
" Apa loe lihat-lihat gua cantik ya... ya iyalah gua cantik gua kan perempuan." ucap Kartika.
" aneh, loe jelek tau nggak, nggak cantik sama sekali. " ejek Adit.
" masa sih. " ucap Kartika
" loe nggak percaya. " ucap Adit.
" nggak..." ucap Kartika masih sibuk makan kuenya.
" ada banyak cermin di sini, ngaca noh. " ejek Adit, yang langsung mendapat pukulan dari Kartika.
" jangan ngehina gua, ntar gua gigit loe jadi vanmpir. " ucap Kartika mencekik leher Adit seakan ingin benar mengigitnya.
" wah bahaya dong... loe vanmpir ternyata hahahaha. " Adit menertawai Kartika yang tampak lucu.
" ketawa lagi... ketawa loe jelek kayak ketawanya nenek lampir di film kartun gitu. " ejek Kartika.
" enak aja... bisa nggak sehari aja loe nggak ngejek gua. "
" loe yang harusnya di bilangin... bisa nggak sehari aja jangan nyebelin." ucap Kartika melotot.
" gua nggak nyebellin loenya aja yang ngerasa sebel sama gua. " ucap Adit santai dengan menyinggung senyumannya.
" huh... terserah. " Kartika mengalah.
" hahaha bisa kalah juga loe. "
" gua nggak pernah kalah ya lawan loe, gua cuma selalu ngalah. " ucap Kartika kesal menendang kaki kiri Adit.
" woyy sakit... jadi cewek lembut dikit napa. " mengelus kakinya yang di tendang.
" Apa mau di tambahin. " kartika bercakak pinggang.
" galak neng... "
" neng neng emang gua neneng apa. "
" galak mba. "
" loe lebih tua dari gua. "
__ADS_1
" galak loe bocah. " ucap Adit meninggalkan Kartika.
Kartika membuntuti dari belakang " Gua udah gede. "
" terserah loe dah. "
" kalah loe yah. "
" gua ngalah bukan kalah. "
" elleh loe le.. mah. " ejek Kartika.
Adit memutar badannya dan menghadap ke arah Kartika.
" lama-lama gua telen loe. " ucap Adit melotot.
" marah loe hah... " membalas pelototan Adit.
" Kartika... " teriak Adit.
" ****** gua... kabur.... " berlari.
" Cemen loe... tungguin gua. " mengejar.
" awas aja loe. "
Kartika berlari keluar rumah dan langsung memasuki mobilnya.
" we... loe mau kabur hah... " ucap Adit mengedor pintu mobil Kartika.
" weee...gua pergi dulu bay bay sahabatku musuhku. " ucap Kartika menjalankan mobilnya.
" huh gitu yah kalau udah makan, cari masalah langsung kabur... " teriak Adit kesal.
" gitu amat dia jadi cewek... perasaan Alif, Aurelia nggak gitu amat. " ucap Adit.
" hahaha kesel kesel deh tuh orang bodo amat, Kartika di lawan." ucap Kartika sambil menyetir mobilnya dengan senang.
" Adit lucu kalau marah, jadi pengen buat dia marah kayak gitu terus. " ucap Kartika sambil tersenyum dan menampakan dua lesung pipinya.
triit triit tritt...
__ADS_1
bunyi ponsel Kartika....
" haha udah kangen kayaknya tuh orang. Adit udah nelfon aja. " ucap Kartika melihat ponselnya.
" nggak usah angkat deh, palingan mau ngomel. " ucap Kartika merijek telfonnya.
" sial nih bocah...awas aja di sekolah besok gua telen loe. " ucap Adit kesal.
Adit masuk ke kamarnya dengan keadaan kesal...
" cewek aneh...kalau bukan temen gua, udah gua telen tu bocah. " ucap Adit.
" elleh padahal kalau nggak ketemu sehari kangen. " ejek Aurelia saat di kamar Adit.
" Dek loe main masuk aja... " Adit melempar bantal ke arah Aurelia.
" ukhh nggak kena weaklll. " menjulurkan lidahnya.
" loe bilang apa tadi... kangen sama Kartika ogah rese gitu orangnya. " ucap Adit kesal dengan adiknya.
" ohh jangan bilang gitu kak... ntar cinta lagi, atau bisa jadi jodoh hahaha. " goda Aurelia.
Adit yang mulai kesal dengan adiknya pun langsung menyepit kepalanya.
" berani loe dek, lawan gua. " ucap Adit.
" berani.... tapi loe bau kak lepasin. " Aurelia menutup hidungnya.
" enak aja gua nggak bau yah. " melepaskan Aurelia.
" hah... akhirnya bisa nafas. "
" emang gua bau apa..." mencium badannya. " wangi kok, hidung loe kayaknya aneh. "
" enak aja... "
" terserah loe deh. untung adek gua kalau bukan udah gua gantung loe jadiin pajangan. "
" gua aduin sama Mama. "
" dasar tukang ngadu. " ucap Adit kesal langsung memasuki kamar mandi di kamarnya.
__ADS_1
" aduh punya kakak galaknya Masya Allah." ucap Aurelia keluar dari kamar Adit.