Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
#173


__ADS_3

" Apa loe lihat-lihat gua cantik ya... ya iyalah gua cantik gua kan perempuan." ucap Kartika.


" aneh, loe jelek tau nggak, nggak cantik sama sekali. " ejek Adit.


" masa sih. " ucap Kartika


" loe nggak percaya. " ucap Adit.


" nggak..." ucap Kartika masih sibuk makan kuenya.


" ada banyak cermin di sini, ngaca noh. " ejek Adit, yang langsung mendapat pukulan dari Kartika.


" jangan ngehina gua, ntar gua gigit loe jadi vanmpir. " ucap Kartika mencekik leher Adit seakan ingin benar mengigitnya.


" wah bahaya dong... loe vanmpir ternyata hahahaha. " Adit menertawai Kartika yang tampak lucu.


" ketawa lagi... ketawa loe jelek kayak ketawanya nenek lampir di film kartun gitu. " ejek Kartika.


" enak aja... bisa nggak sehari aja loe nggak ngejek gua. "


" loe yang harusnya di bilangin... bisa nggak sehari aja jangan nyebelin." ucap Kartika melotot.


" gua nggak nyebellin loenya aja yang ngerasa sebel sama gua. " ucap Adit santai dengan menyinggung senyumannya.


" huh... terserah. " Kartika mengalah.


" hahaha bisa kalah juga loe. "


" gua nggak pernah kalah ya lawan loe, gua cuma selalu ngalah. " ucap Kartika kesal menendang kaki kiri Adit.


" woyy sakit... jadi cewek lembut dikit napa. " mengelus kakinya yang di tendang.


" Apa mau di tambahin. " kartika bercakak pinggang.


" galak neng... "


" neng neng emang gua neneng apa. "


" galak mba. "


" loe lebih tua dari gua. "

__ADS_1


" galak loe bocah. " ucap Adit meninggalkan Kartika.


Kartika membuntuti dari belakang " Gua udah gede. "


" terserah loe dah. "


" kalah loe yah. "


" gua ngalah bukan kalah. "


" elleh loe le.. mah. " ejek Kartika.


Adit memutar badannya dan menghadap ke arah Kartika.


" lama-lama gua telen loe. " ucap Adit melotot.


" marah loe hah... " membalas pelototan Adit.


" Kartika... " teriak Adit.


" ****** gua... kabur.... " berlari.


" Cemen loe... tungguin gua. " mengejar.


" awas aja loe. "


Kartika berlari keluar rumah dan langsung memasuki mobilnya.


" we... loe mau kabur hah... " ucap Adit mengedor pintu mobil Kartika.


" weee...gua pergi dulu bay bay sahabatku musuhku. " ucap Kartika menjalankan mobilnya.


" huh gitu yah kalau udah makan, cari masalah langsung kabur... " teriak Adit kesal.


" gitu amat dia jadi cewek... perasaan Alif, Aurelia nggak gitu amat. " ucap Adit.


" hahaha kesel kesel deh tuh orang bodo amat, Kartika di lawan." ucap Kartika sambil menyetir mobilnya dengan senang.


" Adit lucu kalau marah, jadi pengen buat dia marah kayak gitu terus. " ucap Kartika sambil tersenyum dan menampakan dua lesung pipinya.


triit triit tritt...

__ADS_1


bunyi ponsel Kartika....


" haha udah kangen kayaknya tuh orang. Adit udah nelfon aja. " ucap Kartika melihat ponselnya.


" nggak usah angkat deh, palingan mau ngomel. " ucap Kartika merijek telfonnya.


" sial nih bocah...awas aja di sekolah besok gua telen loe. " ucap Adit kesal.


Adit masuk ke kamarnya dengan keadaan kesal...


" cewek aneh...kalau bukan temen gua, udah gua telen tu bocah. " ucap Adit.


" elleh padahal kalau nggak ketemu sehari kangen. " ejek Aurelia saat di kamar Adit.


" Dek loe main masuk aja... " Adit melempar bantal ke arah Aurelia.


" ukhh nggak kena weaklll. " menjulurkan lidahnya.


" loe bilang apa tadi... kangen sama Kartika ogah rese gitu orangnya. " ucap Adit kesal dengan adiknya.


" ohh jangan bilang gitu kak... ntar cinta lagi, atau bisa jadi jodoh hahaha. " goda Aurelia.


Adit yang mulai kesal dengan adiknya pun langsung menyepit kepalanya.


" berani loe dek, lawan gua. " ucap Adit.


" berani.... tapi loe bau kak lepasin. " Aurelia menutup hidungnya.


" enak aja gua nggak bau yah. " melepaskan Aurelia.


" hah... akhirnya bisa nafas. "


" emang gua bau apa..." mencium badannya. " wangi kok, hidung loe kayaknya aneh. "


" enak aja... "


" terserah loe deh. untung adek gua kalau bukan udah gua gantung loe jadiin pajangan. "


" gua aduin sama Mama. "


" dasar tukang ngadu. " ucap Adit kesal langsung memasuki kamar mandi di kamarnya.

__ADS_1


" aduh punya kakak galaknya Masya Allah." ucap Aurelia keluar dari kamar Adit.


__ADS_2