggung gitu tapi insya Allah akan baik-baik aja. " ucap Aulia. " ya udah ini udah sampe di depan kamarmu aku pergi dulu bayy. " Aulia meninggalkan Aulidia sendiri.
" hah Sinta Aulidia sekarang kamu itu istri Yoga Setyo Pranoto jadi huftt tenang harus tenang." ucap Aulidia menenangkan dirinya dan masuk kedalam kamar Hotel yang sudah di pesannya.
Saat masuk di kamar Aulidia melihat Yoga yang sedang duduk di sofa dengan bertelanjang dada sambil memainkan leptopnya.
Aulidia mengalihkan pandangannya dan langsung masuk kamar mandi.
Yoga yang menyadari keberadaan Aulidia tersenyum smirk.
Dia menunggu Aulidia keluar kamar mandi. " akhhh. " teriak Aulidia membuat Yoga panik dan berusaha masuk ke dalam tapi terkunci.
__ADS_1
" Lidia ada apa buka pintunya." ucap Yoga mengentuk pintu.
Aulidia keluar kamar mandi lalu menatap Yoga. " aku minta maaf. " ucap Aulidia membuat Yoga mengerutkan dahinya.
" kenapa. " ucap Yoga bingung.
" aku datang bulan. " ucap Aulidia pelan tapi sukses membuat Yoga membuka mulutnya lebar.
" huftt astaga. " Yoga menghembuskan nafas kasarnya lalu menepuk jidat Aulidia pelan. " sudahlah ayo tidur kau cukup tidur dengan memelukku saja hari ini sampai minggu depan. " ucap Yoga yang membuat Aulidia melotot tapi juga mengangguk.
Keduanya tertidur tanpa terjadi apa-apa, mereka hanya berpelukan tapi tentu saja itu membuat Aulidia deg-degan. Kepala Aulidia mendarat di dada bidang Yoga dan Aulidia bisa mendengar jelas ternyata bukan hanya dia saja yang merasa gugup tapi juga Yoga dan hal itu membuatnya sedikit tenang.
Keesokan harinya ...
" eikh gimana malam pertama kalian. " ucap Cici membuat Yoga menatap kesal Cici sedangkan Aulidia menunduk.
" ya biasa aja. " ucap Yoga.
" terus kenapa mukanya kayak lagi kesel gitu.apa kalian belum lakuin itu. " tanya Mita.
" kayaknya aku paham apa yang terjadi." ucap Aulia seakan mampu membaca raut wajah Aulidia dan Yoga.
" Apa coba. " ucap Citra.
__ADS_1
" Lidia kamu datang bulan kan tadi malam. " ucap Aulia membuat Aulidia melotot sedangkan Yoga tambah kesal.
" hahhaha kasian banget loe Yoga wahhahaha. " mereka tertawa mendengar pernyataan Aulia apalagi itu sudah jelas benar karena raut wajah Aulidia dan Yoga.
" ketawa aja, buka mulut tuh lebar bukan nyamuk lagi yang masuk tapi lebah. " ucap Yoga kesal.
" hahaha parah loe. " ucap Aris dan mereka semakin tertawa melihat wajah kesal dan malu pasangan baru ini.
" ketawa mulu. Udah Ayo Lidia pulang mama udah nunggu di rumah. " ucap Yoga menarik tangan Aulidia. Aulidia hanya menurut.
" ekh nggak sopan banget sih kalian. pamit dulu kali sama saudara ipar mu ini. " ucap Aulia.
" huftt sialan nih cewe." ucap Yoga tapi langsung mendekati Aulia " Saudara ipar Aulia aku mau pulang dulu sama saudara kembarmu ini yang sudah jadi istriku ya kapan-kapan datanglah ke rumah. " ucap Yoga lembut.
" kurang senyuman. " ucap Aulia sengaja menjahili Yoga.
" bawel banget sih." ucap Yoga tersenyum terpaksa.
" ya udah sana...boyonglah saudaraku ini ke rumahmu. " ucap Aulia menahan tawanya.
" ya udah Assalamualaikum. "
" waalaikumsalam. "
__ADS_1
Setelah kepergian Yoga dan Aulidia mereka juga segera meninggalkan tempat itu dan pulang kekediaman masing-masing .