
Citra mencengkram tangan aris kuat bahkan sampai aris kesakitan. Dia tidak menyangka kekuatan ibu hamil akan seperti itu.
Di rumah sakit...
Aulia sedari tadi mondar mandir menunggu citra dan menghubungi cici dan mita bahwa citra mau lahiran.
Ketika melihat mobil aris. Aulia yang sudah siap dari tadi segera menghampirinya dan membantu aris.
" aaa aulia perut aku sakit." citra mencengkram tangan aulia.
" iya iya tahan yah..." aulia mencoba menahan cekraman citra.
Aulia dan aris membawa citra masuk ke ruang persalinan. Tidak lama datanglah cici dam mita dengan suami mereka.
" ehh kalian udah ada di sini." kata aulia saat keluar melihat sahabatnya.
" gimana keadaan citra."
" aman...tapi masih nunggu soalnya baru pembukaan tiga."
" huh...tapi kok kayaknya sakit banget kedengeran."
" kalau kalian takut dengerinnya kalian pindah dari sini dulu."
" enggak ah. Kita mau tunggu citra, bagaimana pun dia sahabat kami."
" ya sudah terserah. Kalau nanti kenapa napa jangan salahin aku."
" ikh..."
" Aulia, citra butuh loe. Dia minta loe temenin." panggil aris.
" iya nggak usah teriak teriak."
Di dalam aulia terus menemani citra dan mengelus pinggangnya untuk meredakan sakitnya.
Sementara itu cici dan mita dari tadi cemas, mereka bolak balik di depan pintu.
Hampir 4 jam mereka menunggu kabar dan akhirnya terdengar suara bayi.
" weakkk weaakkk." suara bayi dari dalam.
" bayinya udah lahir...bayinya udah lahir aaa." cici dan mita berpelukan.
Aulia keluar dari ruangan dalam keadaan lesuh tapi juga senang.
" kenapa loe lesuh gitu." tanya cici.
" iya bukannya seneng sahabatnya udah lahiran."
" eehh kalian lihat nih. Habis di cakar-cakar sama citra. Udah gitu si aris aman-aman aja ngetawain lagi."
" ha ha ha loe yang korbannya. Harusnya kan suaminya."
__ADS_1
" he malah ketawa lagi." aulia cemberut
" aaa gemess...." cici dan mita mencubit pipi aulia gemes.
" hey kalian ngapain." ucap aldi yang tiba-tiba datang bersama yoga.
" astaga salam dulu kali." protes aulia
" iya assalamualikum." aldi yoga bersamaan
" waalaikumsalam."
" kalian kenapa nggak kabarin kalau si citra lahiran." kata aldi
" lupa." kata aulia santai.
" hah lupa. Sama suami sendiri lupa." kata aldi langsung mencium pipi aulia.
" ikh...main nyosor aja."
" biar nggak pernah lupa sama suami."
" memangnya kalau aku kabarin kamu bakalan dateng gitu temenin si citra nggak kan nggak penting." kata aulia meninggalkan mereka menuju ruangannya dan di ikuti aldi.
" udah punya anak masih aja berantem, ya meskipun berantemnya bercanda sih." mereka geleng kepala
Di sisi lain...
Citra sedang memberi asi pada putranya yang telah di adzani dan di bersihkan.
" iya itu kan memang sudah menjadi tugasku sebagai istri." citra tersenyum.
Aris mengangguk dia sangat bahagia dengan kedatangan anaknya.
Aulia dan aldi telah kembali dan aulia mengajak mereka masuk ke ruangan lahiran citra.
" assalamualaikum nggak ganggukan."
" waalaikumsalam masuk aja."
" gimana citra udah enakan." tanya aulia.
" udah kok. Maaf ya tadi dapet cakaran." citra tersenyum manis ke aulia.
" iya nggak apalah."
" ehh citra anak loe cowok cewek." tanya cici.
" cowok ganteng loh." kata citra.
" wahhh kayaknya ada saingannya si adit nih." kata mita.
" ehh malah bawa-bawa anak gua loh. Anak gua tetap ganteng." kata aldi tak terima.
__ADS_1
" iya hah terserah."
" namanya siapa bro." kata doni.
" ARIFIN PUTRA ARISKURMAWAN." kata aris.
" Arif. Oke oke."
Karena hari semakin sore. Mereka pamit pulang.
" ya udah citra. Kita pulang dulu. Besok aku bawain sarapan. Tapi cuma buat 1 porsi buat kamu, aris heh siapa suruh ngetawain tadi."
" ya udah nggak usah. Banyak resto ada kantin." jawab aris santai.
" huh. Aku pulang citra assalamualaikum."
" waalaikumsalam."
Di rumah aulia langsung di sambut hangat oleh kedua anaknya dan keluarganya yang ternyata datang berkunjung.
" eh ibu, ayah, papa ray ada di sini." aulia menyalami mereka.
" iya nak kangen sama si kembar." kata ibu.
" si kembar aja nih...." aulia pura pura ngambek.
" sama anak ibu juga dong yang cantik ini." ibu memeluk aulia.
" he he he iya bu."
" ya udah mandi dulu gih bau asem."
" ih apaan sih bu. ya udahlah aku mandi dulu."
" iya."
setelah mandi aulia dan para pelayan rumahnya menyiapkan makan malam. setelah selesai dia memanggil keluarganya itu.
" makan malam selesai ayo makan."
" oke siip. gitu dong masak sendiri." kata reza menggendong anak keduanya satya.
" ikh...aku tuh masak setiap hari kak...kecuali siang kan kerja."
" masa sih."
" ikh...terserah deh."
" ehh ganteng. keponakannya tante yang ganteng nanti kalau besar jangan kayak ayah kamu yah dia bandel." kata aulia pada baby satya.
"apaan sih. kamu tuh yang bandel."
" huh..."
__ADS_1
mereka makan malam bersama, adit dan aris makan malam sendiri tanpa disuapi oleh aulia. meskipun masih berantakan tapi aulia tentu saja memujinya karena sudah mulai bisa.