
Di kantor polisi....
Setelah memberikan klasifikasi tentang kecelakaan tersebut, Reza dan Ervin menahan emosinya setelah tahu siapa pelakunya. polisi membawa keduanya menemui pelaku penambrakan itu.
kalau ini bukan kantor polisi sudah kub7nuh kau dasar gila. batin Reza.
" kenapa kau melakukan itu pada adikku hah.. " ucap Reza mengepal tangannya menahan emosi.
" karena suaminya telah menghilangkan impianku, dia mencabut gelar dokterku hanya karena aku hampir mencium istrinya juga." ucapnya yang tak kalah lantang.
" ekh itu pantas karena dokter itu adalah pekerjaan mulia dan kau tak pantas menjadi dokter. Ronald Edwin ArmaLeonard. " ucap Ervin memukul meja.
ya yang membuat Aulia dan Aldi seperti sekarang ini adalah Ronald.
" denger yah.. kalau sampai adikku kenapa-napa. gua nggak akan membiarkan loe hidup tenang. " ucap Reza menahan emosinya agar pukulannya tidak mendarat di Ronald.
" heh jika aku menderita mereka juga akan menderita. kalian yang bisa berbuat seenaknya saja kepada orang di bawah kalian hemm... itu nggak akan terjadi padaku. " tantang Ronald.
brukk...
pukulan Ervin mendarat di wajah dan di perut Ronald, dan segera polisi melerainya.
" denger yah Ronald kita tak pernah membuat masalah jika orang lain tidak membuat masalah dengan kami. " ucap Ervin.
" pak sebaiknya bawa tahanan ini. sebelum terjadi ribut besar. " ucap Polisi melerai perkelahian Ervin dan Ronald.
" siap pak. " ucap polisi lain segera membawa Ronald dan memasukkannya ke sel tahanan.
Ervin dan Reza pun meninggalkan tempat itu. dan segera menuju ke rumah sakit dengan wajah emosi.
__ADS_1
Di rumah sakit...
Aulia yang baru sadar langsung meminta untuk keluar dari ruang rawatnya dengan menggunakan kursi roda. Aulia yang memang hanya mendapatkan luka kecil itupun di bagian kakinya karena tubuh dan kepalanya di lindungi Aldi.
" ibu... " lirih Aulia membuat mereka menoleh lalu berlari memeluk Aulia.
" Aulia kamu nggak kenapa-napa kan sayang. " ucap Ibu Ana memeluk Aulia.
" aku nggak kenapa-napa Aldi mana... Hiks.. hiks... Aldi luka parah karena nolongin Lia... hiks.. hiks.. " ucap Aulia menangis.
" Aldi masih di rawat. kamu yang sabar dulu yah. "ucap Aulidia.
" hiks.. papa... " panggil Aulia membuat Papa Kifli mendekat.
" papa maafin Lia, Aldi kayak gini karena lindungin Lia maafin lia... " ucap Aulia menangis sambil menatap papa Kifli.
" nggak.. nggak apa nak.. itu tugasnya sebagai suami. kamu jangan nangis. " ucap Papa Kifli menghapus air mata Aulia.
Aulia segera menghentikan tangisannya dan memeluk kedua anaknya yang setidaknya membuat sedikit tenang.
" Mama, papa dimana." ucap Adit.
" hmm papa lagi tidur sayang nanti juga kita di temuin jangan nangis ya. " ucap Aulia tersenyum tapi tetap saja tak mampu menghilangkan rasa khawatirnya.
" Aulia... kamu udah sadar." ucap Reza dan Ervin bersamaan yang baru datang.
" kak... "
" jadi siapa pelakunya kak. " ucap Aulidia.
__ADS_1
" mantan Dokter yang menggilai Aulia, dan yang pernah menciummu. " ucap Reza emosi.
" dasar laki-laki gila. " ucap mereka bersamaan.
" mantan dokter.?" ucap Aulia heran.
" Aldi mencabut gelar ke dokterannya, karena waktu itu juga dia hampir menciummu. " ucap Ervin..
" dia bener-bener nggak waras. itu pantas dia dapat dia itu nggak pantas jadi dokter dia gila. " ucap Aulia.
" Andaikan tadi bukan di kantor polisi mungkin dia sudah ku bunuh. " ucap Reza emosi.
Dokter yang merawat Aldi keluar.
" bagaimana keadaan anak saya dokter. " ucap Papa Kifli.
" keadaan tuan Aldi saat ini koma tuan dan dia sudah melewati masa kritisnya. " ucap dokter.
" Aldi... " lirih Aulia.
sudah 1 minggu Aldi pingsan, Aulia juga sudah pulih setiap hari dia menjenguk Aldi, ucap dia hanya pulang ketika akan makan dan untuk menidurkan anak-anaknya.
" Aldi kenapa kau lama sekali bangunnya. hiks.. Aldi. " ucap Aulia menangis sambil memengang tangan Aldi.
" Aldi...kapan kau ingin sadar. aku merindukanmu. Aldi.. hiks jangan membuatku tersiksa seperti ini. " ucap Aulia
" Aulia kamu makan dulu yah udah siang. " ucap Aulidia.
" nanti aja... kamu makanlah dulu. " ucap Aulia memaksa tersenyum.
__ADS_1
" Aulia makanlah dulu. kau sudah terlihat kurus seperti ini ayo makan. " ucap Reza menyodorkan makanan ke mulut Aulia membuat Aulia membuka mulutnya dan mulai makan.