Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
AULIA MELAMUN


__ADS_3

Sementara itu di sisi lain...


Aldi tengah sibuk mengatur acara yang akan di laksanakan besok tentu dengan bantuan Defan. Satu keluarga Aldi dan para sahabatnya tidak ada yang tahu jika Aldi sudah ingat semuanya.


Defan yang memang tidak tahu jika bos besarnya itu sempat lupa dengan istri dan anaknya hanya mengikuti instruksi Aldi meski bingung dengan beberapa tulisan di sana.


" Defan bagaimana apa semuanya sudah siap. " tanya Aldi.


" sudah tuan....sesuai permintaan tuan undangan di kirim ke keluarga, sahabat dan rekan kerja Tuan dan nyonya." ucap Defan.


" bagus...untuk keluarga dan sahabatku hanya undangan tanpa nama dan tujuannya kan.. " ucap Aldi.


" iya tuan."


" baiklah kerja kamu bagus. "


Aku akan buat Istriku tidak akan lupa dengan ini. batin Aldi.


Hari sudah semakin malam, selesai shalat isya Aulia yang dari tadi mencari keberadaan suaminya akhirnya bertanya pada orangtuanya .


" Papa Aldi kemana kok dari tadi nggak kelihatan sih. " tanya Aulia.


" tadi keluar tapi nggak bilang kemana. " ucap Papa Kifli.


" hmm... " Aulia mangut.


Tritt triitt...


" oh ini baru di omongin udah nelfon. "


" Assalamualaikum Aldi... Kamu di mana nak. " ucap Papa Kifli.


" waalaikumsalam pa. Hari ini ada urusan bentar aku nginap di hotel ya pa. "


" oh ya udah iya. "

__ADS_1


" oh iya pa kita dapat undangan kan besok malam, yang acaranya di hotel. " ucap Aldi.


" iya tapi nama dan tujuannya nggak tertera. "


" oh ya udah papa sekalian besok malam aja kita ketemu di sini, yang ngadain acara teman aku pa, jadi sekalian di bantuin. "


" hmm iya ya udah kamu jangan lupa minum obatnya yah. "


" iya pa. Assalamualaikum. "


" waalaikumsalam. "


Tanpa curiga sedikitpun Papa Kifli hanya membiarkan putranya di hotel miliknya hingga besok malam.


" nak Aldi ada di hotel Anggara. Besok malam kita ketemu di sana, katanya Acara teman Aldi. " ucap Papa Kifli membuat Aulia mangut tanpa curiga sedikit pun.


" hmm iya Pa.. "


Hari yang sudah larut membuat mereka semua segera istirahat.


Aulia membuka matanya saat mendengar adzan subuh.


" selamat hari anniversary Aldi hari ini hari 4 tahunan kita, ucap aku mencintaimu. " ucap Aulia yang baru sadar.


Langsung menjalani rutinitas paginya, setelah itu langsung menuju rumah sakit.


Aulia hari ini banyak melamun, sapaan dari orang-orang seperti tak di dengar Aulia. Bahkan saat jam makan siang Aulia masih banyak melamun sudah hampir setengah jam dia hanya mengaduk makanan pesannya.


Sakit banget sih, biasanya kalau begini Aldi itu ngajak jalan-jalan tapi hari ini berbeda banget 180° beda banget. batin Aulia.


Sahabat-sahabatnya yang melihatnya tentu iba melihat Aulia yang sedang memikirkan hal itu.


Huftt aku nggak boleh kayak gini, aku yakin Aldi akan tetap bersamaku apa yang aku inginkan hari ini bisa terjadi tahun depan, Aulia kamu harus semangat, semangat demi anak-anakmu. Demi baby yang ada di kandunganmu, jangan terlalu memberatkan fikiran, ucap Aulia ingat kamu hamil, jadi harus di jaga nggak boleh sampai capek, ucap pikiran berat no no no. batin Aulia.


Hufttt....

__ADS_1


Aulia menghembuskan nafasnya. Dan akhirnya makan, bahkan saat ini nafsu makan Aulia bertambah dan sudah memesan beberapa macam makanan.


" huh kenyang... " ucap Aulia memengang perutnya.


" ehh maaf yah, kalau sikapku aneh hehehe. " ucap Aulia pada sahabatnya yang sedari tadi menatapnya.


" iya nggak apa, yang penting jangan sedih-sedih mulu. " ucap Aulidia tersenyum.


" iya siap boss... " ucap Aulia tersenyum.


Untung aja aku ingat kalau lagi hamil, kalau nggak bisa-bisa aku kenapa-napa karena kepikiran Aldi mulu. batin Aulia.


" eh kita kan dapat undangan ntah acara apa, kalian mau datang nggak. " tanya Mita.


" kalau aku datang soalnya di paksa Papa supaya nggak terlalu mikirin Aldi katanya, terus Aldi katanya mau datang kalau aku nggak dateng yang ada para tamu ngengosipin aku sama Aldi ntar." ucap Aulia.


" ya udah deh aku juga dateng. " ucap Citra yang diangguki Mita, Aulidia dan Cici.


" gimana kalau kita beli baju aja kalo gitu. " usul Mita.


" boleh tuh. " ucap Citra menyetujui ucapan Mita.


" kalau aku ngikut aja. "


" iya kita samaain aja baju kita. "


" kalau kalian mau samaain beliin aja ntar bawa bajunya ke rumah." ucap Aulia.


" lah kok gitu ikutlah. "


" kan percuma juga aku ikut, nggak terlalu ngerti fasion tu Cici aja dia paling ngerti. " ucap Aulia.


" ya udah deh sekalian kita siap-siap di rumahmu aja. " ucap Aulidia.


" iya... "

__ADS_1


__ADS_2