Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
Hujan penenang


__ADS_3

berarti aulia punya masalah dia akan hujan-hujanan secara tiba-tiba jika dia punya masalah, apalagi ini di kampus. Andaikan ini dirumah mungkin dia nggak punya masalah tapi ini dikampus Pasti dia ada masalah, aku harus kesana. gumam aldi.


" ris tolong pengangin tas sama jaket gua dulu yah." kata aldi menyerahkan tas dan jaketnya.


" oke."


Aldi langsung berlari kelapangan yang di maksud. Ia melihat aulia yang sudah tiduran di atas lapangan yang menjatuhi wajahnya hanyalah air hujan.


Aldi mendekati istrinya. Tapi bukannya di ajak ke tempat teduh malah ikutan baring di samping aulia.


Orang-orang yang melihatnya hanya tertawa termasuk satu kelas aulia.


" dasar suami istri konyol. Apalagi suaminya ngelihat istrinya lagi hujan-hujanan bukannya diajak ketempat teduh malah ikutan." semua orang tawanya pecah melihat mereka berdua dan mendengar perkataan orang itu.


Ditengah hujan...


" intan." tak mendapat respon.


" kau punya utang untuk menceritakan apa masalahmu kali ini." lagi-lagi belum ada respon.


" kau ini masih seperti dulu hujan selalu membuatmu tenang jika punya masalah. Padahal aku sudah jadi suamimu bahkan dulu aku sahabatmu tapi hujan mampu membuatmu lebih tenang." kata aldi yang kini cemberut.


Aulia yang mendengar hal itu menengok aldi lalu mengengam tangannya.


" ini lebih baik. Memengang tanganmu dan di jatuhi hujan. Bukannya ini selalu ku lakukan jika punya masalah dan ini yang membuatku tenang." kata aulia tersenyum.


" kau akan menceritakannya nanti padaku."


" baiklah." kata aulia pasrah.


Mereka berdua masih berada di lapangan dengan hujan dijatuhi air hujan sambil berpengangan tangan dan memejamkan mata. Hingga hujan reda.


"Itu orang nggak capek apa hujan reda masih disana. Samperin aja kali ya.tapi nggak nganggukan." kata citra.


" aldi mana sih hujan sudah reda gini mereka belum datang. Gua samperin aja kali ya." kata aris.


Aris berjalan menuju kelas citra dan aulia. Sesampainya disana aris yang melihat citra hanya sendiri mendekatinya.

__ADS_1


" citra, aldi sama aulia mana."


" tuh." kata citra menunjuk tempat aldi dan aulia berbaring.


" ya ampun mereka ya. Sudah reda gini masih disana. Sudah samperin aja ayo." kata aris menarik tangan citra.


" tapi, kalau kita nganggu gimana." kata citra.


" udah nggak apa apalah kini balikin tasnya sama mereka dan ngajak pulang. Kalau mereka nggak mau kita pulang berdua aja" kata aris kesal kelakuan konyol mereka.


" ya udah deh ayo." kata citra pasrah


Di tempat aulia dan aldi.


" ehh pengantin baru ini hujan sudah reda ayo pulang." kata aris dengan wajah masamnya.


Aldi membuka matanya dan melihat aulia yang masih memejamkan matanya. aldi melihat tampak wajah penuh cemas dan sedih di sana.


" intan, kita pulang sekarang takutnya kamu sakit." kata aldi yang sudah duduk sambil melihat aulia dengan wajah sendunya.


" intan. ayo pulang." kata aldi yang sudah memengang aulia.


" kita pulang sekarang atau aku gendong kamu ke mobil." kata aldi agak mengancam. bukan mengancam sih dia hanya takut aulia sakit.


" iya iya ayo pulang." kata aulia sudah berdiri.


" ya sudah ayo."


" kalian yah huh nggak ganti baju dulu daripada masuk angin." kata citra.


" sudahlah nggak apapa kita suda biasa." kata aulia dan aldi berbarengan yang di angguki citra dan aldi.


" ya sudah terserah ayo pulang ini tas loe."


" kitakan basah di pengangin kali sampai di mobil doang." kata aldi merangkul istrinya meninggalkan mereka berdua.


" enak aja mereka berdua bener-bener ya mereka." kata aris.

__ADS_1


" aduhh dipikir ini ringan apa susah bawanya." kata citra.


" sudahlah ayo."


Aulia dan aldi telah menunggu dimobil. Sementara citra dari tadi ngomel bahkan sampai dimobil.


" ihh kalian enak ya...suruh kita bawain tas kalian udah berat gini lagi. Terus kenapa kalian duduk dibelakang."


" ya maaf tapi sekali-kali bantuin lah kitakan lagi basah." kata aulia.


" iya dan aris loe yang nyetir." kata aldi.


"hmmm" aris mendehem.


Diperjalanan pulang...


" ya ampun ini macet kenapa lama banget sih. Eeehh aris coba bukain ini. Aku mau lihat masih panjang macetnya atau nggak." perintah aulia


"hmmm"


Saat atap mobilnya terbuka aulia yang melihat macetnya masih panjang.


" o.m. tude g. hello ini macetnya panjang buanget. Bisa-bisa besok baru sampai di rumah." kata aulia berteriak.


" ehh aulia udah duduk jangan malu-maluin."


" ya ampun kenapa malu padahal cuma begitu. Ngajakin joget kalau perlu lebih malukan."


Aulia yang melihat pak polisi meneriakinya.


" pak polisi, pak polisi sini sini." kata aulia memanggil polisi yang bertugas disana.


" iya mba ada apa."


" pak macetnya panjang amat sih didepan emang ada apaan." tanya aulia.


" ooo tidak apa-apa hanya tadi ada yang melanggar lalu lintas jadi macetnya sangat panjang mba."

__ADS_1


" ya ampun omg bisa-bisanya ya. Udah basah kayak gini juga,bisa-bisa saya sakit baru sampai dirumah."


" ehh aulia loe jangan malu-maluin deh. Maaf yah pak teman saya memang kadang gesrek otaknya." kata citra


__ADS_2