
Hari ini adalah hari minggu Aulia menemani anak-anaknya untuk bermain dan menunggu kedatangan Aulidia dan Teman-temannya seperti yang sudah di janjikannya.
" Assalamualaikum Aulia.... " teriak Aulidia.
" Waalaikumsalam Lidia nggak usah teriak kali." ucap Aulia.
" Aulia aku... punya kabar gembira. " ucap Aulidia yang tampak sangat senang.
" apa coba menang lotre, dapat tambahan uang jajan atau..." ucap Aulia terpotong.
" aku hamil Aulia dan usia kehamilanku 3 minggu akhh... " Aulidia senang.
" wahh selamat akh... bakalan jadi orang tua. " ucap Aulia memeluk Aulidia. " eh Yoga selamat ya... bakalan jadi ortu juga kan. " ucap Aulia tersenyum.
" iya..." ucap Yoga mengangguk dan tersenyum.
" Assalamualaikum kami datang. " ucap para sababatnya bersamaan.
" Waalaikumsalam."
" ehh udah ada kalian juga. " ucap Citra pada Aulidia dan Yoga.
" Ada angin apaan minta kita ke sini. " ucap Aris.
" istri gua hamil bro 3 minggu. " ucap Yoga membuat mereka tersenyum senang.
" wadeh gercep juga. selamat ya. " ucap Doni.
" ee Yoga sejauh ini istri loe udah minta apa aja, apa hal yang teraneh di mintanya. " ucap Beni seakan sudah berpengalaman, emang iya sih.
" hal yang paling aneh nyuruh gua manjat pohon terus masa iya minta gua masakin padahal masak telur aja sampai gosong." ucap Yoga membuat mereka tertawa.
__ADS_1
" gua bahkan lebih parah Cici waktu hamil. paling aneh mintanya kayak anak kecil gitu main-main tanah buat kayak kue gitu parah kan. " ucap Doni tertawa dan di ikuti yang lainnya Ya Cici juga tertawa tapi juga malu.
" kalau gua waktu Mita hamil yang paling aneh itu minta nyemplung di lumpur sawah gitu, badan gua geli rasanya. " ucap Beni tertawa.
" kalau gua sendiri waktu Citra hamil bikin Ubun-ubun panas juga masa iya minta ketemu mantan mau minta maaf lagi." ucap Aris membuat mereka tertawa keras.
" hahaha para loe Citra jadi waktu itu loe bener ketemu mantan loe. " ucap Cici membuat Citra mengangguk malu.
" hahaha kasian Aris waktu itu dong. " ucap Mita membuat Citra mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" hey kalian ribut banget sih. " ucap Aldi tiba-tiba datang. " Astaga kalian lagi bosen gua lihat muka kalian. " ucap Aldi.
" ya udah matanya di tutup jangan di liatin. " ucap Aulia.
" diem loe.. ehh sebagai bayarannya karena kemarin gua udah nemenin anak loe main beliin rujak ciangur. " ucap Aldi.
" aku yang beliin, enak aja main nyuruh kan ada yang lain. " ucap Aulia.
" ehh pelit amat sih, beiin bentar doang juga. " ucap Aldi.
" astaga pake duit loe lah. " Kata Aldi.
" oh no no no. " ucap Aulia.
" astaga rese banget sih. " ucap Aldi kesal memberikan Aulia 5 lembar uang merah.
" dih minta di beliin semuanya nih banyak banget. " ucap Aulia . " tapi nggak apa lah buat aku. " ucap Aulia.
" cepet nggak pake lama. " ucap Aldi.
" astaga masih untung aku mau beliin. " ucap Aulia berlalu pergi.
__ADS_1
Sementara para sahabatnya sedari tadi memperhatikan mereka sambil tersenyum seperti nonton acara live.
" apa liat-liat, gua ganteng iyalah. " ucap Aldi duduk dengan mereka sambil menunggu Aulia.
" dih kepedean loe. "
" eh Aldi loe bisa juga yah makan rujak perasaan nggak pernah gua lihat. " ucap Doni.
" ya terserah gua dong mau makan apaan. " ucap Aldi tersenyum kecut.
" iya terserah loe tapi nggak kasian apa nyuruh bi... ehh maksudnya Aulia. " ucap Aris hampir keceplosan.
" salah sendiri kenapa mau tinggal di sini. " ucap Aldi enteng.
" nyesel loe ntar.. " ucap Beni.
" Masa Bodo. " ucap Aldi Teman-temannya hanya menggelengkan kepala.
15 menit Aulia kembali dengan beberapa bungkus rujak.
" Assalamualaikum. "
" Waalaikumsalam. "
" nih rujaknya tukang merintah. " ucap Aulia menyodorkan rujak ciangur itu.
Aldi menerimanya dan langsung memakannya bahkan menghabisi tiga bungkus.
" Aldi cukup... udah banyak banget tuh. " ucap Aulia.
" ini juga gua udah nggak mau. "
__ADS_1
" oh baguslah. " ucap Aulia.
Sahabatnya yang menyaksikan itu terus senyum, mereka mengakui Aulia memanglah sabar, hebat Aldi yang awalnya sangat kasar sekarang mulai agak berubah. Mereka bangga bisa kenal dengan Aulia orang yang selalu ada di saat di butuhkan.