Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
berangkat ke jakarta


__ADS_3

"aulia ada kabar gembira untukmu kamu mendapat bea siswa di universitas xxxxx Jakarta dan kamu mendapat biaya hidup selama kuliah disana." lanjut pak teto.


" beasiswa di universitas xxxxx Jakarta alhamdulillah aaa terima kasih " kata aulia senang begitu juga ayah, ibu, dan kak reza yang bangga terhadap gadis kecilnya itu.


" selamat ya adik kesayanganku" kata reza.


" iya kak" kata aulia memeluk ketiga keluarganya itu.


" selamat ya tan." kata aldi.


" iya di " kata aulia yang masih sedikit dingin dengan aldi.


Masih saja aldi padahal dia harusnya memanggilku angga batin aldi


" selamat ya aulia." kata aris


" iya ris makasih" kata aulia


Aku akan kuliah dimana kamu juga akan kuliah aulia sayang batin aris tersenyum


" oiya ada kabar baru aldi apa kamu juga mengurus bea siswa" tanya pak teto.


" iya pak saya juga sedang cari beasiswa" kata aldi


" kenapa padahal kamu kan mampu bahkan kamu merupakan donatur terbesar di sekolah ini ." kata pak teto


" itu bukan aku pak tapi papa dan soal kenapanya ya... Memang papa bisa biaya iii kuliah aku tapi aku memilih cari beasiswa karena aku yakin mampu dapat beasiswa dan pantas dengan ilmu yang aku punya. Orang yang mendapat beasiswa dengan ilmunya itu orang yang lebih hebat dari orang yang hanya mengandalkan uang untuk kuliah." ucap aldi yang membuat semua orang tersenyum bangga termasuk papa kifli dan aulia.


Tentu saja aulia tersenyum bangga karena orang terkaya di Indonesia dan dikenal hampir seluruh dunia itu memilih beasiswa padahal dia mampu tapi pikirannya dia bukan dipenuhi uang melainkan ilmu. Apalagi meskipun keluarganya mempunyai banyak gedung tapi dia nganggap itu bukan punyanya tapi punya papanya yang hasil perasan keringat papanya meskipun akan jatuh kepemilikan padanya.


Dasar Aldi!! aku bangga padamu kata aulia dalam hati


" baiklah alasan yang sangat bagus dan membuat orang bangga atas sikapmu dan saya ingin menyampaikan kamu mendapat beasiswa universitas xxxxx jakarta sama dengan aulia." kata pak teto

__ADS_1


" beneran pak alhamdulillah." kata aldi.


" hey pendek sepertinya kita memang tidak bisa dipisahkan atau bahkan jangan jangan kita jodoh." kata aldi yang membuat aulia membelalakkan matanya.


" hey tiang listrik dengar ya janganlah berharap terlalu tinggi itu pasti cuma kebetulan." kata aulia


" eee orang aneh yang mempunyai semua jenis sifat mau sifat bagus atau jelek, wajar kalau aku berharap karena kita bisa bersama di kampus." kata aldi lagi


" hay tuan muda apa kau ingin aku tidak mengajakmu bicara lagi dan mengg." kata aulia terpotong.


" ehhh nggak nggak maafin aku papa yang ajarin aku kayak gitu." kata aldi menunjuk papa kifli.


" loh kok papa sih ." kata papa kifli.


" kan papa yang selalu mulai. Papa selalu bilang dimana menantuku aulia" kata aldi.


" apa hubungannya " kata papa kifli bingung


" sudah! sudah! sudah! Ayo turun ." ajak aulia.


Tiba- tiba "aulia aldi kita berangkat bareng ya." kata seseorang yang sudah mereka kenal dialah aris.


" kamu kuliah di jakarta juga di mana" tanya aulia.


" iya papi suruh aku kuliah dijakarta sekalian ngurus perusahaan papi di sana dan kampus yang sama kayak kalian


" kata aldi.


" mmm yaudah kita berangkat sekarang " kata aulia.


" ris nggak apapa kan naik mobil aldi males gue naik pesawat ataupun kereta ." kata aulia


"Iya nggak apa apalah aku kalau ke jakarta juga naik mobil" kata aris

__ADS_1


" hmm baiklah ayo masuk ." kata aldi.


" papa ,ayah ,ibu kak reza kita pamit dulu ya ." kata aldi menyalami tangan mereka yang diikuti aulia dan aris.


" iya... he kalian berdua jaga bidadari kecilku yah.." kata reza memeluk aulia.


" iya kak pasti." kata aldi dan aris .


" yaudah kita pergi dulu ya...." kata aulia kepada keempat orang didepanya itu.


" bye assalamualaikum." kata mereka bertiga saat mobil sudah berjalan.


" waalaikumsalam."


Sementara dalam perjalanan yang sudah cukup panjang, di dalam mobil aulia aldi dan aris dari tadi diam .


Kenapa mereka hanya diam sih padahal ini sudah hampir 2 jam perjalanan hadeh capek deh batin aulia.


Karena risih dari tadi mereka diam aulia angkat bicara.


" oiya aku belum tau kalian ngambil jurusan apa." tanya aulia.


" kalau aku bisnis dan manangemant . Itu permintaan papi." kata aris


" kalau aku juga sama kayak aris bisnis dan manangemen karena kalau bukan aku siapa yang mengolah perusahaan papa." kata aldi yang diangguki oleh aulia.


" aldi didepan nanti ada masjid kamu singgah dulu ya.." pinta aulia.


" oke " kata aldi.


" nah sudah didepan masjid."


" yaudah aku mau shalat dzuhur dulu yah." kata aulia

__ADS_1


" kalau kalian nggak mau shalat terserah." kata aulia yang mencoba membuka sabuk pengaman yang menempel di tubuhnya.


__ADS_2