
Flashback on.
Aulidia menceritakan apa yang terjadi pada aulia selama di culik dan mengaku kalau dialah yang berperilaku buruk itu.
Di alam mimpi...
" aulidia... Aulidia..." panggil seseorang.
" siapa itu...siapa yang nemanggilku..."
" aulidia aku aulia mau ngomong, ibu tidaklah pernah membuangmu. Kamu salah paham lidia. Setiap malam sebelum tidur ibu menyebut namamu berharap kau kembali. Setiap doanya terselit namamu. Ibu hanya ingin kau kembali, dia sayang sama kamu. Kau harus berfikir jernih jangan sampai kau menyesal karena menghancurkan keluargamu sendiri."
" diam kau ibumu itu tidak menyukaiku dia membuangku."
" apa kau pernah mendapat kasih sayang, perlakuan yang baik dari keluarga yang merawarmu itu."
Lidia terdiam.
" tidakkan itu karena merekalah yang menculikmu dan kau hanya di gunakan karena ingin balas dendam. Orangtua mereka punya dendam dengan ibu dan keluarga anggara itu sebabnya kau di culik. Tapi kau harus tau ibu masih menunggumu sekarang."
" aku memang selalu tersiksa mereka tidak pernah menyayagiku. Itu sebabnya aku turuti permintaan mereka supaya mereka bisa menerimaku."
" kau salah, kau juga itu anak ibu, setelah kau membuat ibu menderita dan keluarga anggara kau juga pasti yang diminta bertanggung jawab. Kau juga keluarga kami auliadia keluarga kami."
" jika kau tidak percaya kalau ibu menyayangimu temuilah dia dan peluklah ibu rasakan kehangatannya dan tanyakan tentang kita karena ibu nggak pernah cerita tentang kau. Aku baru tahu kalau aku punya saudara kembar saat mendengar ibu menangis."
__ADS_1
" aku cuma mau sampaikan pesan ini. Temuilah ibu maka kau akan tahu semua jawabannya. Aku pergi kita akan bertemu lagi." ucap aulia mulai menghilang dalam mimpi aulidia.
" aulia...aulia..." panggil aulidia dalam mimpi.
" aulia...." teriak aulidia terbangun.
" hah hah apa itu cu..ma mimpi ternyata. Tapi...ba..gai..ma..na kalau itu be..nar." aulidia berkeringat dingin.
" lia nak kamu kenapa." teriak bu ana di luar sambil mengetuk pintu.
" nggak apa apa bu." lidia membuka pintunya.
" kamu keringat dingin gini, kamu sakit atau apa nak." khawatir bu ana.
"nggak kok bu. Tadi cuma mimpi buruk."
" ya udah sekarang kita shalat aja gi mana kan udah subuh juga." ajak ibu ana.
Ha shalat aku kan nggak pernah shalat, ngelihat mama atau papa shalat aja nggak pernah apalagi ngajarin aku. Huh alasan apa yah. batin lidia.
" oh anu bu...e..itu aku datang bulan." lidia bohong.
" oh yaudah, ibu sama yang lain mau shalat dulu yah."
" iya bu."
__ADS_1
ibu ana mencium pipi lidia kiri kanan " ibu pergi dulu yah." ibu ana pergi meninggalkan lidia yang tinggal termenung.
apa yang harus ku lakukan. keluargaku atau orang yang sudah merawatku. aku rasanya tidak tega melanjutkan ini, aku baru kali ini merasakan kehangatan ciuman seorang ibu. kasih sayang dari ibu. aku harus bagaimana jika aku kembali mereka pasti membenciku. tidak...tidak...aku akan cari jawabannya kalau benar aku di culik dan di jadikan alat untuk balas dendam berarti aku harus kembali kepada keluargaku dan menyelamatkan aulia iya aku harus. semoga ibu mau cerita tentang kejadian sebenarnya. batin aulidia yang tanpa sadar meneteskan air matanya.
Pagi harinya selesai aulidia mandi dia segera menuju dapur di lihatnya ibu ana dan beberapa pelayan sedang sibuk membuat sarapan untuk semua orang.
" ee....bu." panggil aulidia.
" ehh...aulia kenapa nak...bantuin ibu masak yah." ucap ibu ana.
" iya bu." aulidia tersenyum dan memberi kode kepada pelayan untuk meninggalkan mereka berdua.
"bu...aku mau tanya sesuatu sama ibu." aulidia membuka suara.
" apa hmm...ibu akan menjawab semuanya."
Aku kenapa ragu-ragu gini sih, aku takut...batin aulidia.
" anu ee...hm..itu bu..anu." aulidia gelagapan.
" ada apa sih nak, ayo ngomong aja."
" hufttt oke...kenapa a..ku bi..sa pun..ya an....hufftt kenapa jadi susah banget sih mau ngomong nya." gumam aulia pada bercetak tebal.
" mau ngomong apa sih nak...tumben kamu jadi kayak gini...biasanya asal ngomong aja kalau mau bicara." ibu ana heran sikap aulidia.
__ADS_1