
"ya ampun aulia maaf yah.. maaf maaf." jawab mereka serentak tapi aulia tidak mempeduliakannya dan menarik tangan aldi pergi.
" 😝😝 kacian nggak di ijinin gendong anak gua."
" akh... Sialan loe aldi."
Aulia,dan Aldi membawa adit dan alif turun dari kamarnya dan menemui orangtua mereka.
" aulia maaf yah."
" iya aulia maaf."
" iya iya udah deh kenapa minta maaf padahal kalian pasti tahu 5 menit kemudian aku bakalan balik jahil juga kan."
" jadi di maafin nih."
" iya udah deh."
" uhuuy makasih." mita yang hampir mencium aulia tapi dicegah oleh aldi.
" eh mau ngapain loe. Jangan di cium."
" apaan sih loe di... Ehh kita tu cewek jadi nggak apalah."
" pokoknya nggak boleh tuh intan punya gua, jadi loe pada jangan berani cium intan kalau nggak gua botakin pala kalian."
Aulia yang mendengarnya hanya malu wajahnya memerah.
" dih...di jebak cinta nih orang." semua orang tertawa.
" ya udah nih siapa mau gendong adit aku mau ke toilet dulu."
" sini biar gua." laura mengambil adit.
" aldi alif biar papa yang gendong."
" iya pa."
" yaudah aku ke toilet dulu yah."
" perlu di temenin." kata aldi yang muncul sifat agak polosnya.
" emang aku anak kecil apa bakalan hilang di rumah gede ini. Udah hafal kali."
" ya siapa tau aja ntar ke sasar."
" dih. Ha bay."
Aldi tetap mengikuti aulia menuju ke toilet.
" gila si aldi terjebak cinta dia. Nggak bisa jauh jauh dia dari bininya."
" betul ini mah terjebak CINTA SAHABAT KECIL."
" ha ha ha."
Di toilet...
" ternyata ikut. Kenapa."
" laper masakin yah."
" ohh oke ayo ke dapur."
Didapur...
" mau makan apa."
" mie goreng aja terus pake telur matasapi."
" ya ampun gitu doang ternyata."
" ya iyalah masa harus makan berat padahal tadi udah."
__ADS_1
" iya iya."
Aulia mulai membuat makanan yang di pesan aldi. Ya karena minta mie instan makanya masaknya sebentar.
" nih makan."
" suapin."
Aulia menurutinya dia menyuapi aldi yang ternyata ada yang sedang memperhatikannya.
" woiii manja banget sih loe aldi."
" astagfirullah kak reza ngangetin aja."
" kak reza ngapain di sini."
" mau buat susu untuk bulan."
" ouw ...yang bener bikin susunya."
" iya bawel loe dek orang setiap hari gua yang buatin."
" iya kak iya."
" kalau udah selesai sana kak ganggu aja."
" dih mau gua sirem tu muka pake air panas."
" udah sana kak kita lagi makan nih."
" iya bawel ini mau pergi."
" bay."
Di ruang tengah...
" reza!! aldi sama aulia mana kok belum kelihatan sih."
" lagi makan tuh di dapur bu."
Yang lainnya hanya sibuk mengurusi baby adit dan baby alif yang sering tertawa sambil menyulurkan lidahnya membuat mereka semakin menggemaskan.
Selesai makan aldi dan aulia kembali ke ruang tengah menemui orang-orangnya disana.
Waktu berlalu begitu cepat. Tak terasa waktunya untuk kembali tidur menunggu hari esok hari dimana aulia akan berpisah dengan laura.
Besok....
" maaf yah laura aku nggak bisa anterin ke bandara kasian adit sama alif."
" iya nggak apalah gua ngerti."
" gua juga ra... Gua ada kuliah pagi." kata Aldi dan aris dan citra
" iya nggak apa apa. Lagian kan ada mereka."
" yaudah kita berangkat yah."
" iya hati-hati yah. Kalau udah sampai jangan lupa hubungin."
" oke tenang aja." laura memeluk aulia kemudian mencium pipi kedua baby gemas itu.
" ya udah gua pergi dulu yah. Assalamualikum."
" walaikumsalam."
Setelah kepergian laura. Kini aldi yang pamit.
" ya udah berangkat juga yah."
" kamu nih masih kuliah padahal udah jadi orangtua."
" ikh...papa tapi gini gini udah jadi pengusaha sukses kali pa. Apalagi tanpa bantuan papa."
__ADS_1
" iya anak papa memang pintar."
" iya dong aldi gitu."
" ya udah aku pergi dulu." aldi menyalami ibu, ayah dan papanya.
" intan aku pergi dulu yah sayang." aldi mencium kening kemudian pipi aulia. Tak lupa mencium pipi kedua buah hatinya.
" iya hati-hati." aulia menyalami tangan aldi kemudian mencium pipinya.
" iya. Oh iya nanti aku pulang telat karena langsung ke kantor papa."
" iya."
" aku pergi dulu . Ayo ris, citra.
bay,assalamualikum."
" waalaikumsalam."
" papa sama syamsul pergi juga yah. Assalamualikum."
" waalaikumsalam."
" Reza juga berangkat ya mau ke tempat pembangunan."
"ya udah sana mentang-mentang arsitek pembangunan mulu di datengin"
" ya iya dong."
" yaudah reza pergi dulu bu. Bulan Assalamualikum."
" waalaikumsalam."
" hadeh tinggal kita nih."
" ya udah ayo masuk."
" iiya bu."
Dikampus....
Baru saja aldi, aris dan citra sampai di kampus. Anak anak sudah rusuh karena kabar yang di dengar soal anak kembar aldi.
" ya ampun padahal udah jadi orangtua tapi masih keren aja. Bahkan tambah keren."
" sumpah aldi makin ganas aja kerennya."
" aa aldi aku padamu."
" papa muda ganteng pake banget."
" bener. Papa muda pangeran kampus."
" kalau gua di kasi kesempatan nggak apalah kalau jadi madunya."
" itu sih kita juga mau."
Ya seperti itulah cibiran-cibiran teman kampus mereka. Ada yang tereak ada yang menganggumi sampai memotret dan dijadikan walpaper. Sampai ada yang berani samperin dan minta foto langsung. Tapi di cuekin oleh aldi.
" gila. Loe udah jadi bapak masih makin banyak aja yang gila-gilain loe."
" ah gua mah bodo amat. Sama mereka. Lagian mereka juga bener gua ganteng." aldi songong.
" idihh songong nih anak."
" dan satu hal gua punya istri cantiknya luar biasa, udah gitu baik, ramah, murah senyum, meskipun kadang jahil tapi itu buat kita ketawa. Dan lebih dari itu semua intan sahabat kecil gua bisa dibilang dong cinta pertama dan terakhir gua. Mereka mah dibawanya intan." kata aldi membayangkan wajah cantik aulia
" aduhh emang yah kalau lagi terjebak cinta ya gitu."
" cinta sahabat kecil." ucap aris dan citra bareng
" ha ha ha iya dong. Ya udah gua langsung kelas yah."
__ADS_1
" oke. Gua anterin citra dulu."
Mereka pun berpisah aris dan citra menuju kelas citra sedangkan aldi menuju kelasnya dan siap siap akan lebih rusuh lagi.