Cinta Sahabat Kecil

Cinta Sahabat Kecil
SENANG PLUS BAHAGIA


__ADS_3

Aldi tersenyum senang membaca surat Aulia, usahanya yang mencari arti surat yang di beri Aulia telah di dapatkannya. Aldi meletakkan surat itu di dalam laci kemudian kembali berbaring sambil menatap wajah istrinya.


" makasih sayang...meskipun masih ada teka-tekinya aku sangat senang mungkin bibir tak dapat berucap tapi hatimu yang berucap. Aku akan selalu menghargai setiap perlakuanmu bahkan aku sangat senang jika kau seperti ini. Aku mencintaimu." ucap Aldi mencium kening, hidung pipi dan bibir Aulia yang tengah tertidur pulas.


Aldi akhirnya bisa memejamkan matanya tidur dengan nyenyak memeluk istri.


Suara adzan subuh membangunkan seorang gadis cantik Aulia.


" udah bangun...gih mandi dulu baru shalat." ucap Aldi yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang Aldi.


Aulia menoleh ke Aldi dan tersenyum manis. " kenapa senyum gitu aku ganteng yah." ucap Aldi duduk di atas ranjang di samping Aulia.


Aulia tidak menjawab dia hanya memandangi wajah tampan Aldi dengan tatapan aneh menurut Aldi. " ehh kenapa sih ngelihatnya kayak gitu. Mending sana mandi." ucap Aldi berdiri berjalan menuju lemari.


Saat Aldi hendak mengambil baju kokoh yang biasa di pakai shalat sebuah tangan terasa halus melingkari pinggangnya, Aulia memeluk Aldi dari belakang. " Aku mencintaimu...sangat mencintaimu. Hmm kalimat pertama yang ku lontarkan hari ini." ucap Aulia.


Aldi tersenyum dan membalikkan tubuhnya dan melihat wajah Aulia. Aulia langsung mencium bibir Aldi, Aldi tentu saja kaget karena Aulia tidak akan melakukannya leb]h dulu jika tidak di minta. Tapi Aldi membiarkan Aulia memainkan bibirnya, Aldi pun sesekali membalas kecupan manis itu.


Aulia melepaskan ciumannya karena kehabisan nafas. " aku mandi dulu bayy. Bangunin anak-anak." ucap Aulia langsung masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"Hufttt akhirnya...."Ucap Aulia di kamar mandi sambil tersenyum.


Aldi pun begitu dia sangat senang dengan perlakuan manis istrinya itu. Rasanya senang keduanya seperti baru jatuh cinta saja. Wkwkwkwk.


Selesai shalat, sarapan baik Aulia, dan Aldi telah pamit bekerja.


Sepanjang perjalanan Aulia dan Aldi hanya terdiam dengan pikiran masing-masing. Dan tersenyum menampilkan mereka sangat senang.


Aldi menghentikan mobilnya tepat di depan Rumah sakit. " ya udah aku kerja dulu. Assalamualaikum." ucap Aulia keluar dari mobil setelah mencium punggung tangan Aldi.


" waalaikumsalam semangat kerjanya." ucap Aldi tersenyum manis.


" hmm aduh kenapa sih. Hah emm..." Aulia senyum-senyum sendiri di ruangannya.


" hahh aduh rasanya bahagiaa...banget." 😊😊


" woiii ngapain senyum-senyum gitu. Habis di apain sama Aldi." Citra berteriak tapi Aulia seperti tuli tak mendengarkan teriakan Citra.


" woii....setan apa yang merasukimu." ucap Citra sambil menggoyangkan tubuh Aulia.

__ADS_1


" eh Citra ada apa." ucap Aulia akhirnya sadar.


" kerasukan apaan kayaknya bahagia banget."


lagi senang plus bahagia batin Aulia.


" hmm...nggak apa jangan kepo urusan rumah tangga orang lain." ucap Aulia langsung keluar ruangan untuk mulai memeriksa pasien.


" dihh makin hari makin aneh." cibir Citra.


Aldi pun begitu dia sepanjang perjalanan tersenyum manis bahkan sampai di perusahaannya. Aldi yang biasanya akan terlihat tegas dengan semua karyawannya saat ini terlihat senang dan membalas sapaan karyawaanya.


" pagi pak."


" pagi." Aldi tersenyum manis, wanita manapun yang melihatnya akan meleleh.


" pagi pak Aldi."


" pagi Defan."

__ADS_1


Aldi masuk di ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya sambil tersenyum mengingat kejadian subuh tadi.


__ADS_2