
" ya ngisi tenaga...hahaha assalamualikum." ucap Aldi laangsung menjalankan mobilnya saat melihat tangan Aulia ingin memukul.
" ikh... Waalaikumsalam." kesal Aulia. Tapi juga malu karena banyak orang yang sedang melihatnya.
" dasar Aldi mau buat malu aja. Nggak tahu tempat. Huhhh." omel Aulia dan tak menyadari keberadaan Citra di dekatnya.
" awas aja kalau dia nggak tahu artinya, nggak bakalan aku bantuin biar aja dia pusing huhh nyebelin." ucap Aulia lagi dan Citra yang di dekatnya tertawa mendengar omelan sahabatnya itu.
" ee Aulia, Aldi udah nggak ada ngapain masih ngomel. Hahaha." ucap Citra tertawa.
" udah dateng tumben cepet." ucap Aulia.
" ee makanya jadi orang jangan suka di culik baru 4 hari kerja di culik lagi weakkk." ejek Citra.
"ikh...lagi kesel nih...malah di tambahin huh nyebelin." ucap Aulia meninggalkan Citra yang sedang menertawainya.
Aulia langsung menuju ruangannya dan menyapa para dokter, suster dan para pasien di tempat itu.
" hahh kangen banget sama ruangan ini." ucap Aulia.
" kangen ruangannya apa kangen sama sama orang-orang yang selalu masuk di sini dulu." goda Citra.
" yaelah Citra yang sering masuk ke sini kan kamu, sama Aldi orang setiap hari ketemu juga." ucap Aulia kesal dan melemparkan sebuah buku ke wajah Citra.
" hahaha makasih padahal aku mau pinjam tapi malah di kasih bayy."
__ADS_1
" dasar Citra lagi emosi di tambahin." Aulia kesal.
Aulia yang kesal langsung mulai pekerjaannya memeriksa pasien-pasiennya. Banyak sekali saat ini yang membicarakan Aulia karena kejadian yang kemarin. Aulia tidak mengubsiri mereka yang meceritakannya mulai dari rasa kagum bahkan rasa iri tersemat dari cerita gosip mereka.
" Dokter Aulia udah kerja lagi." sapa Ronald.
" iya dok." jawab Aulia.
" kenapa dokter satu minggu ini nggak kerja lagi padahal udah pernah datang setelah berduka." tanya Ronald membuat Aulia menghentikan langkahnya dan mengerutkan dahinya.
Apa dia nggak tau...semua orang lagi bicarain tentangku disini. Masa dia nggak tau sih aku sama lidia kan lagi viral belakangan ini. Hmmm dasar manusia kuno nggak punya tv sama sosial media kali mungkin hpnya di pake game dong. batin Aulia.
" dok...dokter kenapa saya salah ngomong yah...maaf." ucap Ronald.
" iya dok." Ronald tersenyum.
" manusia kuno." lirih Aulia ingin tertawa terbahak-bahak sampai tak terdengar oleh Ronald.
Selesai memeriksa pasiennya. Aulia segera menghubungi suaminya dan anaknya mengingatkan makan siang. Terus menelfon Aulidia.
" Assalamualikum lia." ucap Aulidia.
" waalaikumsalam lidia...kamu ke rumah sakit tempat kerja aku yah kita makan siang bareng." ucap Aulia.
" hmm iya boleh. Aku izin ibu dan ayah dulu. Jangan di matiin." ucap Aulidia.
__ADS_1
" oke..."
" ibu, ayah, kak Aulia ngajakin makan siang. Aulidia mau ke rumah sakit tempat kerja lia.. Boleh nggak." ucap Aulidia.
" nggak boleh makan siang di sini aja." ucap Reza.
" Aulia kak Reza nggak ijinin." ucap Aulidia.
" kasih telfonnya ke kak reza."
" kak Aulia mau bicara." ucap Aulidia.
" lowspeker aja." ucap reza." halo lia ada apa."
" ikh.. kak Reza jangan cari masalah sama Lia. Lia mau makan bareng sama lidia." teriak Aulia.
" ya ampun suara kamu cempreng banget padahal dari telfon aja." kata Reza.
" ahh...udah deh kak. Jangan larang lidia ke sini."
" ikh...terserah kakak dong."
" ehh lagian kakak nggak ke kantor nggak punya kerjaan kenapa ada di rumah, terus kapan mereka ada di rumah kakak bukannya kemarin ada di rumah kak Ervin."
" ehh kakak nggak kayak kamu. Kalau kakak waktu makan siang pulang dan pergi lagi kalau idah selesai makan siang, dan mereka baru juga datang jam 10 tadi kerumah kakak."
__ADS_1